
Jam pukul 10 waktunya istirahat di sekolah Johan dan Kevin langsung mendekati bangku Cahaya dan Linda. Bu guru yang saat itu ingin keluar kelas berhenti.
"Cahaya, Johan dan Kevin ke ruangan ibu sekarang" pinta Bu Prita.
"Yah ngak bisa ke kantin bareng Cahaya donk kalau di panggil keruangan" gerutu Linda.
"Udah kamu duluan aja, nanti aku nyusul" ucap Cahaya.
"Okey deh, secepatnya ya" ucap Linda langsung berjalan keluar kekantin duluan.
Di perjalanan menuju ke ruangan Bu Prita Cahaya yang penuh dengan penasaran langsung bertanya "kenapa kalian bisa pindah sekolah sama sih, kecuali kamu ya Kevin karena kamu kan jelas-jelas suka di Bali."
"Aduh Cahaya bisa ngak sih ngak usah penasaran segala, aku pindah kan karena kakek paksa-paksa aku" bohong Kevin langsung mengedipkan matanya ke Johan.
Johan pun geleng-geleng kepala mendengar perkataan Kevin pada hal jelas-jelas Kevin memaksa kakek untuk pindah dari Bali ke sini, hanya Kevin yang bisa merubah keputusan kakek jadi kakek pun menuruti keinginan apa yang Kevin pinta.
Johan pun pindah ke sini karena dia bercerita dengan orang tuanya bahwa Kevin ingin pindah sekolah dekat dengan Cahaya, mendengar itu orang tua Johan pun memutuskan untuk memindahkan Johan juga. Johan tidak tau apa yang di rencanakan orang tuanya itu, yang penting bagi Johan keputusan orang tuanya membuat dia senang.
"Kalau kamu Johan" tanya Cahaya sambil memegang bahu Johan, akhirnya Johan pun kaget dan tersadar dari lamunannya yang tadi.
"Kalau aku pindah karena mau jaga Cahaya" jawab Johan sambil tersenyum, mendengar perkataan Johan itu Kevin pun langsung membantah perkataan Johan.
"Cahaya maksud Johan itu mau menjaga Cahaya dan aku, kakek kan bilang Johan kamu juga harus jaga Kevin jangan sampai ada masalah di sekolah. Betulkan Johan" ucap Kevin.
"Iya betul, Jaga Kevin sekalian jaga Cahaya" jawab Johan.
"Kalau gitu kita saling jaga aja, okey" ucap cahaya sambil mengulurkan jari kelingkingnya ke jari Kevin dan Johan.
Bu Guru Prita langsung menyuruh mereka masuk ke dalam ruangannya.
"Cahaya, Kevin dan Johan ibu memanggil kalian disini karena kalian anak baru, kejadian di kelas tadi pasti membuat Cahaya syok. Ibu harap Cahaya tidak memikirkan kejadian tadi karena kita tidak perlu mendengarkan perkataan orang lain yang tidak mengenal kita" jelas bu guru.
__ADS_1
"Iya bu, Cahaya juga ngak apa-apa. Sekarang juga Cahaya sudah senang sudah ada Kevin dan Johan bersama Cahaya" jawabnya.
"Cahaya memang anak pintar, ya udah kejadian hari ini tidak perlu di ceritakan oleh siapa pun ya karena kita sudah janji untuk tidak memikirkannya" ucap bu guru. Cahaya, Kevin dan Johan mengangguk.
Selesai berbicara dengan bu guru mereka keluar ruangan mencari kantin untuk makan, di kantin yang rame itu membuat mereka bersemangat mencari jajanan untuk mengganjal perut.
"Cahaya duduk sini" panggil Linda, Cahaya, Kevin dan Johan langsung menghampiri Linda.
"Tadi aku udah pesan makanan untuk kalian bentar lagi datang" ucap Linda.
"Kok kamu pesan seenaknya, emang kamu tau selera aku" kesal Kevin.
"Aduh iya yah aku ngak tau, tapi aku samain dengan punya aku sebab semua makanan di sini enak jadi ngak mungkin kalian nolak" jelas Linda.
"Makasih ya Linda, kamu baik banget" ucap Cahaya.
"Ngak usah makasih, kita kan teman jadi biasa aja biar kalian ngak terlalu lama menunggu. Di kantin ini rame banget dan juga kalian keluar dari ruang Bu Guru Prita pasti lama" celoteh Linda.
Makanan pun sampai di depan mereka, mereka makan dengan lahap bersama-sama di kantin itu. Tetapi masih ada orang yang tidak menyukai mereka di kantin itu.
"Pak, lihat ini" tunjuk Sekretaris Kim ke kertas yang dia pegang itu.
"Kenapa bisa begini?" kesal Bagus melihat data yang ada di depannya. "Siapa mereka, cepat cari tau" perintah Bagus.
Sekretaris Kim langsung membuka komputer mencari informasi dan data-data yang di butuhkan Bagus. Sungguh kaget Kim melihat data tersebut.
"Pak sepertinya saya tau" ucap Kim.
"Apa?"
"Mereka adalah Pak Hendra dan pak Reno yang dulu 7 tahun bertemu dengan bapak, pertemuan itu membuat mereka bangkrut karena bapak menolak bekerja sama" jelas Kim.
__ADS_1
"Apa yang mereka inginkan dari ku, dengan mengambil investorku dan sekarang mau mengambil proyekku. Aki tidak akan tinggal diam saja" jelas Bagus.
Selesai makan pun Kevin dan Johan bersama pergi ke toilet. Linda pun pergi memesan makanan lagi. Anak laki-laki yang tidak menyukai Cahaya langsung berbisik ingin memulaikan rencananya.
"Itu Cahaya sendirian, kedua penjaganya pergi, Linda juga ngak berani ikut campur dengan masalah kita" ucap salah satu dari mereka.
"Betul, sepertinya Cahaya lemah sampai harus di jaga 2 orang. ayo kita buat rencana untuk menakutinya" ucap teman yang satunya.
Mereka pun berdiri mendekati Cahaya yang masih asik makan sendirian. Cahaya melihat mereka mendekati dirinya langsung berhenti makan.
"Kalian mau ngapain" tanya Cahaya.
"Cahaya kamu itu anak manja ya sampai-sampai harus di jaga segala, ayo ikut kami kamu harus di hukum biar tidak jadi anak manja" ucap salah salah satu dari mereka.
"Kenapa aku harus ikut kalian, kenapa juga aku harus di hukum. Kalian bukan guru" ketus Cahaya.
"Kami ini kakak kelas kamu, kami dengar di kelas kamu mengancam semuanya" celoteh dari mereka.
"Ayo" perintah seorang dari mereka, kedua orang yang di suruh tadi memang tangan Cahaya satu di kiri dan satu di kanan.
Melihat tangannya di pegang Cahaya berusaha menarik tangannya, "lepas, atau kalian menyesal" ucap Cahaya marah.
"Emang kamu bisa apa tanpa penjaga, di sekolah ini tidak ada yang boleh membantah kami bertiga. Kami ini kakak kelas."
Saat di tarik keluar dari tempat duduknya Cahaya sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, dia pun menginjak kaki yang ada di sebelah kanannya dan mendorong yang di sebelah kirinya sampai terjatuh. Cahaya mendekati laki-laki yang ada di depannya itu langsung menonjok pipinya, kakak kelasnya itu kaget dan melayangkan tangannya ke Cahaya. Cahaya langsung menangkap tangan itu dan melintirnya ke belakang terus menendang kakinya sampai terjatuh.
Kevin dan Johan yang selesai dari toilet.
"Rese banget ya sekolah ini masa toilet jauh banget, seharusnya kan di dekat kantin" ketus Kevin.
"Udah lah ngak usah protes, mungkin untuk menjaga kebersihan makanya jauh dari kantin" jawab Johan.
__ADS_1
"Ini mah sok bersih" protes Kevin.
Dari jauh Johan melihat Cahaya ingin di pukul seseorang dari belakang langsung kaget.