
Cahaya pun berjalan mendekati mereka "ayah dan bunda Cahaya berangkat sekolah dulu" Mira dan Bagus pun tersenyum sambil memeluk Cahaya.
Tiba di sekolah Cahaya yang duduk pun sendiri pun segera di datangi Kevin "Kenapa?"
"Pergi, aku mau sendiri" usir Cahaya.
"Tumben banget sih orang cerewet kayak kamu mau sendiri, cerita donk Johan juga lagi sakit jadi hanya ada kita" sambil mengedipkan matanya.
Melihat itu Cahaya pun tersenyum "okey, tadi aku dengar masalah DNA saat ayah dan bunda cerita. DNA itu aku baca di internet untuk mengetahui hasil gen apa anak kandung atau bukan, aku penasaran kenapa harus lakukan itu karena kan itu adalah adik Cahaya anak ayah bunda."
"Kalau gitu kita ke rumah sakit aja, ambil tes DNA nya agar Cahaya tidak pusing lagi" jawaban Kevin itu membuat Cahaya tersenyum.
"Okey, pulang sekolah kita langsung ke rumah sakit diam-diam"
Jam pulang sekolah pun mereka bergegas ke rumah sakit, di depan mereka melihat Gaga terburu-buru masuk sehingga mereka pun mengikuti Gaga dari belakang.
"Om Gaga mencurigakan, kata ayah mereka akan datang pukul 2 siang tapi kenapa Om Gaga datang 30 menit lebih awal."
"Udah kita harus cari tahu apa yang di lakukan Om Gaga."
Saat Gaga masuk ke ruangan kisaran 15 menit Gaga keluar sambil tersenyum senang dan membuang kertas yang dia pegang ke tong sampah.
Cahaya dan Kevin pun segera ke tong sampah "ambil" perintah Cahaya.
"Apaan sih kenapa aku harus ambil kertas tadi di tong sampah bau ini, aku ngak mau" kesal Kevin.
"Kita kan harus cari tahun apa yang di lakukan Om Gaga karena bisa jadi kertas itu bukti, jadi kami donk yang ambil karena kamu laki-laki.'"
__ADS_1
"Enggak mau, nanti kalau tangan aku gatal gimana. Banyak kuman tau."
"Ini kan ide kamu ke rumah sakit jadi kamu yang ambil."
Mereka pun bertengkar selama 10 menit "okey aku yang ambil karena waktu kita ada 5 menit lagi untuk mencari ayah dan bunda kamu"
Kevin pun mengambil dan membuka kertas tersebut "apa ini, bacaannya negatif" suster pun lewat sehingga Kevin berteriak.
"Sus, sus boleh minta tolong tidak" ucap Kevin.
"Ada apa ya dik."
"Tolong baca ini kita ngak ngerti maksudnya" memberikan kertas tersebut sehingga suster pun membukanya.
"Oh, ini hasil tes DNA kalau hasilnya tidak sama. Kalian dapat ini dari mana?"
"Benar sih, kalian memang anak-anak pintar. Ya udah sekarang kertasnya kalian buang lagi yah" Kevin pun segera mengambil kertas tersebut dan mengangguk.
"Ayo" ajak Cahaya sehingga mereka mencari keberadaan Mira dan Bagus di rumah sakit.
"Ayah sama bunda dimana sih" keluh Cahaya sambil terduduk lemas.
"Itu" tunjuk Kevin.
Mereka melihat Mira menangis keluar dari ruangan tersebut "ayah, bunda" teriak Cahaya sehingga mereka menoleh.
Gaga yang keluar pun tersenyum senang "gimana itu anakku Bagus bukan anak kamu" ucap Gaga.
__ADS_1
"Ayah, ini" Cahaya memberikan kertas yang di pegang
Bagus pun tercengang dan berjalan ke depan memukul wajah Gaga dengan ke adaan marah "apa-apaan ini" kesal Gaga sambil memegang bibirnya yang berdarah.
"Ini" memberikan kertas kepada Gaga "kamu sengaja menukar hasil yang asli dengan yang palsu demi menginginkan istri ku, brengsek"
Gaga pun melihat kertas itu "dari mana mereka bisa mendapatkan kertas yang sudah aku buang" ucap Gaga dalam hati.
"Tadi Kevin dan Cahaya mengambil kertas itu di tong sampah saat Om Gaga yang buang" ucap Kevin membuat Gaga terdiam.
Polisi pun datang dan menangkap Gaga sambil memborgol tangannya "apa-apaan ini" teriak Gaga.
"Pak Gaga anda di tahan karena sudah menjual senjata berbahaya secara ilegal, kami sudah mendapatkan bukti dan saksi"
"Pak dengarkan saya itu salah paham"
"Keterangan anda ucapkan di kantor polisi saja" polisi pun menarik paksa Gaga.
Melihat Gaga yang di tahan itu Mira tersenyum, sehingga Bagus dan Cahaya segera memeluk Mira.
"Kamu jangan sedih lagi karena kita bertiga akan berkumpul bersama-sama selamanya"
"Salah ayah" celoteh Cahaya.
"Salah kenapa"
"Karena kita berempat" ucap Mira dan Cahaya berbarengan.
__ADS_1
Mereka pun tertawa dan bahagia