Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 147


__ADS_3

"Apa maksudnya" tanya Bagus.


"Iya Pak yang saya katakan tadi ibu sepertinya syok, kalau bapak tidak percaya mendingan kita panggil dokter saja untuk memeriksakan ke keadaan ibu" suster itu sehingga segera mengambil hp-nya dan menelepon dokter tersebut.


15 menit kemudian dokter masuk dan memeriksa Mira yang masih pingsan, saat itu Mira pun terbangun dan melihat semua yang ada di sekitarnya.


Cahaya saat itu menangis melihat Mira terbangun segera memeluknya "bunda, bunda, kenapa bunda sampai pingsan sih. Cahaya kan jadi khawatir dan Cahaya benar-benar takut tadi" mendengar ucapan Cahaya itu Mira tersenyum.


Melihat semuanya sudah berkumpul dokter menanyakan sesuatu kepada Mira "Ibu Mira, anda pingsan menurut saya sangat lama dan anda benar-benar tadi terjatuh ditemukan. Sebelum saat ibu pingsan sepertinya anda mengalami sesuatu, saya harap anda menceritakan atau membagikan sesuatu kepada keluarga karena kalau anda merasa sesak mendengar kabar apapun maka tubuh anda akan lemah" jelas dokter.


Sambil mengingatkan kejadian yang tadi Dokter, Papa, Mama, Sayang, Blue dan Kim serta suster bisa tidak Kalian pergi dari ruangan ini. Aku ingin berbicara kepada suamiku berdua saja"


Dokter pun tersenyum "baik lah, saya juga sudah memeriksa ibu dan ucapan yang saya katakan tadi di lakukan agar ibu cepat sembuh" ucap Dokter membuat Mira mengangguk.

__ADS_1


"Mira kamu pasti akan sembuh dengan cepat, kalau kamu memikirkan sesuatu yang membuat kamu terbebani atau jadi berat kamu bisa bicara sama mama dan papa" ucap Lidia menyemangati Mira.


"Iya ma, makasih" ucap Mira sambil tersenyum.


Mereka semua keluar dari kamar Mira dan menunggu di ruang tamu, sedangkan dokter menyiapkan resep untuk di berikan ke suster yang menjaga Mira.


Selesai dokter memberikan resep kepada suster, dokter pun segera pulang dan suster pun meminta izin kepada keluarga Harisza untuk segera ke apotik membeli obat-obat yang sesuai dengan resep dari dokter. Mereka pun mengizinkan sehingga suster pun pergi meninggalkan mereka.


"Mama nggak usah khawatir, ini hanyalah masalah kecil yang akan diselesaikan oleh Bagus. Mendingan kita ke kamar saja beristirahat saja, percayakan semua pada Bagus" ajak Harisza kepada Lilian sehingga Lilian pun mengikuti apa yang diucapkan Harisza.


Mira dan bagus yang berada di kamar pun diam selama 5 detik, dengan nada ragu Mira pun bertanya "Mas, apa benar yang kamu bilang tadi?" tanya Mira sehingga membuat Bagus pun terdiam.


"Maksud kamu apa, kamu mendengar apa tadi" jawab Bagus karena dia bingung harus menjawab apa kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Yang kamu bilang tadi, kalau anakku ini anaknya siapa."


"Anakmu itu adalah anakku."


"Tapi mas, kamu sangat marah tadi sehingga aku pun berpikir buruk tentang ini."


"Kamu tidak usah khawatir, orang yang ditelepon itu hanya berpura-pura."


"Mas tolong ceritakan dengan jujur, aku ingin mendengar semuanya Mas. Apa sebenarnya terjadi sehingga membuat kamu gelisah, aku pun merasakan hal itu beberapa hari ini dengan tingkah kamu yang aneh" mendengar ucapan istrinya itu pun Bagus segera berjalan duduk di samping istrinya.


"Oke, aku akan cerita tapi aku mohon kamu tidak boleh memikirkan hal ini ataupun berpikir hal buruk tentang ini. Aku tidak ingin terjadi apapun kepada kamu."


"Baiklah" jawab Mira dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2