
"Apaan sih, emangnya lucu" kesal Johan.
"Oh aku tau, ini untuk Cahaya" ledek Kevin.
Johan dengan wajah merah pun mencubit Kevin "jangan bicara seolah ngeledek, aku beli ini biar Cahaya enggak marah sama kita."
"Wah ide kamu keren, tapi biarin aja Cahaya marah kita kan ngelakuin itu demi bantu dia biar tidak ngerjain" Johan pun langsung menutup mulut Kevin yang banyak bicara itu.
Dirga yang mendengar pun bertanya "kalian bantuin Cahaya apa sampai-sampai Cahaya marah dengan kesalahan kalian"
"Bukan apa-apa kek, itu kita bantuin Cahaya untuk ngerjain tugas tapi kita melakukan kesalahan akhirnya Cahaya marah" sebut Johan dengan mengalihkan pembicaraan.
Sesampai di rumah Cahaya mereka pun berlari masuk, Cahaya yang saat itu sedang asik membantu Opa menggambar di ruangannya kaget mendengar suara teriakan dari luar memanggil namanya.
"Cahayaaa" teriak mereka ke setiap ruangan "aduh aden-aden kalau nona ada di ruangan lukis sana sama opanya" ucap salah satu pembantu di sana.
Mereka berlari menghampiri Cahaya sedangkan Dirga hanya tersenyum melihat tingkah cucu nya itu mengikuti dari belakang saat mereka berlari
"Kalian berisik banget sih" teriak Cahaya.
"Assalamualaikum opa" ucap mereka berdua menyalami Harisza.
Harisza pun hanya tersenyum melihat tingkah mereka "aneh, kalian kenapa kemari" tanya Cahaya.
Harisza pun memotong pembicaraan mereka "ya udah kalian silahkan main, opa mau ngobrol dulu dengan kakek kalian" Harisza menghampiri Dirga dan mengajaknya mengobrol di taman belakang rumah.
"Cucu kita semuanya lucu" ucap Harisza.
"Mereka akrab banget, Bagaimana kalau udah besar nanti pasti bakal ribut neh rebutan Cahaya bidadari mereka" tawa Dirga setelah berucap seperti itu.
"Hahaha iya benar kata kamu, kira-kira Cahaya pilih siapa" ucap Harisza.
Mira pun mendekati mereka sambil membawa minuman, setelah melihat pembantu menyiapkan minuman Mira pun bertanya dan pada akhirnya membawa sendiri minuman itu.
"Pa, apa sih yang kalian ucapkan sampai tertawa bahagia begitu" tanya Mira datang dan bersalam dengan Dirga.
__ADS_1
"Ini membicarakan cucu kita yang lucu" jawab Harisza.
"Gimana kalau Mira nambah anak lagi aja perempuan biar mereka ngak rebutan milih Cahaya doank" tawa Dirga.
Hahahaha mereka pun merasa senang hanya dengan berucap membayangkannya "papa dan om jangan memikirkan hal seperti itu, mereka masih kecil banget" ucap Cahaya.
"Iya iya" jawab mereka berdua dan akhirnya melanjutkan ceritanya.
Sedangkan Kevin, Johan masih terkena Omelan Cahaya untuk mereka mengenai ulat bulu yang masuk ke dalam tas Mia "kalian sengaja berarti."
"Enggak donk, kita aja ngak tau isi dari ulat daun kepompong bagaimana bentuknya jadi di kira itu sama saja" ucap Johan.
"Tapi lucu ngak sih wajah dan tubuh Mia pada bengkak, pasti jelek banget" tawa Kevin sambil bicara.
"Kamu itu ngeledek orang" Cahaya langsung menjewer telinga Kevin.
"Aduh aduh aduh sakit sakit, maaf iya Aku enggak akan ngeledek orang itu" ucap Kevin sambil berteriak.
"Pinter" Cahaya melepaskan tangannya yang menjewer telinga Kevin.
membuka bungkus yang di berikan Johan jepit rambut berwarna pink yang cantik "wah, ini seperti sogokan biar aku ngak marah" ucap Cahaya.
"Enggak kok, ini memang sengaja di beli untuk kamu bukan untuk apa-apa" jawab Johan.
"Bercanda, jangan sedih gitu. Aku langsung pakai aja deh" Cahaya pun membuka dan memasangkannya di atas rambutnya.
Kevin melihat Johan yang ada di sebelahnya kelihatan senang "Johan ayo kita ajak Cahaya keluar" ucap Kevin sehingga mereka mendorong kursi roda Cahaya untuk pergi ke luar.
3 bulan sudah berlalu Gaga keluar dari pintu penjara di jemput oleh seseorang di depan, Gaga masuk ke dalam mobil dan tersenyum menoleh orang tersebut "gimana sudah siap" tanyanya.
"Siap untuk membalas dendam" jawab Gaga.
Mereka pun pergi dari depan pintu gerbang, saat itu pun Tika datang di depan gerbang ingin menjemput Gaga namun saat dia masuk penjaga bilang Gaga barusan keluar sudah pulang di jemput keluarganya.
Tika yang penasaran saat itu langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat untuk menyusul mobil yang menjemput Gaga "siapa orang itu, dia bilang keluarga berarti orang itu sangat penting bagi Gaga" celoteh Tika.
__ADS_1
"Mobil yang mana yah" Tika pun ke bingungan mencari mobil yang banyak berada di depan dirinya hingga dia memutuskan untuk pulang ke rumah karena yakin Gaga akan ada di rumah, namun saat memutar mobil Tika tidak sengaja menabrak mobil orang yang ada di depannya.
Orang yang berada di dalam mobil pun keluar termasuk Tika segera keluar "maaf mas, saya tidak sengaja" ucap Tika.
Orang itu pun menoleh dan melihat "Tika" ucap Arya melihat ke arah Tika.
"Arya, mobil kamu yah" tanya Tika membuat Arya pun mengangguk.
"Aduh Arya aku benar-benar tidak sengaja, tadi aku terburu-buru. Gini aja Arya kita bawa ke bengkel terus aku yang akan bayar semuanya" ucap Tika yang merasa khawatir.
"Ngak usah, biar aku sendiri ke bengkel. Tadi kamu bilang terburu-buru kan jadi ngak apa-apa aku sendiri saja" jawab Arya.
"Enggak, aku memang terburu-buru tadi tapi kalau urusan ini aku bisa cancel. Sekarang ayo" ajak Tika, Arya pun mengangguk mengikuti Tika mencari bengkel terdekat.
Mereka menunggu perbaikan mobil, Arya sudah menghubungi sekretaris Kim untuk datang terlambat. Arya membeli 2 buah es krim yang berada di dekat bengkel itu dan segera menghampiri Tika yang sedang menunggu.
"Ini" menyodorkan es krim yang dia beli kepada Tika, Tika pun tersenyum mengambil es krim itu sehingga mereka berbincang bersama.
Saat es krim yang di makan Tika menempel di pinggir bibirnya Arya pun tertawa "lucu, udah besar" ucap Arya sambil tangannya membersihkan bibir Tika dengan tangannya.
Tika yang saat itu kaget bibirnya di sentuh oleh Arya, matanya memandang Arya seolah merasa senang saat ke adaan seperti itu
"Sudah" ucap Arya sehingga Tika terbangun dari lamunannya.
"Eh" Tika sambil memegang bibirnya.
"Maaf" ucap Arya malu.
"Ngak apa-apa kok, makasih" jawab Tika.
Di rumah Bagus Cahaya berlari mencari ayahnya sambil berteriak "ayah, ayah, ayah" mencari Bagus.
Lilian yang melihat itu segera menyusul cucunya itu "Cahaya, Cahaya jangan larian di dalam rumah kaki kamu baru sembuh bahaya" teriaknya dari belakang membuat Cahaya menghentikan langkah kakinya dan menoleh.
"Ayah" berlari lagi memeluk ayahnya dari belakang.
__ADS_1
Lilian yang merasa pegal saat berlari pun segera duduk di kursi meluruskan kakinya, "mama kenapa?" tanya Mira yang baru keluar dari kamarnya.