Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 121


__ADS_3

Arya pun segera masuk ke rumah sakit bersama mobil ambulans ke tempat Cahaya di rawat, Lilian yang baru selesai ke kantin pun kaget melihat Arya yang wajahnya memar di itu.


"Ada apa ini" tanya Lilian langsung menyusul Putri. Arya pun di periksa di UGD sedangkan Putri dan Lilian menunggu di luar.


"Ayo" Lilian mengajak Putri duduk karena Lilian melihat Putri yang tubuhnya gemetaran.


Prita dan Dokter Rian yang baru sampai melihat Putri duduk di depan penasaran langsung menghampiri, "kak" panggil Prita.


Putri dan Lilian pun menoleh "Ada apa ini, siapa yang sakit?" tanya Prita penasaran.


"Tante, tolong jaga Arya aku akan menemui Bagus dan menceritakan semuanya" ucap Putri tanpa menjawab pertanyaan dari siapa pun.


"Baik lah" jawab Lilian, Putri pun bergegas pergi.


"Kak" panggil Prita namun saat Prita ingin mengejar Putri Lilian menahan tangan Prita.


"Ada apa Tante?" tanya Prita.


"Arya di keroyok, orang yang mengeroyok Arya adalah orang yang menculik Mira dan Cahaya. Putri hanya kaget dan bingung makanya dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang kamu tanyakan" jelas Lilian.


"Kak Mira dan Cahaya di culik, jadi gimana Tante udah lapor polisi."


"Udah lapor, anehnya Cahaya ada di rumah sakit sekarang setelah di culik sedangkan Mira belum ada kabarnya."


"Jadi Mira di culik dan Cahaya ada di rumah sakit pada hal Cahaya juga ikut di culik, mencurigakan. Kalau boleh tau Tante siapa yang menemukan Cahaya di rumah sakit" tanya Rian.


"Gaga yang menemukan Cahaya di rumah sakit, terus dia juga yang menghubungi kami" jawab Lilian.


"Gaga" ucap Rian.


"Gaga itu rekan bisnisnya Bagus."


Saat itu dokter yang memeriksa Arya pun keluar "keluarga pasien Arya."


"Iya dok, kami semua keluarganya" jawab Lilian.


"Pasien sudah sadar, boleh langsung di jinguk" ucap dokter.

__ADS_1


"Terimakasih dokter" jawab Prita.


Dokter pun pergi meninggalkan mereka, "Tante kami masuk duluan yah" ucap Prita.


"Iya silahkan, Tante langsung ke tempat Bagus saja mau lihat Cahaya."


"Iya Tante" Lilian pun pergi sedangkan prita dan Rian segera masuk melihat ke adaan Arya.


Putri yang saat itu mencari Arya segera masuk ke ruangan Cahaya "kamu" ucap Bagus.


"Kita bicara di luar" ucap Putri segera keluar, Bagus pun ikut keluar.


"Kamu harus tahu kalau penculik ini sangat berbahaya, tadi saat kami mau mengambil CCTV Arya di keroyok sampai pingsan. Mereka semua bertubuh besar dan anehnya mereka mengenali CCTV yang aku ucap untuk menjebak Gaga" jelas Putri.


"Jebak Gaga, maksud kamu?"


"Aku mencurigai Gaga karena kejadian ini muncul setelah pulang dari rumahnya, saat itu aku asal bicara untuk mengetahui apa dia terlibat atau tidak. Namun saat kami mengikuti Gaga dia pulang ke rumah dan saat kami ke tempat CCTV sudah ada yang mengambil CCTV itu mengatas namakan kami."


"Jadi, Gaga ada hubungannya tentang ini" ucap Bagus, Putri pun mengangguk.


"Cahaya" ucap Bagus. Mereka pun masuk menghampiri Cahaya.


"Cahaya Tante mau tanya, apa yang Cahaya dapat kan dari rumah om Gaga" tanya Putri.


"Kamu apa-apaan sih, Cahaya perlu istirahat. Besok-besok saja tanya hal yang ngak penting begitu" marah Bagus.


"Ini penting karena petunjuk" kesal Putri.


"Cahaya melihat ada ruang bawah tanah yang di jaga oleh orang banyak, karena Cahaya hapal dengan CCTV petunjuk yang di berikan om Arya akhirnya Cahaya menyelinap ke tempat yang ada ventilasinya ke ruang bawah tanah. Namun saat Cahaya melihat isinya semua penuh dengan senjata api ayah karena kaget Cahaya jatuh dan terkilir deh" jelas Cahaya.


"Senjata api, berarti mereka menjual barang gelap selama ini" celoteh Bagus.


"Ayah, saat di culik Cahaya tahu kalau yang menculik Cahaya sepertinya anak buah om Gaga karena Cahaya ingat tubuh-tubuh mereka yang menjaga di ruang bawah tanah itu" ucap Cahaya.


"Benar, kita harus ke tempat Gaga kalau begitu" ucap Bagus marah.


"Jangan gegabah, kita tidak boleh sembarang nanti kita yang akan di laporkan ke polisi. Dia pasti sudah membuat rencana lain karena Cahaya sudah mengetahuinya" ucap Putri.

__ADS_1


Gaga yang saat itu menggunakan topeng sedang menunggu Mira keluar, Mira yang saat itu keluar dengan ke adaan yang sangat cantik. Mira pun merasa risih apa yang dia gunakan saat ini.


"Ini apaan" tanya Mira.


"Tidak perlu banyak tanya, ikutin saja" Mira membaca tulisan yang di tulis orang bertopeng di hadapannya itu.


"Aku penasaran orang ini siapa, aku akan mencari akal untuk kabur" dalam hati Mira.


Saat itu Gaga mengambil kain untuk menutup mata Mira, Mira yang saat itu matanya di tutup berjalan mengikuti langkah kaki yang di ajak olehnya.


"Ini seperti di dalam mobil, aku mau di ajak kemana" dalam hati Mira.


Saat sampai di tempat Gaga membuka tutupan mata Mira, Mira melihat di tempat itu penuh dengan bunga dan lilin yang cantik.


"Ini kenapa seperti sedang diner. Kamu tahu aku sudah ada suami jadi aku tidak mau melakukan hal seperti ini" ucap Mira saat melihat semua tempat itu.


"Kamu tidak bisa menolak atau nyawa anak kamu dalam bahaya" membaca tulisan itu Mira pun langsung duduk dengan wajah kesal.


Saat makan malam bersama Mira terpaksa makan makanan yang di hidangkan, selesai makan lagu pun di hidupkan dan lampu di redupkan. Laki-laki bertopeng itu mengulurkan tangannya mengajak Mira berdansa, Mira pun berdiri mengikuti ke inginannya.


Saat dia berusaha mendekati dirinya pada Mira, Mira langsung menarik topeng itu sampai terlepas.


Gaga yang saat itu topengnya di lepas segera menoleh ke arah Mira. "Gaga" ucap Mira.


Mira pun segera berlari dari tempat itu, namun Gaga berteriak "penjaga" semuanya pun ke tempat Gaga.


"Cepat cari perempuan itu, ingat jangan sampai terluka" ucapnya sehingga semua orang berpencar mencari Mira.


Mira yang saat itu di cari langsung bersembunyi di semak-semak, namun saat ada ke sempatan Mira kabur namun saat dia kabur Gaga berada di depannya "mau kemana kamu" ucap Gaga.


Mira pun melepaskan hak septunya dan memukuli Gaga, saat itu kepala Gaga berdarah sehingga Mira bisa kabur lagi dari Gaga.


"Mau apa dia, kenapa dia memperlakukan aku seperti ini" celoteh Mira sambil berlari.


Gaga yang penuh dengan darah pun masih tetap mengejar Mira di depannya, "berhenti" teriak Gaga.


Mira pun tidak berhenti sama sekali, namun saat itu Mira tidak menyadari bahwa di depannya ada jurang "akhhhhhh" teriak Mira sehingga Mira pun terpeleset dan jatuh ke jurang tersebut

__ADS_1


__ADS_2