
Selesai acara semalam membuat mereka semua bermimpi indah. Pukul 07.00 wib Bagus mengetuk pintu kamar Mira dan Cahaya tapi tidak ada suara dan dia pun langsung masuk ke kamar itu yang di lihatnya Cahaya yang masih tertidur sehingga Bagus pun mendekati Cahaya.
Seseorang keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kaget melihat sosok yang masuk ke kamarnya.
"Kamu kenapa di sini" tanya Mira.
"Sutt diam nanti Cahaya bangun, tadi aku mengetuk pintu tidak ada suara akhirnya aku masuk" jawab Bagus nada pelan.
"Sekarang pergi" usir Mira sambil memegang tangan Bagus.
"Enggak mau" tahan Bagus.
"Aku mau ganti baju kalau ada kamu gimana aku mau ganti baju" kesal Mira.
"Ngak apa-apa ganti aja, kita kan bakal jadi suami istri juga" jawab Bagus sambil menggodanya.
"Ih kamu ya ngak sopan tau nanti aku teriak bilang sama papa dan mama kalau anaknya menyelinap masuk ke kamar" Mira pun memaksa tarik tangan Bagus.
"Biarin, mama papa ngak akan marah" Bagus langsung melepaskan tangan Mira dan memeluknya, saat Bagus ingin melayangkan ciumannya ke Mira Cahaya pun terbangun.
"Bunda" ucapnya sambil membuka mata dan Mira pun langsung mendorong Bagus ke pintu luar kamar dan menguncinya.
"Kenapa bunda di sana, tadi ada suara ayah yah" tanya Cahaya lagi.
"Anak bunda sudah bangun sekarang ayo kita mandi, tadi itu ayah manggil-manggil Cahaya dari luar mau ngajak sarapan tapi bunda suruh pergi. Sekarang Cahaya mandi ya" ucap Mira dan Cahaya pun mengangguk
Di rumah Dirga Johan pun datang dengan terburu-buru berlari mencari Kevin.
"Johan kamu kenapa pagi-pagi kesini" tanya Kevin.
"Hari ini kita harus menemui Cahaya" jawab Johan dengan semangat.
"Enggak mau ah, aku mau main PS aja di rumah" sambil memakan sarapannya.
"Kamu ngak boleh nolak, hari ini kita harus membuat sesuatu dari permata warna warni yang kamu beli terus kita harus menyuruh Cahaya melukis kita" ucap Johan.
"Aduh Johan nanti aku bisa cari pelukis terkenal di sini untuk lukis kamu, ngapain repot-repot suruh Cahaya. Aku ngak mau ketemu Cahaya" oceh Kevin.
__ADS_1
"Aku bilang kakek deh" tekan Johan ingin berlari keluar.
"Jangan, oke-oke aku mau" teriak Kevin dan Johan pun langsung tersenyum karena dia tau kalau Kevin sangat takut dengan kakeknya.
Di ruang makan pun keluarga Harisza sarapan bersama-sama. "Pa hari ini aku dan Mira akan pergi ke Wedding Organizer "ucap Bagus dan Mira yang lagi sarapan menikmati secangkir susu langsung batuk mendengar ucapan Bagus.
"Apa" teriaknya.
"Ya udah silahkan, papa akan mendukung apa pun yang kalian lakukan" ucap Harisza.
"Apa ini ngak terlalu cepat" tanya Mira.
"Mira sayang kamu dan Bagus itu sudah umur berapa sekarang, sesuatu yang baik jangan di tunda lama-lama kasihan kan Cahayanya" jawab Lilian dan membuat Mira tidak bisa menjawab sedikit pun.
"Betul kata mama, semakin cepat semakin Bagus" ledek Bagus ke Mira yang hanya diam saja karena tidak bisa mengucapkan kata apa pun.
"Cahaya ikut" tanya Bagus.
"Iya Cahaya ikut" jawab Cahaya.
Namun Kim masuk ke ruang makan "nona Cahaya ada teman-temannya menunggu di luar" ucap Kim.
"Opa Cahaya usir aja ya mereka, Cahaya juga ngak mau main sama mereka nyebelin" oceh Cahaya sambil makan makanannya.
"Cahaya ngak boleh gitu sayang, besok kita akan pulang ke Bali jadi hari ini Cahaya main sama mereka aja ya yang udah jauh-jauh kesini" ucap Mira.
"Tapi kan Cahaya juga di sekolah ketemu sama mereka" jawab Cahaya.
"Iya, tapi kita harus menghargai orang yang mau bertemu dengan kita" nasihat Mira dan membuat Cahaya mengangguk.
Selesai sarapan Bagus dan Mira pergi bersama dan di dampingi Kim sama Blue.
"Hadeh kenapa harus berempat sih, padahal aku mau berduaan dengan Mira" gerutu hati Bagus di dalam mobil.
"Kamu kenapa mas" tanya Mira.
"Ngak apa-apa aku cuma mikir aja kira-kira kita pakai konsep apa nanti ya" sambil memegang kepalanya seolah berpikir.
__ADS_1
"Udah kita lihat aja nanti setelah sampai di sana, lagian kita akan ikut konsep Cahaya yang sudah dia gambar untuk kita" jawab Mira.
Bagus pun langsung menggenggam tangan Mira "kamu benar kita tidak bisa menolak konsep anak kita yang genius itu" ucap Bagus sambil tersenyum.
Di rumah pun Cahaya menghampiri Kevin dan Johan yang datang mencarinya. "Kalian kenapa kemari" tanya Mira.
"Kalau gue ogah ke sini, tapi ini ne yang maksa ke sini" Kevin pun menunjuk Johan.
"Cahaya kami jangan marah ya, kamu kan udah janji kalau hari ini mau melukis kami dan kita juga harus berpikir membuat sesuatu dari permata yang di beli Kevin kemarin" ucap Johan dan membuat Cahaya luluh "oke, ayo kita ke ruangan seni opa" ajak Cahaya sambil menarik tangan mereka.
Di ruangan itu Cahaya melukis mereka satu persatu, dan mereka mempunyai ide membuat gelang dan kalung dari pernak pernik dan menambahkan permata mereka satu persatu.
"Wah cantik banget" ucap Cahaya.
"Cahaya kamu cocok pakai kalung itu" puji Johan.
"Aku juga keren permata di letakkan di gelang tangan jadi ngak kelihatan ada permatanya" ucap Kevin sombong.
"Kamu juga buat gelang kan, mana" tanya Cahaya ke Johan.
"Ini, belum selesai" jawab Johan.
"Sini aku bantuin, Kevin kamu ikut bantuin juga karena kamu sudah selesai" omel Cahaya.
"Aduh kamu ini Johan anak laki-laki selalu lamban, kamu tu harusnya seperti aku cekatan, pintar, bisa dalam segala hal" ucap Kevin.
"Udah ngak usah banyak bicara cepat bantu" teriak Cahaya yang membuat Kevin menurut.
Lilian dan Harisza hanya tersenyum dari jauh melihat ketiga anak yang sedang asik bermain.
Di Wedding Organizer pun Mira dan Bagus bertemu dengan pemiliknya. "Selamat siang pak Bagus dan ibu Mira perkenalkan saya Asti pemilik wedding organizer di sini yang bapak telpon, ayo pak sebelah sini" ajak Asti.
Mereka pun berjalan mengikuti Asti dan duduk di kursi yang di siapkan. "Kalau begitu konsep apa yang ingin bapak pakai untuk acara pernikahan ini" tanya Asti.
"Ini" jawab Bagus memperlihatkan foto yang di gambarkan Cahaya.
"Ini cantik sekali konsep seperti ini bagusnya outdoor di pantai" jawabnya setelah melihat foto tersebut.
__ADS_1
"Kalau gitu bisa di Bali karena saya mau di tempat saya" tanya Mira.
"Bisa sekali, kita akan cari tempatnya di Bali dan untuk hotelnya saya mengajukan hotel mentari karena di sana tempatnya sangat indah" ucap Asti yang membuat Mira tersenyum.