
Mereka pun selesai melukis sesuai dengan waktunya.
"Selesai semuanya, oma udah capek ne begini terus. Maklum lah faktor usia ini" tanya Lilian.
"Sudah oma" jawab mereka barengan menyebut Lilian dengan sebutan oma.
"Sekarang kita ne yang nilai, ayo di buka satu-satu mau kita lihat" pinta Lilian.
Mira dan Lilian pun melihat satu persatu lukisan mereka dan Lilian sangat takjub melihat lukisan Cahaya "ini buatan Cahaya" tanya Lilian sambil memegang lukisan itu dan semua mata langsung tertuju pada lukisan Cahaya.
"Cahaya kamu benar-benar mewarisi seni opa dan ayah mu, ini benar-benar indah. Cucu opa benar-benar membanggakan" peluk Harisza ke pada Cahaya.
"Om, Cahaya dari umur 3 tahun sudah bisa seperti ini. Selama ini aku merahasiakannya dari siapa pun kecuali Blue karena tidak ingin memancing publik atas seni yang dia miliki.!! Sekarang aku juga meminta maaf pada kalian semua karena menggunakan gambar Cahaya untuk membuka 50 cabang butik dan hotel, karena ini lah yang bisa aku lakukan. Cahaya maafin bunda ya sudah suruh kamu bekerja di saat anak seusia kamu harusnya bermain bersama teman-teman" Mira pun meneteskan air matanya atas ucapan yang dia katakan tadi.
Melihat itu Cahaya langsung memeluk Mira dan berkata "bunda Cahaya senang kok menggambar, apa lagi Cahaya bisa bantu bunda. Cahaya juga punya banyak teman kok bunda jadi bunda ngak usah khawatir."
Mendengar Cahaya berkata seperti itu, seperti orang yang sudah dewasa membuat hati Mira tertegun "anak bunda sudah dewasa ya sekarang" cium Mira ke pipi Cahaya.
"Mira kamu ngak boleh menyalahkan diri kamu, masa lalu biarkan lah berlalu dan malah om dan tante berterima kasih karena kamu sudah membesarkan dan memberikan kasih sayang yang luar biasa ke pada Cahaya" ucap Harisza.
"Sayang kamu ngak perlu sedih, mungkin ini rezeki yang di berikan Allah ke pada kamu melalui Cahaya" ucap Lilian sambil menghapuskan air mata Mira.
"Makasih om dan tante, Mira bangga dengan Cahaya karena Cahaya yang membuat mira kuat sampai sekarang" ucap Mira.
"Udah lah kamu ngak usah bersedih seperti itu, Cahaya bahagia bertemu ayidolnya sekarang. Dan sekarang tugas ayidol untuk menjaga kalian" celoteh Bagus untuk membangkitkan semangat mereka semua.
"Apa itu ayidol" tanya Harisza.
"Ayah idola opa" jawab Cahaya yang emmbuat mereka tertawa bersama-sama di ruangan itu.
"Ya udah sekarang ayo mama dan Mira nilai aja lukisan kita, biar tau siapa pemenang nya" pinta Bagus sambil menarik ke tiga lukisan itu ke depan mereka.
"Juara ke 3 opa, juara pertama ayah dan ke dua Cahaya" ucap Lilian sambil menunjuk lukisan itu.
"Iya sih gambar kalian berdua bagus, opa sudah tua warna aja kadang sering salah ambil" ucap Harisza sambil tersenyum.
"Cahaya juara 2 jadi Cahaya mau permintaan sama opa" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Permintaan apa" tanya Harisza.
"Cahaya mau opa dan oma membujuk ayah dan bunda untuk menikah" ucap Cahaya yang membuat mereka tersenyum dan Mira pun salah tingkah mendengar ucapan anaknya itu.
"Sebenarnya itu juga permintaan opa tadi, tapi karena cahaya sudah sebut ya udah opa sanggupi" jawab Harisza sambil melihat Bagus dan Mira.
"Gimana menurut kalian berdua" tanya Lilian.
"Udah deh papa dan mama ngak usah ikut campur karena aku yang menang sesuai permintaan aku mau minta warisan ku" ucap Bagus membuat mereka bingung.
"Kalau warisan kamu ambil aja semua harta papa" ucap Harisza.
"Kalau Cahaya gimana, warisannya boleh untuk ayah" tanya Bagus sambil tersenyum.
"Boleh deh ambil aja warisan Cahaya, sana bawa pergi" usir Cahaya.
"Emang warisan Cahaya apa sayang kok di bawa pergi" tanya Mira penasaran.
"Gendong aja ayah sekarang" ucap Cahaya yang membuat mereka semua bingung.
"Eh ini apa-apaan" tanya Mira dan Bagus pun tidak menurunkannya dan bahkan tidak peduli dengan ucapan Mira. Malah semakin kuat menggendongnya untuk di bawa ke luar
"Makasih Cahaya sayang" langsung pergi meninggalkan mereka.
"Cahaya kamu ya kelakuannya sama persis dengan ayahnya" ucap Lilian. Dan saat itu suara hp Harisza bergetar dan dia pun mengangkatnya.
Ternyata telpon yang dia angkat undangan ulang tahun cucu dari PT Halilintar rekan kerjanya Harisza.
"Sayang ayo kita bicara ke luar bersama Bagus dan Mira" ucap Harisza kepada Lilian sambil menggendong Cahaya keluar.
"Bagus sudah turunkan, kalian boleh pergi berdua sana" ucap Harisza membuat Bagus tersenyum.
"Benar pa" tanya Bagus.
"Iya, tapi Cahaya ngak boleh ikut karena Cahaya akan ikut opa dan oma nya ke acra ulang tahun cucu pak Dirga PT Halilintar. Aku akan memperkenalkan Cahaya pada rekan bisnis ku di sana bahwa aku sudah mempunyai cucu" ucap Harisza senang.
"Om dan tante saya ikut juga ya, Cahaya bunda boleh ikut kan" ucap Mira Karena dia merasa tidak sanggup berdua bersama Bagus.
__ADS_1
"Ngak boleh" jawab Harisza, Lilian dan Cahaya berbarengan.
"Ih kalian kerja sama ya, kok kompak" kesal Mira.
"Bunda, habiskan waktu bersama ayah karena kalian berdua sudah lama tidak bertemu. Cahaya di jaga oleh opa dan oma aja hari ini" tegas Cahaya.
"Cahaya benar sekarang ayo kita siap-siap pergi" Bagus menarik tangan Mira mengajaknya pergi dan mengedipkan matanya ke pada Cahaya yang tersenyum.
Cahaya pun berganti baju dan di dandani oleh Lilian untuk pergi, "cucu Oma cantik banget, ayo kita pergi" puji Lilian dan memegang tangannya untuk ke mobil, Cahaya pun hanya menganggu untuk ikut opa dan omanya ke acara ulang tahun.
Mira dan Bagus pun pergi ke suatu tempat yang membuat Mira bingung tempat yang sudah di penuhi dengan bunga dan lilin, tempat yang sudah di siapkan Bagus karena sesuai dengan rencananya berjalan mulus karena bantuan mama dan Cahaya.
"Apa ini" tanya Mira yang merasa nyaman berada di tempat ini.
"Kejutan" jawab Bagus.
"Maksudnya" tanya lagi
"Udah kamu ngak usah banyak tanya sekarang kamu ikutin aja.. Mulai??" tempat itu menjadi gelap dan di terangi oleh lilin Bagus pun langsung menarik tangan Mira ke pundaknya untuk berdansa. Mira pun mengikuti.
"Kamu mau apa sebenarnya" bisik Mira.
"Aku mau membuat kamu bahagia malam ini, jadi jangan protes" jawab Bagus dengan berbisik. Selesai 5 menit mereka berdansa Bagus pun mengajak Mira makan bersama sambil memandangi air yang indah sudah di hiasi lampu-lampu.
Selesai makan langsung mengajak Mira menaiki perahu, di atas perahu itu di iringi dengan lagu-lagu dan Bagus pun mengungkapkan perasaannya.
"Aku mau mengatakan sesuatu" ucap Bagus malu.
"Apa itu" tanyanya Mira.
"Ini" Bagus pun memberi sebuah kotak.
"Apa ini mas" tanya Mira memegang kotak itu.
"Kamu buka saja, itu adalah isi dari hatiku" ucap Bagus.
Mira pun membuka kotak itu dan sangat kaget melihat isinya.
__ADS_1