Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 25


__ADS_3

Kevin pun mengangkat mawar merah "Ngak " tangan Cahaya menyuruh Kevin berhenti.


"Apaan sih Cahaya" tanyanya.


"Balikin bunganya, pakek bunga sedap malam aja jangan itu" suruh Cahaya menunjuk bunga yang lain.


"Ini bunganya cantik mawar merah sesuai warna baju yang kamu gambar tadi merah" ledek Kevin.


"Acaranya kan nanti malam jadi bunga ini aja kalu malam hari akan harum menawan, dan ingat warna merah itu eksotis jadi jangan ngeledek" omel Cahaya.


"Ini aja" jawab Kevin dan mereka pun rebutan bunga dan di datangi oleh Blue.


"Tuan Kevin dan nona Cahaya bunganya di taruh semua di situ jadi aroma sedap malamnya enak di cium dan mawar merahnya enak di lihat" ucap Kim yang membuat ke dua nya terdiam.


"Ternyata om Kim romantis ya" sela Johan yang mendengarnya.


"Itu pendapat om aja tuan kecil" ucap Kim.


"Benar yang di bilang om Kim, sekarang ayo" ajak Kevin dan mereka meletakkannya tanpa ada ocehan lagi.


"Selesai juga" ucap Johan dan dia pun melihat Cahaya duduk memandang sambil melukis.


"Kevin kita ke sana yuk" ajak Johan sambil menarik tangan Kevin.


"Cahaya lo enak-enakan duduk santai sedangkan kami kerja angkat-angkat, lo tau gue orang kaya ngak pernah begini. Karena lo hidup gue jadi gini" marah Kevin tapi Cahaya tidak mempedulikannya dan terus melukis.


"Yes selesai" teriak Cahaya.


"Kita lihat yuk" ajak Johan penasaran.


Kevin pun membuka semua lukisan itu dan benar-benar takjub "cahaya ini kamu yang lukis" tanya Johan penasaran.


"Iya, kan aku dari tadi duduk di sini sambil lukis" jawab Cahaya.


"Ini maksudnya apa" tanya Johan lagi.


"Gambar 1 bunda dan ayah bertemu di sini, kedua mereka makan bersama, ketiga berdansa, ke empat ayah memasang cincin ke jari bunda terakhir menikah deh" jawab Cahaya singkat


"Tapi ini benar bagus" puji Johan.


"Eh nanti dulu deh, kok lo bisa gambar sebagus ini. Di sekolah gambaran lo jelek banget" tanya Kevin sambil menunjuk gambar Cahaya.


"Sebenarnya ini rahasia, aku Cahaya genius ini mewarisi darah seni dari CEO genius" tawa Cahaya sambil memuji dirinya sendiri.


"Sombong" bete Kevin.

__ADS_1


"Cahaya kalau gitu kamu gambar aku sama Kevin juga ya" pinta Johan.


"Okey, tapi eh nanti dulu deh di gambar kan ada kasih cincin berarti kita harus beli cincin donk" ucap Cahaya "iya benar" jawab Johan.


"Ya udah kita belanja ke toko perhiasan aja, ngak usah di bawa pusing" ucap Kevin kesal melihat tingkah mereka berdua.


"Iya, ayo.. Om Kim ayo ikut aku" Cahaya memanggil mereka dan mengajak mereka ke suatu tempat.


"Cahaya ini tempat apa, indah sekali" tanya Johan kagum.


"Lo ngak lihat ini semua lukisan berarti ini gudang lukisan" ucap Kevin kesal.


"Aduh sakit" ucap Kevin yang kepalanya di sentil sama cahaya.


"Berisik banget sih kalian, ini itu tempat ke sukaan opa" jawab Cahaya kesal.


"Cahaya" panggil Harisza.


"Opa" jawabnya.


"Kenapa, wah teman Cahaya banyak ya yang main ke sini" tanya Harisza.


"Opa ini kenalin teman baru Cahaya Johan" sambil menunjuk ke arah Johan yang hanya diam dan menunduk.


"Bukan opa" Cahaya pun membisikkan keinginannya dan membuat Harisza tersenyum.


"Okey ayo kita berangkat, Kim siapkan mobil" ajak Harisza semuanya berteriak senang dan pergi keluar kecuali Johan "Johan ada apa, kenapa belum keluar "tanya Harisza.


"Opa, maaf tadi Johan ngak berani memperkenalkan diri" sambil menunduk.


"Ngak apa-apa, kalau gitu opa kasih kamu tugas" ucapnya Harisza "apa opa" Johan pun penasaran.


"Opa tugaskan kamu menjaga Cahaya, apa pun yang terjadi tetap di sampingnya. Karena di luar banyak sekali orang jahat yang menginginkan Cahaya" jawab Harisza yang membuat Johan bingung.


"Baik opa, Johan janji akan menjalan kan tugas" sambil tersenyum.


"Untuk itu kamu harus menjadi orang yang kuat" usapnya ke rambut Johan dan Johan mengangguk pergi meninggalkan Harisza.


Mereka pun sampai di toko perhiasan "opa, kenapa sih permata-permata kayak gini incaran perempuan, tante aja kalau ke toko perhiasan matanya ngak berkedip sedikit pun" ocehnya Kevin.


"Perhiasan itu kalau di mata wanita hal yang sangat cantik dan indah, kan wanita menyukai keindahan" jawab Harisza.


"Udah deh ngomel mulu bantu aku pilih, kamu itu kalau ngak bisa bantu mending bantu diam aja" omel Cahaya.


"Cahaya betein banget deh" kesal Kevin dan dia pun melihat kalung yang indah.

__ADS_1


"Aku mau itu" ucap Cahaya.


"Opa bunda pasti suka yang ini cincinya, pesan yang ini" sambung Cahaya.


"Okey pilih yang ini di bungkus yang rapi untuk calon menantuku" ucap Harisza ke pelayan toko.


"Aku mau yang itu" teriak Kevin ke pelayan toko. semuanya kaget melihat tingkah Kevin.


"Untuk apa" tanya Johan. pelayan pun mengeluarkan yang di tunjuk Kevin tadi.


"Kamu lihat mainan ini ada 3 permata warna warni, merah pemberani cocok untuk aku pemberani, kuning cocok untuk kamu yang lembut dan biru cocok untuk Cahaya yang bawel" ucap Kevin yang membuat mereka semua tertawa.


"Tapi gimana cara pakainya" tanya Johan.


"Udah beli mainannya aja dulu nanti baru kita cari untuk di tempatkan di mana.!! Ini " langsung mengeluarkan ATM nya.


"Kevin biar opa yang bayar" ucap Harisza.


"Ngak usah opa yang ini Kevin bayar, Kevin kan orang kaya jadi ngak perlu bantuan siapa pun" sombongnya.


"Aduh" Kevin langsung teriak kesakitan lagi.


"Yang kaya itu kakek kamu bukan kamu jadi jangan belagu" oceh Cahaya mereka pun bertengkar seperti tikus dan kucing.


"Nona kecil dan tuan kecil kita keluar saja, jangan ribut di sini. Kalian lihat semua orang tertawain kalian" bisik Kim kepada mereka.


"Ya udah ayo keluar, kamu bayar" Cahaya pun menarik tangan Johan untuk keluar.


"Sudah selesai mau kemana lagi" tanya Harisza.


"Mau eskrim" mereka pun menjawab dengan kompak.


Bagus yang selesai meting pun langsung pulang sesuai permintaan Cahaya. Mira yang saat itu selesai urusannya beranjak keluar ingin pulang tapi di luar dia melihat Blue yang menungguinya.


"Kak, ayo ikut aku" tarik Blue ke dalam ruangan VIP.


"Kenapa kita ke sini Blue, aku mau pulang rasanya capek banget" ucap Mira sambil mengulurkan tangannya yang pegal itu.


"Ini" ucap Blue.


"Ini apa" tanya Mira penasaran.


"Cepat ganti ini di kamar mandi terus keluar, ini permintaan Cahaya" Blue pun menarik Mira ke kamar mandi dan menutup pintunya "jangan lama ya kak" teriak Blue.


Mira melihat gaun berwarna merah yang indah, dan dia tersenyum karena ini pasti hasil dari gambar Cahaya "tapi kenapa Cahaya suruh bundanya pakek ini, apa yang di inginkan anak itu" ucap Mira dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2