
Bagus dan Harisza yang mendengar suara tabrakan itu langsung berlari menghampiri. "Cahaya" teriaknya saat dia melihat Cahaya sedang kesakitan di pinggir jalan, Bagus pun langsung memeluk Cahaya.
"Bu guru" ucap Kevin menunjuk ke arah seseorang yang tertabrak itu kondisinya berbaring di tengah jalan dan penuh dengan darah di wajahnya.
Putri yang berlari mendekati itu berteriak "Prita." langsung merangkul kepala Prita, melihat itu penculik itu langsung melepaskan Kevin dari genggaman tangannya lalu kabur tapi di lumpuhkan oleh Harisza hingga pingsan.
Kejadian kecelakaan itu saat Prita melihat Cahaya yang jatuh dan berdiri lagi di tengah jalan, Prita melihat mobil dengan sangat cepat walaupun Kevin sudah berteriak Cahaya tetap tidak menyadari itu sehingga Prita berlari secepat mungkin mendorong Cahaya ke tepi jalan sampai terjatuh. Pengendara mobil itu kaget melihat ada seseorang di depan mobilnya hingga mengerem mendadak tapi tetap kecelakaan itu tidak bisa di hindari lagi sehingga kaki Prita tertabrak, karena kakinya tertabrak mobil Prita langsung jatuh sehingga wajahnya mengenai aspal dan kepalanya terbentur batu krikil di jalan sampai berdarah.
Kevin mendekati Cahaya, melihat kejadian itu Kevin dan Cahaya menangis memanggil guru kesayangannya itu. Bagus pun berdiri menitipkan Cahaya dan Kevin kepada Harisza karena dia ingin menolong Prita.
Polisi yang di telpon Adi pun datang, Adi langsung memeluk keponakannya itu yang sedang menangis.
Prita langsung di bawa ke rumah sakit dengan mobil ambulance yang di temani oleh Putri, Bagus dan Harisza sedangkan Kevin dan Cahaya menaiki mobil lain bersama Adi karena Bagus tidak ingin anak-anak jadi sangat histeris melihat kejadian tadi.
"Cahaya, bu guru gimana" tanya Kevin sambil menangis di dalam mobil.
"Ngak tau, bu guru kayak gini gara-gara aku" jawab Cahaya.
"Gimana kalau bu guru meninggal" mendengar kata-kata Kevin seperti itu Cahaya semakin kencang menangis dan Kevin pun ikut menangis lebih kencang.
"Anak-anak kalian ngak boleh berpikir seperti itu, bu guru kalian kan kuat. Mendingan kalian berdoa untuk keselamatannya" Adi pun membuat mereka menjadi tenang dengan ucapannya.
Mereka pun mengangkat tangan dan berdoa "ya Allah selamatkan bu guru cantik, Cahaya sudah tidak ada bunda lagi, hanya bu guru yang baik sama Cahaya seperti bunda ya Allah" ucap Cahaya. Kevin pun menjawab "amin" langsung menutup doa mereka.
Dokter yang di telpon oleh pembantu itu pun langsung terburu-buru pulang ke rumahnya. Dia benar kaget wanita itu membuka matanya dan melihat ke arah sekitar seperti orang bingung, apalagi tubuhnya di peluk oleh seorang anak perempuan yang kelihatannya bahagia melihat dirinya terbangun.
"Mia" panggilnya kepada anaknya.
"Iya papa" jawabnya.
"Sekarang Mia keluar ya sama bibi, papa mau periksa dulu" ucapnya.
__ADS_1
"Iya pa, semoga mama cepat sembuh" langsung melepaskan pelukannya itu.
Perempuan itu berusaha untuk setengah duduk di bantu oleh dokter itu secara berlahan, karena tubuhnya yang lemah itu dokter itu langsung memberikan air minum dan membantunya untuk minum.
Selesai minum satu gelas air wanita itu langsung bertanya "kamu siapa."
Dokter itu pun ragu untuk menjawab namun wanita itu berbicara lagi "aku dimana dan aku siapa."
Mendengar ucapan wanita itu sontak dokter itu pun kaget dalam hatinya "dia tidak ingat dirinya berarti dia hilang ingatan."
Dari luar pun Mia berteriak "papa Mia sekarang mau masuk, Mia ngak mau nunggu lama-lama disini. Mia mau peluk mama."
Mia pun langsung masuk lagi dan memeluk wanita itu. Mendengar ucapan anaknya barusan dokter itu pun akhirnya berbohong kepada wanita itu.
"Kamu tidak ingat siapa kamu" tanyanya.
"Aku, siapa" sambil menggelengkan kepalanya.
"Astri, anak" sambil melihat ke arah Mia yang memeluknya erat.
"Iya ma, ini Mia anak mama. Mama ngak bangun-bangun jadi setiap hari Mia nemenin mama di sini" celoteh Mia.
"Kamu baru mengalami kecelakaan, mungkin itu yang membuat kamu jadi lupa. Bisa di katakan juga kamu mengalami hilang ingatan" jelasnya.
"Aku hilang ingatan" tanyanya. Dokter itu pun mengangguk.
"Mama ngak perlu khawatir, papakan seorang dokter jadi papa akan bantu mama untuk cepat sembuh" sambung Mia.
"Ya udah Mia sekarang kamu keluar biarkan mama kamu Istirahat, Bik Darmi yang akan membantu mama kamu di sini dari pakaian dan makanannya agar cepat sehat" dokter itu pun menarik tangan anaknya.
"Kamu istirahat dulu, nanti bibik yang akan bantu kamu" ucapnya langsung menggendong Mia agar tidak bisa mendekatinya lagi.
__ADS_1
Wanita itu hanya mengangguk dan bik Darmi pun masuk untuk mulai membantunya. Dokter pun langsung mengantarkan Mia ke kamarnya agar tidak mendekati wanita itu untuk sekarang.
Selesai mengantar Mia dia masuk ke kamarnya sendiri langsung membuka foto sambil menangis dan mengingat kejadian 7 tahun di masa lalu.
Namanya adalah Apriansyah, dia adalah seorang dokter semua orang memanggilnya Dokter Rian, Dokter Rian menikah dengan Astri wanita yang bekerja sebagai seorang model. Saat hamil istrinya berhenti menjadi seorang model dan fokus melakukan menjadi ibu rumah tangga, kehidupannya semakin harmonis dan bahagia ketika lahirnya Damia.
Ketika Damia berusia 3 tahun Dokter Rian di tugaskan di sebuah desa terpencil untuk membantu masyarakat di desa tersebut.
Setelah di tengah perjalanan ke desa istrinya melihat air terjun yang indah, istrinya meminta untuk berhenti dan menyuruh mereka bersama-sama untuk piknik di sana. Karena terlalu asik piknik mereka tidak menyadari bahwa Mia menghilang dari pandangan mereka.
Di saat mereka sadar Mia hilang mereka pun mencari di dekat air terjun tersebut, melihat Mia yang ada di dekat air terjun tersebut Astri pun mendekatinya.
"Mia ayo pulang jangan dekat-dekat di sana nanti jatuh" sambil berjalan ke arah Mia. Mia pun hanya menoleh dan tersenyum.
Dokter Rian pun melihat istrinya dan Mia yang lagi di dekat air terjun sambil berteriak "Mama, Mia ayo pulang" ajaknya.
Mereka pun menoleh sambil mengangguk, saat membalikkan tubuhnya Astri terpeleset dan tangannya hanya memegang sebuah batu yang ada di dekatnya. Melihat istrinya jatuh Dokter Rian terburu-buru berlari dan menggenggam tangan istrinya itu.
"Mas tolong, jangan di lepas" teriak Astri.
"Iya, pegang yang kuat aku akan tarik kamu sekarang" sambil mengangkat tubuh istrinya itu berlahan-lahan ke atas.
Mia yang ada di dekat mereka pun bingung dan mendekati mereka namun dia ikut terpeleset juga, Dokter Rian spontan melepas pegangannya itu dan menangkap Mia yang hampir terjatuh itu.
"Mas" teriak istrinya itu dan terbawa arus saat tangannya terlepas.
"Astri" teriak Dokter Rian ingin memegang tangan istrinya yang sudah terbawa arus air terjun itu.
Semenjak kejadian itu Dokter Rian menyalahkan dirinya sendiri, sedangkan Mia selalu menangis menanyakan mamanya. Mia akhirnya menjadi anak yang pendiam tidak berani keluar rumah untuk berinteraksi dengan orang sekitar sehingga Dokter Rian pun mendaftar homeschooling untuk Mia.
Untuk mengingat almarhumah istrinya itu Dokter Rian memutuskan untuk tinggal di desa terpencil itu.
__ADS_1