
Wanita itu langsung menarik Mira dan menutup wajahnya Mira dengan karung serta memasukkannya ke dalam troli makanan yang sudah di siapkan tadi.
Putri pun yang saat itu ingin masuk ke kamarnya melihat wanita itu keluar dari kamar Bagus dan langsung menegur wanita sehingga wanita itu kaget.
"Mbg tadi dari kamar Bagus yah, emang mereka minta apaan sih" tanyanya penasaran.
"Saya hanya mengantar minuman yang mereka pesan" jawabnya. Wanita itu langsung pergi meninggalkan Putri.
"Oh minuman, dasar pasangan aneh masak malam pertama minta minuman. Harusnya kan senang-senang. Mungkin haus kali ya" celoteh Putri dan dia pun membuka pintu kamarnya langsung beristirahat.
Wanita tadi menyelinap tanpa ada yang curiga dan langsung memasukkan Mira ke mobil saat di parkiran dan bergegas masuk ke dalam mobil juga. Dia pun membuka tutupan Mira dan mengikat tangan Mira.
"hahahaha rencanaku berhasil, kamu harus merasakannya" teriaknya senang di dalam mobil sambil berkaca ternyata wanita itu adalah Tiara.
Tiara pun melihat cincin pernikahan yang ada di jari Mira terus mengambilnya dan memasangkan cincin itu ke jarinya.
"Cantik sekali, yang cocok memakai barang mewah itu aku bukan kamu. Dasar wanita sialan kamu sudah buat hidup aku hancur dan sekarang malah ingin bahagia" celotehnya langsung menghidupkan mobil dan pergi dari hotel itu
Cahaya pun terbangun dari tidurnya di tengah malam sambil berteriak "bunda."
Membuat Lilian kaget dari tidurnya sehingga terjaga. Harisza yang saat itu masih telponan dengan rekan bisnisnya langsung mematikan telpon dan mendekati Cahaya.
"Cahaya kamu kenapa" ucap Lilian. Cahaya langsung memeluk omanya sambil ketakutan.
"Cahaya mimpi buruk" tanya Harisza.
"Iya, oma, opa. Cahaya takut terjadi apa-apa sama bunda" cerita Cahaya.
__ADS_1
"Cahaya mimpi itu hanya bunga tidur, bundakan dengan ayah sekarang jadi ngak akan terjadi apa-apa sama bunda" ucap Lilian menenangkan Cahaya.
"Sekarang Cahaya tidur lagi yah, besok pagi-pagi kita langsung ke kamar ayah dan bunda. Kalau malam ini ngak mungkin kita kesana karena ayah dan bunda lagi berduan" ucap Harisza dan Cahaya pun mengangguk langsung tidur lagi di temani oma dan opa nya.
Pukul 05.00 wib Bagus terbangun dari tidurnya, dia pun berlahan mengangkat kepalanya dan melihat di sekelilingnya kosong.
"Mira" panggil Bagus tapi tidak ada suara sehingga dia bangkit untuk berjalan memeriksa kamar mandinya ternyata kosong. Melihat semua kosong Bagus mencari handphonenya dan menelpon Mira dan terdengar suara getaran hp dari kamarnya.
"Ini hp Mira, kemana Mira apa dia menemui Cahaya tapi ini baru pukul 05.00 subuh. Apa aku telpon papa saja" Bagus pun ingin menelpon Harisza tapi dia mencoba mengingat kejadian semalam.
"Ngak semalam aku dan Mira enggak ngapa-ngapain, kamar ini bentuknya tidak berubah sedikit pun. Setelah meminum air kepalaku terasa pusing dan mengantuk" ucap Bagus sambil melihat ke tempat dia meminum air semalam tetapi tempat itu tidak ada lagi.
Bagus pun akhirnya merasa curiga dan dia segera menelepon sekretaris Kim dan Harisza.
"Hallo, ada apa" tanya Harisza.
"Pa, apa ada Mira di sana" tanya Bagus.
"Hallo pak" tanya Kim
"Sekretaris Kim sekarang kemari, cepat" perintah Bagus langsung mematikan hpnya. Sekretaris Kim dengan cepat keluar dari kamarnya menuju ke kamar Bagus saat di depan kamar Bagus dia bersamaan bertemu Harisza. Mereka langsung masuk bersama-sama.
Mira pun tersadar dari tidurnya dia melihat seperti orang yang kebingungan. "Dimana ini, kenapa aku ada di dalam mobil" ucapnya saat dia menggerakkan tangannya tidak bisa karena sudah terikat. Wanita di sebelahnya tertawa dan Mira pun menoleh ke arahnya.
"Tiara" ucap Mira bingung.
"Akhirnya kamu bangun juga Mira, gimana nyenyak tidurnya. Apa jangan-jangan mimpi indah" ledek Tiara.
__ADS_1
"Apa-apaan ini kenapa kamu melakukan ini pada ku, lepas" perintah Mira. Tiara pun langsung memberhentikan mobilnya ke pinggir jalan.
"Kamu pikir aku dengan mudah melepaskan kamu, aku sudah membuat rencana ini sudah lama saat aku tau kamu akan menikah" tawa Tiara dan mengulas kejadian saat rencana yang di buatnya.
"Aku menginap di dekat hotel dan berpura-pura menjadi pelayan sudah beberapa hari ini untuk mengawasi kalian, aku mun mencari tau di mana kamar yang akan kamu gunakan saat selesai acara. Aku pun berpura-pura memberikan minuman dan mencampurnya obat tidur untuk kamu dan Bagus. Setelah kalian tidak sadarkan diri aku berencana menculikmu bahkan aku akan mengajak kamu pergi jauh-jauh biar kamu merasakan sendirian tanpa melihat dan bertemu orang-orang yang kamu sayangi" ucap Tiara.
"Kamu jahat Tiara, walaupun aku benci kamu tapi kamu tetap sahabatku" teriak Mira.
"Sahabat kamu bilang, aku tidak pernah mau bersahabat dengan wanita munafik seperti kamu. Kamu dari kecil memiliki segalanya, cantik, populer, dengan mudah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Sedangkan aku hanya kamu anggap sebagai kacung yang kamu suruh kemana pun kamu mau" kesal Tiara.
"Aku dari dulu sudah menganggap kamu sebagai saudara dan aku tidak pernah berpikir seperti apa yang kamu pikirkan" jawab Mira.
"Aku tidak percaya dengan kata-kata wanita munafik seperti kamu" sambil mencengkram pipi Mira.
"Kamu lupa, kamu sudah mengambil semua yang aku miliki tapi aku tidak pernah membalas apa yang sudah pernah kamu lakukan padaku. Kamu seperti itu karena kamu tidak pernah bersyukur dan hati kamu di penuhi sifat iri yang membuat kamu menjadi wanita jahat" ucap Mira dan membuat Tiara terdiam.
"Cukup, wanita seperti kamu tidak pantas mengatakan hal seperti itu kepadaku. Aku benar-benar benci padamu" sambil menghidupkan mobilnya dan melanjutkan perjalanannya.
Bagus yang ada di dalam kamar pun kaget melihat Kim dan Harisza masuk bersama.
"Bagus apa yang terjadi" tanya Harisza, Bagus pun diam dan tidak peduli dengan pertanyaan Harisza.
"Sekretaris Kim tolong kamu cek cctv malam tadi siapa pelayan yang masuk ke kamarku, cari dia dan tanyakan pada manajer" perintah Bagus.
"Baik pak" jawab Kim langsung pergi keluar kamar.
"Bagus ayo jawab apa yang papa tanya tadi" kesal Harisza.
__ADS_1
"Pa tenang dulu, papa punya penyakit darah tinggi jadi jangan marah-marah. Gini pa semalam ada pelayanan yang mengantarkan minuman ke kamar ini, setelah meminum itu kepala ku sakit sehingga aku pingsan saat aku bangun Mira tidak ada di sini dan minuman itu harusnya ada di sini tapi tidak ada" cerita Bagus.
"Apa, coba kamu cek kotak sampah di dekat sini siapa tau dia membuang minuman itu di sini" ucap Harisza. Mereka pun mencari kotak sampah di kamar dan membukanya.