Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 99


__ADS_3

Mira pun berjalan mendekati mereka, "apa yang terjadi" tanya Mira sambil membantu Mia berdiri.


"Bukan apa-apa tante, hanya salah paham aja" jawab Mia.


"Apanya yang salah paham, memang kenyataan kok kalau kamu jahatin Cahaya" teriak Kevin.


Mira yang bingung dengan ucapan mereka pun mendekati Cahaya, "sayang cerita apa yang sebenarnya terjadi" tanya Mira.


"Aduh kalau Cahaya cerita semuanya sama mama bisa gawat ini" ucap Mia dalam hatinya.


"Gini bunda kemarin gambar Cahaya yang Cahaya kasih sama bunda awalnya tiba-tiba basah kena air saat di tinggal istirahat, terus Kevin, Johan dan Linda mencari pelakunya kemarin siang. Ternyata pelakunya itu Mia" jelas Cahaya.


"Bohong Tante, aku ngak mungkin ngelakuin itu. Cahaya otaknya sudah di cuci sama mereka semua untuk benci sama aku" potong Mia.


"Hei Mia, kamu ini tidak tau malu yah jelas-jelas tadi kamu mengakui semuanya di depan kita. Sekarang saat ada Tante kamu malah berbohong" teriak Kevin kesal.


Mia pun mendekati Mira sambil memegang tangannya "Tante, Tante percaya kan sama Mia. Mereka semua ini mau membuat aku dan Cahaya jauh" ucapnya.


"Enggak bunda, teman-teman bicara jujur. Tadi Mia sudah mengakui semua kejahatannya sama Cahaya tadi" sambung Cahaya.


Dari jauh Prita yang melihat mereka pun penasaran "kenapa anak-anak berkumpul di sana dan belum masuk kelas, ya udah lah perintah kepala sekolah tadi suruh pak penjaga untuk hidupin bell masuk kelas" Prita pun berjalan pergi dari tempatnya.


Mira pun menoleh ke arah Mia dengan wajah kasihan, namun bell masuk pun berbunyi " sekarang kalian masuk ke kelas yah, pulang sekolah kita lanjutkan lagi tentang ini" ucap Mira.


"Iya bunda" mereka pun pergi dari tempat itu, hanya Mia yang masih berdiri sambil menangis melihat ke arah Mira.


"Tante" panggil Mia.


"Mia sekarang waktunya belajar, Tante ngak mau gara-gara masalah ini pelajaran kalian terganggu. Ayo ikut yang lain masuk ke kelas" perintah Mira.


Mia pun mengangguk dan ikut masuk ke dalam kelas, Mira pun menarik nafas dalam-dalam dan pergi dari tempat itu berjalan menuju mobilnya dan mengambil hp segera menghubungi Rian.


Selesai menghubungi Rian, Mira menjalan mobilnya "aku harus ke kantor mas Bagus untuk menceritakan hal ini, aku tidak mau psikis Cahaya dan Mia terganggu karena mereka saling membenci" ucapnya.


Di kantor pun Bagus yang di temani Kim segera masuk ke ruangannya, Arya yang sudah menunggu Bagus segera ikut masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


"Ada apa" tanya Bagus.


"Ada info pak" jawabnya, namun tiba-tiba Mira datang membuka pintu ruangan Bagus.


"Maaf, saya kira tidak ada tamu" saat hendak menutup pintu.


"Sayang, jangan di tutup pintunya. Ya udah kamu ceritakan semuanya kepada Sekretaris Kim dan aku mau menemui istri ku" ucap Bagus pergi meninggalkan ruangan menghampiri Mira.


"Kenapa?" tanya Bagus.


"Mas, kita bicara tempat lain saja yah" jawab Mira.


"Ya udah kita ke kafe di depan kantor saja" ajak Bagus langsung menggenggam tangan istrinya itu sambil berjalan.


Di kelas Bu Prita masuk ke ruangan sambil menyapa "selamat pagi anak-anak."


"Selamat pagi Bu" ucap mereka semua senang.


"Wah Bu guru sekarang mengajar kita lagi. Ibu tau ngak kami semua kangen banget sama ajaran ibu" ucap Linda.


"Selama ini sih aman Bu sebelum ada murid baru yang meresahkan" celoteh Kevin.


"Kevin, ngak boleh loh bicara seperti itu. Kita semua di sini teman jadi ingat yah anak-anak harus berteman pada semuanya" jelas Prita.


"Baik Bu guru" jawab mereka bersamaan.


Prita pun memulai pelajarannya kepada anak-anak dan hanya Mia sendiri yang diam seolah gelisah.


"Gimana yah, aku ngak mau di usir. Aku harus cari ide biar ngak di usir" ucap Mia dalam hatinya.


Saat itu Prita melihat Mia yang sedang bengong sendiri, "Mia" panggil Prita.


Mia pun tetap diam tidak mendengar ucapan Prita, "Mia" teriak Prita sehingga membuat Mia kaget.


"I, i, iya Bu" jawab Mia.

__ADS_1


"Kamu jawab pertanyaan di papan tulis" perintah Prita.


Mia pun berdiri berjalan ke papan tulis, dia menggaruk kepalanya seolah bingung "ini jawabannya apa, aku tidak memperhatikan jelasan bu guru tadi" dalam hatinya.


"Kenapa, kamu ngak bisa" tanya Prita.


Mia pun mengangguk, "siapa yang bisa jawab" tanya Prita kepada muridnya. Cahaya pun menunjuk jarinya, "Cahaya ayo silahkan jawab" ucap Prita.


Cahaya berjalan dan menjawab semuanya dengan benar, "Bagus Cahaya jawabannya benar, Mia ibu minta tolong di kelas jangan melamun yah."


"Iya Bu" jawab Mia, mereka pun duduk ke bangku mereka masing-masing.


Mira dan Bagus pun duduk di kafe sambil memesan minuman, "ada apa sayang" tanyanya.


"Mas kita harus bagaimana, ini menyangkut Cahaya dan Mia" tanya Mira.


"Kenapa, kamu seperti orang khawatir" jawab Bagus penasaran.


"Semalam Mia bilang kalau Cahaya dan teman-teman di kelasnya membullynya, tapi tadi saat aku mengantar mereka ke sekolah aku melihat mereka bertengkar sampai Mia terjatuh. Mia pun melakukan kejahatan pada Cahaya, dia menumpahkan minuman ke lukisan Cahaya" jelasnya.


"Apa, anak kecil itu berani sekali sama anakku. Aku sudah bilang sama kamu sayang kalau anak itu tidak usah di izinkan tinggal di rumah, hari ini kita pulangkan dia ke rumahnya" ucap Bagus.


"Tapi mas, dia melakukan itu karena dia mau mendapatkan perhatian dari aku. Aku cuma takut saja kalau kita mengusirnya maka akan berdampak pada psikisnya."


"Tapi sayang kalau dia di rumah maka psikis Cahaya yang akan berdampak akibat ulah dia, aku tau kamu baik sama dia karena dia sudah merawat kamu dulu tapi bukan berarti kita harus mengorbankan Cahaya" jelas Bagus yang membuat Mira diam.


Bagus pun memegang tangan Mira, "Mas, kalau begitu biarkan Rian yang menjemputnya" ucap Mira.


"Baik lah."


"Tapi kamu janji yah jangan emosi dan bicara apa pun di depan Mia karena aku tidak mau kamu menyakiti hati anak itu. Aku percaya anak itu akan berubah kalau aku bicara dengan dia pelan-pelan, aku juga sudah menelpon Rian tadi."


"Ya udah kalau gitu kita pulang ke rumah menunggu Rian di sana saja, bentar lagi juga Cahaya akan pulang sekolah" mereka pun pergi dari kafe.


Sampai jam pulang sekolah pun Cahaya tidak bertegur sapa dengan Mia, mereka berdiri di depan gerbang sekolah dengan jarak sampai duduk di dalam mobil Cahaya duduk di depan sedangkan Mia duduk belakang.

__ADS_1


Saat sampai di rumah mereka masuk dan Mia kaget melihat Rian yang langsung berdiri mendekati dirinya "Mia" panggilnya.


__ADS_2