Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 29


__ADS_3

Kim dan Blue yang sudah selesai dari wo berhenti mendadak di depan pintu pagar rumah. "Kenapa?" tanya Blue.


"Itu ada seseorang di depan pintu pagar tadi hampir saja kena tabrak" jawab Kim sambil mencari kemana arah perempuan itu pergi.


"mana ngak ada mas" sambil melihat ke depan Blue.


"Udah lah mungkin perasaan aku aja" langsung memasukkan mobilnya.


Keesokannya Mira, Cahaya dan Blue ke bandara jadwalnya pulang ke Bali. "Ayah, Cahaya pulang dulu jangan lupa telpon Cahaya terus" ucap Cahaya sambil memeluk Ayahnya.


"Oke, selesai urusan disini ayah akan segera ke Bali" Bagus pun membalas pelukan Cahaya.


"Cahaya opa dan oma juga akan secepatnya menyusul setelah selesai mengundang semua rekan bisnis kami" ucap Harisza ikut serta memeluk dan di susul juga oleh Lilian Sandrina.


"Apaan sih kok pelukannya kayak teletubbies, malu tau di tempat ramai gini" celoteh seorang anak dari jauh yang ingin mendekati mereka.


Mendengar itu mereka melepaskan pelukannya dan menoleh ternyata itu Kevin. "Kevin kamu ngak boleh bicara seperti" ucap Rahayu tantenya. Kevin pun menjawab "tapi kan benar tante."


"Ada Kevin, apa Kevin mau pulang juga" tanya Mira. "Iya tante" jawabnya.


"Kevin sini deh" panggil Cahaya dan Kevin pun mendekati Cahaya dan Cahaya langsung menjitak kening Kevin.


"Aduhh.." teriaknya


"Kamu bilang kayak teletubbies, kamu tau kan teletubbies itu berpelukan tidak sakit. Tapi kalau di jitak gini sakitkan, otak kamu itu ngak ada isi kalau bicara suka asal" marah cahaya.


"Kamu galak banget sih, setiap ketemu ngomel mulu" sambil memegang keningnya yang sakit.


"Udah ngak usah berantem, ayo masuk nanti ketinggalan pesawat" ajak Blue.


"Maaf om, tante, kak Bagus dan mbg Mira atas perkataan Kevin" ucap Rahayu.


"Ngak apa-apa namanya juga anak-anak" jawab Harisza. "Makasih om, kalau gitu kami pamit masuk duluan" langsung meninggalkan keluarga Bagus.

__ADS_1


"Dadah oma, opa, ayah dan om Kim" sambil melambaikan tangannya pergi meninggalkan mereka.


Di rumah mewah Putri Arman di usir dari rumahnya. "Pa aku ini anak papa kenapa tega" teriak Putri marah kepada Arman Wijaya orang tua kandungnya.


"Kamu bukan anakku lagi, semua ini gara-gara kamu keluarga Harisza memutuskan tidak berinvestasi lagi ke kita dan akibat itu aku jadi rugi besar. Kamu secara diam-diam melakukan proses perceraian dengan Bagus" usir Arman kepada Putri.


"Tapi aku tidak suka dengan lelaki itu dari dulu, papa yang memaksa aku" bantah Putri.


"Itu lah kebodohan kamu, aku sengaja menjodohkan kamu dengan Bagus agar masa depan kamu terjamin. Tapi kamu malah seenaknya bertindak bodoh. Aku sudah memutuskan untuk mengeluarkan daftar nama kamu di kartu keluarga kita, pergi sekarang." langsung mengusir Putri dan menutup pintu rumah.


"Pa buka pa, buka pa, papa, okey kalau itu keinginan papa aku akan pergi dari sini" teriak Putri sambil mengedor pintu rumah dan akhirnya memutuskan pergi sambil menarik kopernya dan menaiki taksi.


"Aku harus ke hotel mencari tempat bermalam untuk malam ini" oceh Putri di dalam taksi sendirian. Sesampai di hotel pun Putri memesan kamar hotel ke resepsionis dan mengeluarkan ATM nya.


"Maaf mbg, apa ada ATM lain karena ini tidak bisa" ucap resepsionis itu. Putri pun mengeluarkan semua ATM dan memberikannya kepada resepsionis itu. Selesai di cek satu persatu resepsionis itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maaf mbg semua kartunya tidak bisa" ucapnya lagi. "Apa, tidak mungkin. Coba lagi" pinta Putri.


"Sudah tapi tidak bisa" jawab resepsionis itu. "Ya udah saya mau telpon keluarga saya dulu" langsung mengeluarkan hpnya dari dalam tas dan menelpon seseorang.


"Sial, papa jahat banget aku kan anak kandungnya kenapa dia tega begitu.


Akhhhh..." teriaknya dan keluar dari hotel itu.


"Aku harus kemana sekarang, oh iya Steven" Putri mengeluarkan hp nya dan menelpon Steven tetapi tidak di angkat-angkat oleh Steven dan membuat Putri semakin kesal.


"Oke aku langsung ke rumahnya saja" Ucap Putri langsung memberentikan taksi yang ada di sana.


Setelah mengantar Mira ke bandara Bagus langsung menuju ke kantornya, dia melihat seseorang yang dia kenal lagi menunggu di depan kantornya membawa surat-surat.


"Kenapa dia di sana" tanya Bagus.


"Sepertinya mau interview kerja pak" jawab Kim.

__ADS_1


"Suruh ke ruangan sekarang" perintah Bagus. "Baik pak" Kim pun langsung menelpon manajer HRD.


"Pada pak Arya" tanya karyawan yang ada di sana.


"Iya" jawab Arya. "Sekarang ayo ikut saya" menunjukkan jalannya.


Arya pun bingung mau di ajak kemana dan dia pun bertanya "kita mau kemana ya mbg kalau boleh tau."


"Ikut aja, bos yang akan interview pak Arya secara langsung" jawab karyawan itu membuat Arya kaget dan dalam hatinya "bos, apa yang di maksud itu bos Bagus Sandi Dinoto. Akhh, tapi itu tidak mungkin."


"Sekarang pak Arya silahkan masuk" pinta karyawan itu sambil membuka pintu. Arya pun masuk ke ruangan itu dan di dalamnya hanya ada seseorang yang duduk membelakangi Arya. Arya pun langsung bingung langsung mengucapkan "pak maaf, tadi saya di suruh masuk ke ruangan ini".


"Arya mantan manajer sekaligus mantan suami dari model yang sudah dia besarkan" ucap seseorang itu sambil memutar kursinya melihat ke arah Arya.


"Pak Bagus" kaget Arya.


"Kamu yakin mau bekerja disini" tanya Bagus. "Iya pak" jawab Arya.


"Oke mulai hari ini kamu bisa aku terima kerja di sini, tapi jawab dulu pertanyaanku" ucap Bagus.


"Apa itu pak?" tanya Arya penasaran


"Kamu harus menulis apa saja yang Mira suka dan benci, tulisan itu secepatnya besok kamu berikan kepadaku. 2 Minggu lagi aku akan menikah dengannya jadi aku mau menjadi suami yang dapat dia andalkan" ucap Bagus sambil berdiri mendekati Arya.


"Baik pak, kalau itu saya bisa" jawab Arya.


"Oke, ingat besok kamu harus segera memberikan itu semua ke saya. Sekretaris Kim ajak dia keluar sekarang" perintah Bagus.


"Terimakasih pak" Arya pun pergi bersama Kim.


Kim mengantarkan Arya ke ruangan kerja Arya.


"Ini ruangan kamu dan ingat jangan cari masalah. Kalau kamu cari masalah kami tidak akan segan-segan menghancurkan kamu" gertak Kim.

__ADS_1


"Siap, saya akan bekerja dengan giat" jawab Arya walaupun jantung Arya merasa tidak normal detaknya mendengar kata-kata Kim barusan.


__ADS_2