Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 53


__ADS_3

Sampai di rumah sakit pun Prita langsung di bawa ke ruang UGD oleh perawat dan di periksa oleh dokter.


Bagus, Putri, Harisza, Adi, Cahaya dan Kevin pun menunggu di luar.


Saat itu pun di susul oleh Lilian, Rahayu, Blue, Kim dan Arya.


"Gimana" tanya Lilian penasaran, Cahaya pun langsung memeluk omanya sedangkan Kevin langsung memeluk Rahayu.


"Masih di periksa oleh dokter ma" ucap Bagus.


Arya pun langsung mendekati Putri yang menangis di sana, "kamu ngak apa-apa" tanya Arya. Putri pun hanya mengangguk dan Arya memeluk Putri untuk menenangkannya yang sedang menangis.


"Ayo kita pergi ke sana" ajak Arya yang melihat kondisi Putri penuh dengan darah yang sudah mengering di tangan dan tubuhnya. Putri pun mengikuti Arya yang mengajaknya itu dan pergi dari ruang tunggu UGD.


"Ini semua salah ku kak, di hari pernikahan ku malah ada orang yang celaka" ucap Blue.


"Ngak Blue, ini kecelakaan jadi tidak ada yang salah" jawab Bagus untuk menenangkan adiknya itu.


Dokter pun keluar "siapa di sini keluarganya" tanya dokter.


"Ada apa dokter" tanya Harisza.


"Apa bapak adalah keluarga pasien, pasien harus segera di operasi sekarang karena mengalami pendarahan di otaknya akibat benturan ke aspal" ucap dokter.


"Bukan dok saya bukan keluarganya, lakukanlah dok yang terbaik, apa pun itu saya yang akan bertanggung jawab atas semuanya" jawab Harisza.


"Baik lah, sekarang urus administrasinya di sana dan kami akan segera memindahkan pasien ke ruang operasi" dokter pun pergi meninggalkan mereka.


"Terimakasih dokter" sambung Harisza.


"Adi gimana" tanya Bagus.


"Keluarganya sudah saya hubungi, mereka akan segera kemari dari Jakarta" jawab Adi.


"Ya udah aku dan papa akan urus administrasinya kesana" ucap Bagus.


"Kim kamu ajak semuanya pergi dari sini, biarkan aku dan Bagus yang mengurus semuanya di sini" perintah Harisza kepada Kim.


"Baik pak" jawab Kim. Mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit itu.

__ADS_1


Di kantin pun Arya membantu membersihkan dan mengobati Putri. "Gimana kalau kita periksa saja di sini biar tau kondisi kamu" ajak Arya.


"Ngak usah, aku ngak apa-apa. Lagian luka ku juga hanya kecil dan tubuhku sekarang sudah enakan setelah minum" jawab Putri.


"Tapi tetap aja kamu sudah mengalami kekerasan melawan penculik" paksa Arya.


"Ngak usah, aku benar-benar ngak apa-apa. Serius, sekarang aku mau secepat mungkin melihat keadaan Prita."


"Ya udah selesai ini kita langsung balik kesana lagi" namun suara hp Arya pun berbunyi ternyata dari Bagus yang mengabarkan bahwa Prita sudah di pindahkan di ruangan operasi.


"Ada apa" tanya Putri.


"Dari pak Bagus, katanya Prita pindah ruangan karena dia secepatnya akan di operasi" jawab Arya.


"Ya udah sekarang kita kesana" ajak Putri langsung menarik tangan Arya. Mereka pun secepatnya menyusul ke ruang tunggu operasi.


Saat mereka sampai tiba-tiba polisi datang langsung menghampiri mereka dan menangkap Putri.


"Saudari Putri anda kami tahan" langsung memborgol Putri.


"Apa-apaan ini pak kenapa Putri di tangkap" tanya Arya, Bagus dan Harisza pun berdiri mendekati mereka.


"Saudari Putri bekerja sama dengan para penculik itu, bahkan dia adalah otak dari penculikan ini" jawab polisi.


"Kamu benar-benar keterlaluan Putri, kamu tidak pernah berubah" kesal Bagus.


"Ngak Bagus itu salah paham, awalnya aku memang mau menculik Cahaya tapi penculik itu ternyata merubah semuanya dan membohongi aku. Pak tolong lepaskan, aku ngak bersalah itu semua bohong" tangis Putri.


"Lebih baik saudari Putri anda jelaskan saja di kantor nanti keterangan yang anda berikan" menarik Putri untuk mengikutinya.


"Arya, tolong Arya aku benar-benar ngak bersalah. Aku bersumpah tidak berbohong" teriaknya sambil keluar dari rumah sakit itu.


Arya pun menempelkan tubuhnya ke dinding seolah tidak percaya dengan yang terjadi, dia pun duduk terkulai lemas "Putri apa kamu memang sejahat ini, apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap dalam hatinya.


"Perempuan gila itu benar-benar tidak berubah" teriak Bagus.


"Sudah lah dia sudah di bawa ke kantor polisi, kamu harus bisa menahan emosi" Harisza sambil mengelus punggung anaknya itu.


"Tapi pa, gara-gara ulah dia akhirnya ada yang terluka sampai seperti ini" kesal Bagus.

__ADS_1


"Tidak ada gunanya kamu marah-marah semua sudah terjadi, ayo kita duduk di sini sambil mendokan Prita yang lagi berjuang untuk keselamatan dirinya" mendengar ucapan Harisza mereka pun duduk diam menenangkan diri.


Arya melihat Bagus yang sudah tenang dia pun langsung berdiri dan berpamitan dengan Harisza dan Bagus "pak maaf aku mau pergi ke luar dulu."


Harisza mengangguk dan melambaikan tangannya untuk mempersilahkan Arya pergi dari rumah sakit. Arya langsung terburu-buru naik mobil untuk menelpon pengacara dan langsung pergi menuju ke kantor polisi.


Selesai operasi pun dokter langsung keluar, namun tiba-tiba datang lah seorang laki-laki paruh baya menggunakan kemeja biru menghampiri dokter itu duluan.


Bagus dan Harisza pun berdiri hanya diam karena laki-laki itu langsung mendekati dokter.


"Dokter bagaimana ke adaan anak saya" ucapnya panik.


"Anak bapak sudah selesai di operasi, tadi kita sudah menghentikan perdarahannya. Kita doakan saja semoga dia cepat pulih dan sadar agar segera di pindahkan ke ruang perawatan biasa" jelas dokter.


"Alhamdulillah, berarti anak saya sudah tidak apa-apa" tanyanya.


"Iya, dia sudah melewati masa kritisnya" jawab dokter itu tersenyum, Bagus dan Harisza pun lega mendengar perkataan dokter tersebut.


"Sekarang saya permisi" pamit dokter pun segera meninggalkan mereka.


Laki-laki itu menoleh ke arah Bagus dan Harisza mereka sama-sama kaget, ternyata mereka saling mengenal.


"Arman" panggil Harisza.


"Harisza, Bagus" ucapnya sambil menunjuk kearah Harisza dan Bagus .


"Kalian kenapa ada disini" tanya Arman.


"Aku kesini mengantar dan menunggu Prita. Tadi kamu bilang anak, apa Prita anak kamu" Harisza balik bertanya.


"Iya Prita anakku" jawab Arman.


"Anak, bukannya hanya Putri anakmu" tanya Harisza.


"Putri anak tidak berguna itu adalah anak pertamaku, Prita anak kedua ku. Dia dari kecil tinggal dan sekolah di New York, saat dia pulang ke Indonesia dia memohon untuk bekerja sebagai guru pada hal aku menyekolahkannya untuk melanjutkan bisnisku" ucapnya.


Bagus dan Harisza pun paham apa yang di ceritakan oleh Arman.


"Tadi kalian bilang mengantar dan menunggu Prita, apa maksudnya. Apa jangan-jangan kalian yang membuat Prita begini" sambung Arman.

__ADS_1


"Arman, kamu jangan sembarang bicara" kesal Harisza.


"Terus ada hubungan apa kalian dengan anakku, tidak mungkinkan kalian mau membantu Prita kalau tidak ada apa-apa" teriaknya. Mendengar perkataan Arman yang seperti itu Harisza pun tidak bisa menahan kesalnya sehingga dia pun balik meneriaki Arman.


__ADS_2