
"Kamu pikir aku wanita rendahan yang bisa tidur dengan laki-laki siapapun, anak yang ada di rahim ku ini adalah anak Mas Bagus. Bukan anak kamu, aku tidak percaya sedikitpun kalau ini adalah anak kamu kamu hanya berbohong mengambil kesempatan."
Dengan nada marah Gaga pun "aku tidak berbohong dalam kesempatan ini, aku akan membuktikannya dan kita melakukan tes DNA. Apa kamu lupa malam itu kamu menghabiskan waktu bersama ku, jadi kamu tahu itu adalah anakku bukan anak dari Bagus."
"Baiklah aku akan menyetuju ucapanmu untuk DNA."
Mira yang marah pun sehingga membuat Bagus menghela nafas panjang "hentikan, aku mempercayai istriku jadi tidak perlu melakukan hal yang tidak penting."
"Tidak, kita harus lakukan" ucap Bagus mengalah.
"Baiklah kita akan melakukan tes DNA di rumah sakit sejahtera, aku akan menunggu kamu di sana besok pukul 04.00 sore kamu ajak semua keluarga kamu dan kamu buktikan siapa ayah dari anak tersebut" ucapan Gaga itu membuat Mira semakin kesal.
__ADS_1
"Baiklah aku akan buktikan kalau aku tidak pernah berhubungan apa pun kepada kamu" Mira yang marah pergi dari tempat itu.
Gaga pun tersenyum senang dan segera mengambil hp-nya untuk menelpon seseorang, di rumah pun Cahaya yang melihat Mira masuk dalam keadaan kesal pun segera memanggil Mira "Bunda, Bunda, bunda" panggil Cahaya yang tidak dijawab oleh Mira.
Bagus yang melihat Mira mengabaikan Cahaya segera cepat melangkah kan kakinya menarik tangan Mira sehingga Mira pun langsung berhenti dan melihat ke arah Bagus, Bagus pun membisikan sesuatu ke telinga Mira "anak kamu memanggil dari tadi" Mira yang mendengar bisikan itu pun segera menoleh ke arah Cahaya.
"Bunda kenapa?"
Pertanyaan Cahaya itu membuat Mira pun menarik nafas dalam "Bunda nggak apa-apa Cahaya, Bunda mungkin kelelahan jadi Bunda nggak mendengar Cahaya memanggil Bunda" jawab Mira.
"Terima kasih anak cantik, Bunda akan masuk istirahat ke kamar kamu jangan nakal yah" sambil mengelus kepala Cahaya.
__ADS_1
Cahaya pun mengangguk dan segera menarik tangan Bagus "ayah ayo kita main di luar bersama saja, ayah ngak boleh ganggu Bunda istirahat di kamar" celoteh Cahaya menarik tangan Bagus.
Bagus pun mengikuti langkah kaki kecil anaknya itu, Mira segera merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil mengelus perutnya memikirkan kejadian tadi.
"Bunda percaya kamu anak ayah nak" celoteh Mira sambil memejamkan matanya.
Bagus yang saat itu masuk ke kamar melihat Mira sudah tertidur segera menyelimuti istrinya itu dan mencium keningnya, Bagus menatap wajah Mira yang sudah tidur pulas itu.
"Kamu jangan takut, aku ada untukmu" celoteh Bagus dan pergi meninggalkan Mira sendirian.
Mira pun membuka matanya mendengar celotehan Bagus tadi "terimakasih mas" jawab Mira serta memejamkan matanya lagi.
__ADS_1
Keesokan harinya Cahaya yang hendak berangkat ke sekolah berjalan masuk ke kamar Bagus dan Mira, Cahaya tidak sengaja mendengar ucapan Bagus tentang DNA.
Cahaya yang mematung di depan kamar, Bagus yang melihat anaknya ada di depan pintu berteriak "Cahaya ngapain, masuk" Cahaya pun segera masuk ke kamar.