
Mereka berdua kaget ada dua gelas di kotak sampah itu.
"Sialan" teriak Bagus.
Kim pun menelpon Bagus, Bagus pun terburu-buru ke ruangan cctv bersama Harisza. Arya yang saat itu keluar dari kamar ingin berolahraga melihat Bagus dan Harisza berjalan terburu-buru merasa penasaran.
"Ada apa, kenapa mencurigakan sekali" celoteh Arya sambil diam-diam mengikuti mereka dari belakang.
Bagus dan Harisza pun masuk tapi mereka lupa menutup pintu karena terburu-buru sehingga Arya dapat mendengar percakapan mereka.
"Lihat rekaman ini" ucap Kim sambil memutar video semalam sampai berhari-hari.
"Sial, wajahnya tidak jelas karena dia tau cctv" teriak Bagus.
"Ini pak" Kim pun menunjuk rekaman lain.
"Maaf pak dia bukan pelayan di sini, dia menyamar dan dia sudah berhari-hari ada di dekat hotel ini" jawab manajer hotel.
"Tiara" teriak Arya dari luar setelah melihat rekaman itu dari jauh. Semua orang menoleh ke arahnya dan Arya pun kaget.
"Kamu, ngapain di sini terus apa maksud kamu Tiara" marah Bagus.
"Maaf pak tadi saya kebetulan lewat dan lihat rekaman yang bapak putar, coba tolong putar lagi rekamannya" pinta Arya, Kim pun memutar rekaman itu lagi. "Benar ini Tiara pak, saya sudah bertahun-tahun mengenal mantan istri saya itu jadi saya tau kalau wanita yang membawa bu Mira ini Tiara" ucap Arya membuat semuanya kaget.
"Wanita sialan itu berani sekali dia mengganggu istriku, akan aku buat dia menderita. Kim cepat suruh semua orang cari wanita ini dan kamu Arya apa kamu sekelompok dengan dia" gertak Bagus.
"Bagus sabar, dia tidak mungkin sekelompok dengan wanita itu karena tidak mungkin dia mengatakan pada kita kalau itu mantan istrinya" ucap Harisza menenangkan Bagus.
"Iya pak, saya tidak tau apa-apa karena terakhir saya bertemu dengan Tiara 2 minggu lalu saat dia menyelinap ke rumah meminta uang 50 juta untuk pergi dari Jakarta. Tapi saya akan coba bantu bapak untuk menghubungi Tiara" Arya pun mengeluarkan hp nya dan coba menelpon Tiara ternyata di angkat.
"Halo, apa yang kamu lakukan" tanya Arya langsung di speaker.
"Ternyata kamu tau ya" tawa Tiara.
"Dimana sekarang kembalikan Mira, kamu tau apa konsekuensi kalau kamu menyakiti Mira" pinta Arya.
__ADS_1
"hahaha aku tidak akan membuat wanita ini bahagia, kamu tidak usah ikut campur dan tutup mulut saja karena aku akan membawanya pergi jauh dari kalian semua" langsung mematikan hpnya.
"Halo, Tiara, Tiara" panggil Arya.
Bagus yang mendengar itu langsung murka, "kamu berikan nomor hp Tiara sama sekretaris Kim" Bagus pergi keluar di susul oleh Harisza.
"Kamu jangan emosi, kita akan cari Mira sama-sama" ucap Harisza.
"Pa, biar aku sendiri dan orang-orang yang cari. Papa tetap di sini jaga Cahaya dan mama aku tidak mau mereka khawatir" pinta Bagus.
"Okey papa tidak ikut, hati-hati" ucapnya.
Bagus pun mencari Mira di bantu oleh semua anak buahnya, Kim pun yang saat itu sibuk di tempat ahli IT langsung menelpon Bagus.
"Pak sudah ketemu, lokasinya di jalan poros selatan" ucap Kim.
Bagus pun menancap gasnya dengan cepat, Kim pun langsung keluar mengendarai mobilnya juga dengan kecepatan. Serta tidak salah lagi anak buah yang lain pun ikut dengan gas yang super ngebut di jalan.
Tiara yang ikut lagi mengendarai kaget kenapa di belakang mobilnya banyak sekali mobil dan motor yang mengikutinya, dia sadar kalau dia sudah di kepung dan ketahuan.
"Tiara hentikan, kita bisa bahaya" teriak Mira sambil berusaha melepaskan ikatan yang ada di tangannya.
"Diam kamu" marah Tiara.
Harisza yang saat itu langsung ke kamar dan melihat Cahaya dan Lilian masih tertidur, Harisza pun membangunkan Lilian secara pelan-pelan dan mengajaknya untuk berbicara keluar. Lilian pun bingung nak mengikuti Harisza.
"Ada apa" tanya Lilian.
"Mira di culik" jawabnya.
"Apa gimana ceritanya?"
"Nanti aku ceritakan detailnya, tapi aku harus pergi membantu mencari Mira" jawab Harisza dan saat itu Harisza menerima telpon dari Bagus.
Tanpa mereka berdua sadar Cahaya ternyata terbangun dari tidurnya dan mencari oma dan opanya.
__ADS_1
"Oma, opa" teriaknya, dia pun turun dari ranjangnya dan keluar seketika ingin berlari mendekati opa dan omanya Cahaya pun kaget.
"Sayang, penculik Mira sudah ketemu. Sekarang Bagus dan yang lainnya lagi mengejar! Aku pamit dulu yah pergi dan kamu hati-hati" ucap Harisza.
"Hah, bunda di culik" menangis langsung mendekati opa dan omanya.
"Cahaya" kaget Lilian mendengar suara Cahaya.
"Benar opa, oma bunda di culik. Gimana kalau mimpi Cahaya kenyataan" tangisnya semakin menjadi. Lilian pun memeluk Cahaya untuk menenangkannya.
"Cahaya, bunda tidak apa-apa! Sekarang ayah lagi menyusulnya jadi Cahaya dan oma di sini ya berdoa untuk bunda dan jangan nangis lagi" ucap Harisza. Cahaya mengangguk kepalanya dan mengantarkan Harisza keluar kamar dan tiba-tiba Blue datang di depan kamar langsung memeluk Cahaya.
"Cahaya jangan nangis ya, bunda orang kuat tante yakin ngak akan terjadi apa-apa" mereka pun saling menguatkan dan Harisza hilang dari pandangan mereka.
Bagus melihat mobil Tiara langsung mengklakson dan menabrak mobil itu dari belakang, tetapi Tiara tidak menyerah dia pun selalu menancapkan gas mobilnya.
"Sialan, dia mau main-main dengan ku" kesal Bagus.
"Hahaha" Tiara pun tertawa dari kaca spion mobil meledek Bagus.
Mira yang saat itu ikatannya terlepas langsung mengambil kemudi yang Tiara pegang dan dengan mudah Tiara langsung mendorong Mira sehingga kepalanya terbentur berdarah.
"Sialan apa yang kamu lakukan" teriak Tiara.
"Hentikan mobilnya, aku tidak ingin kamu semakin jadi-jadi seperti ini. Kamu harusnya taubat" ucap Mira sambil memegang kepalanya yang berdarah.
"Bodoh, kamu pikir aku mau membiarkan kamu turun dan bahagia."
"Sadar Tiara, kita dari kecil tinggal bersama di panti sampai kita dewasa kita tetap sama-sama. Tapi kenapa kamu seperti ini" teriak Mira.
"Berhenti, aku tidak ingin mendengar perkataan mu. Lebih baik kamu diam duduk di sana" teriak Tiara.
Bagus pun mempercepat mobil hingga mobil mereka berdampingan. Mira yang melihat itu langsung membuka pintu kaca mobil dan berteriak "Mas tolong."
Bagus yang melihat Mira keluar dari kaca mobil kaget langsung membelakangi mobilnya.
__ADS_1
Dengan sigap Tiara menarik masuk Mira ke dalam hingga tubuh Mira pun ikut masuk, melihat itu Mira mengambil stir mobil itu lagi agar Tiara menghentikan mobilnya tapi Tiara mendorong Mira lagi hingga terbentur untuk ke dua kalinya. Akibat itu Mira pingsan saat Tiara menoleh Mira pingsan dia pun tersenyum. Tapi saat Tiara menoleh ke depan ternyata ada pembatas jalan sehingga dia membelokkan stirnya sampai mobil itu masuk ke jurang hingga meledak.