Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 74


__ADS_3

Cahaya pun menghampiri temannya.


"Gimana udah selesaikan gambar kita" tanyanya.


"Udah kok, gambar semuanya udah selesai" jawab Linda.


"Ya udah Mia kalau gitu kita pulang dulu, sisanya nanti aku yang selesaikan sebab ini sudah sore banget" ucap Cahaya.


"Iya serahin aja sama Cahaya, semua akan beres sebab Cahaya itu geni" mulut Kevin pun langsung di tutupi oleh Johan.


"Kenapa" tanya Linda penasaran melihat Johan yang menutupi mulut Kevin.


"Tadi ada lalat nanti masuk ke mulut Kevin, Udah ayo kita pulang ngak usah di dengarin apa yang Kevin ucapkan" membereskan barang-barangnya.


"Ya udah hati-hati yah" menemani mereka keluar rumah untuk pulang. Mereka pun masuk ke dalam mobil untuk pulang.


Putri dan Arya yang sudah mengantarkan Prita ke rumahnya, Arya pun langsung memberhentikan mobilnya ke sebuah kafe.


"Kita ngapain berhenti di sini" tanya Putri.


"Kita makan lah, lagian kerjaan semua sudah selesai di kantor. Kamu juga sudah seharian nemenin adik kamu terapi, sekarang waktunya kita makan isi perut sebelum pulang" jawab Arya.


"Bener juga yah, aku juga ngak ngak mungkin sempat masak. Ayo" ucap Putri sambil membuka sabuk pengamannya, mereka pun keluar dan mencari posisi. Putri melihat semua makanan yang ada di sini sejenis seafood.


"Kamu suka makan sejenis seafood" sambil duduk di tempatnya.


"Iya, ini kan kesukaan aku makan kayak gini. Kamu ngak suka atau ada alergi atau bahkan tidak nyaman, kalau gitu kita cari tempat lain" celoteh Arya.


"Udah aku suka kok" Putri pun menoleh ke arah kaca dekat tempat duduknya.


"Ya udah aku ke toilet dulu" Arya pun berdiri meninggalkan Putri.


Selesai memesan Putri melihat wanita muda masuk ke dalam kafe itu "itu kan Mira" ucap Putri dalam hati sambil melongok melihat wanita itu.


Arya yang baru saja selesai dari toilet pun berjalan tanpa sengaja menabrak wanita yang sedang berdiri mencari tempat duduknya hingga wanita itu menjatuhkan tasnya, isi dari tas itu pun berhamburan kemana-mana.


"Aduh maaf mbg saya tidak melihat" ucap Arya sambil membereskan isi tas yang berhamburan itu. Putri yang melihat kejadian itu pun segera menyusul ke arah Arya.


"Iya ngak apa" jawabnya. Arya pun berhenti membereskan barang yang berhamburan itu ketika mendengar suara wanita muda itu. "suara ini kok tidak asing yah di telinga" ucapnya langsung menoleh ke arah wanita itu.

__ADS_1


Arya pun gugup melihat kejadian itu, dia pun merasa senang tapi bercampur bingung melihat wanita itu yang mirip sekali dengan almarhumah Mira.


Arya pun berdiri sambil memegang barang yang sudah dia punguti itu mematung.


"Makasih ya mas sudah bantuin" wanita itu langsung mengambil barang yang ada di tangan Arya.


"Ini ngak mimpikan" ucapnya sambil mengucek kedua matanya dengan tangan.


"Maksudnya mas" tanyanya.


Namun datang laki-laki yang menghampiri mereka, "sayang kenapa berdiri disini, ayo tempat duduk kita di sana nomor 34" ucapnya.


Putri yang mendekati pun bingung, Dokter Ariansyah kenapa memanggil sayang" intipnya dari pintu itu dan secepatnya berjalan mendekati Arya.


Arya pun melihat Dokter Rian yang memanggil wanita itu sayang hanya bisa diam, "Sore dokter" ucap Putri secepatnya memotong pembicaraan Arya sebelum Arya berkata sekata patah pun.


"Putri kakaknya Prita" ucap Rian.


"Iya, kok dokter ada di sini. Oh iya dok kenalkan ini teman saya namanya Arya, Arya ini Dokter Ariansyah dokternya Prita" menyenggol tangan Arya, Arya pun berjabat tangan dengan dokter Rian.


"Saya Ariansyah biasa di panggil Rian, oh iya kenalkan ini istri saya namanya Astri" menunjuk ke arah Astri.


"Ya udah dokter sekarang kami pergi dulu ke kursi kami, dokter boleh nikmatin dinnernya" menarik tangan Arya untuk pergi.


"Ayo ke dalam" Ajak Rian kepada Astri, Astri mengangguk dan mengikuti langkah Rian untuk duduk di tempat yang sudah dia siapkan.


"Kamu kaget kan lihat istrinya Dokter Rian tadi, benar-benar mirip Mira istrinya Bagus" ucap Putri langsung meminum minumannya.


"Itu Mira" jawab Arya.


"Apaan sih, kamu ngak dengar apa dia bilang itu Astri istrinya. Kamu kan tahu kalau Mira sudah meninggal, iya kali wanita yang sudah meninggal menjadi istri orang" celoteh Putri.


"Tapi itu benar Mira, walaupun wajahnya mirip tapi itu benar Mira. Aku hapal sekali dengan Mira mau dia operasi plastik pun aku akan mengenalnya" jawab Arya.


"Kamu apaan sih ngotot banget gitu, emangnya kamu keluarganya" kesal Putri menyedot minumannya semakin cepat.


"Aku tau Mira, karena dia adalah mantan istriku" jawab Arya lemah. Putri pun langsung kesedak saat mendengar ucapan Arya. Segera Arya membantunya memberikan air putih dan memijit punggungnya.


"Apa yang kamu ucapkan tadi" tanya Putri penasaran.

__ADS_1


"Ucapan yang mana."


"Istri" ucap Putri.


"Mira itu dulu istriku, dia menikah dengan ku di usia yang masih muda dan aku juga mengenalnya dari kecil saat dia di panti asuhan. Jadi aku hapal banget bukan dari wajah tapi sikapnya, senyumnya" ucap Arya, Putri pun langsung memukuli Arya.


"Jadi wanita yang kamu hianati itu sih Mira, dasar laki-laki bajingan yah" kesal Putri.


"Itu dulu, kamu juga kan hianati Bagus dulu pacaran sama siapa itu sih gondrong sebelum kamu tahu kalau kamu di tipu" jawab Arya.


"Kamu ngeselin banget yah, aku memang di tipu tapi kamu menipu" memukul Arya lagi.


"Sakit, hentikan. Udah udah, sekarang kita berdua udah bertaubat jadi ngak usah bahas itu lagi" sambil memegang kedua tangan Putri.


Putri yang tanggannya di pegang pun merasa panas dingin dengan getaran kencang di dadanya.


"Apaan sih, iya sekarang udah" melepaskan tangannya.


"Aku ingin memastikan sesuatu kalau ucapan ku benar, kamu di sini" meninggalkan Putri.


"Dia mau ngapain sih, tapi dia berhasil membuat jantungku berdebar-debar. benar-benar buat kesal aja" celoteh Putri sendirian sambil senyum-senyum.


Cahaya yang di perjalanan pulang pun langsung menelpon Bagus "Ayah aku sudah bawa apa yang ayah pinta."


"Sekarang kamu di mana" tanya Bagus.


"Di perjalanan mau pulang" jawabnya.


"Kamu minta antar supir ke rumah sakit dekat sana, ayah akan segera menyusul kesana sekarang. Kita harus cepat-cepat melakukannya" ucap Bagus.


"Iya ayah" mematikan hpnya.


"Teman-teman aku ke rumah sakit yah ada yang harus aku kerjain, pak antar saya ke rumah sakit dekat sini yah" perintah Cahaya.


"Iya non."


"Cahaya kamu benar ngak butuh kami yah" ucap Kevin kesal.


"Kalian punya rencana apa sih, aku jadi penasaran saat kalian di rumah Mia bisik-bisik melulu" celoteh Linda.

__ADS_1


__ADS_2