
"Ayah kenapa" tanya Cahaya mendekati Bagus yang langsung terduduk lemah.
Harisza pun mengambil kertas yang di pegang Bagus dan melihat hasilnya, "dia bukan Mira" Cahaya, Kim tercengang sedangkan Arya kebingungan.
"Jadi kalau Tante Astri bukan bunda terus bunda ada dimana" ucap Cahaya sambil menangis.
Melihat anaknya yang menangis Bagus pun memeluknya erat, "sayang jangan sedih, kita akan cari bunda dimana pun dia berada. Cahaya berdoa saja ya" ucap Bagus sambil mencium kening anaknya itu.
"Iya kita harus bisa mencari Mira" ucap Harisza.
Arya yang kebingungan pun mulai menyadari saat kertas itu di pegang oleh Kim, dia melihat isi dari tes itu "tes DNA atas nama Mira, tapi siapa yang mereka tes apa jangan-jangan mereka juga tahu ada wanita yang mirip dengan Mira. Aku harus jelaskan pada mereka kalau istri Dokter Ariansyah adalah Mira" ucap Arya dalam hati.
"Pak sekarang bagaimana" tanya Kim.
"Kita pulang beristirahat saja" jawab Bagus sambil berdiri berjalan dengan wadah tertunduk lesu.
"Pak saya ada yang ingin di katakan" ucap Arya.
"Ada kamu Arya, besok saja kita bicara saya mau pulang beristirahat" jawab Bagus sambil terus berjalan.
"Gimana aku mau jelasinnya, tapi ya sudah besok aku akan kasih tau" ucap Arya sambil keluar dari rumah sakit itu.
Bagus, Kim, Harisza dan Cahaya pun pulang sedangkan Arya kaget melihat Putri yang sudah menunggu di mobil.
"Kamu ke toilet lama banget" kesal Arya pada Putri.
"Maaf, biasa lah cewek" jawab Putri, dia pun ingin menunjukkan sesuatu pada Arya.
"Ayo kita pulang" ajak Arya, mereka pun masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan Arya hanya diam, melihat Arya yang diam Putri pun menanyakan "kenapa, pasti ada sesuatu" tanyanya.
"Kamu tau istri dokter gila itu" jawab Arya.
__ADS_1
"Istrinya kenapa."
"Dia itu benar Mira" ucap Arya.
"Maksud kamu apa."
"Tadi di kafe aku sengaja menukar menu makanan itu dengan kerang sebab aku tau Mira itu walaupun suka makan jenis seafood tapi dia alergi kerang. Ternyata benar wanita itu punya alergi yang sama, aku yakin itu Mira" jelas Arya.
"Apa, kamu gila menukar makanan membuat alergi seseorang kambuh, kalau dia bahaya gimana" marah Putri.
"Makanya aku terburu-buru menarik kamu untuk siap di depan agar secepatnya menolongnya" ucap Arya.
"Dia itu bukan Mira, wajahnya aja sama."
"Kamu ini gimana sih, wajah boleh sama tapi alergi ngak mungkin sama. Jadi itu betul-betul Mira, tapi sayangnya tadi aku ketemu sama Pak Bagus untuk menceritakan kejadian hari ini. Pak Bagus lagi sedih karena aku tadi melihat dia melakukan tes DNA atas nama Mira dan hasilnya negatif. Mereka sangat sedih, apalagi Cahaya" cerita Arya.
"DNA" ucap Putri, langsung mengambil kertas yang dia pungut tadi. "Ini."
"Apa itu" tanya Arya.
Hasil yang di lihat oleh Arya itu adalah positif 99%, "Dokter itu benar-benar gila, aku harus kasih pelajaran ke dia" langsung memutar mobilnya.
"Kita mau kemana" teriak Putri yang ketakutan melihat Arya membelokkan mobil dengan sangat cepat.
Cahaya sesampai di rumah berlari ke kamarnya, Bagus pun begitu berjalan ke kamarnya, Harisza yang melihat itu menyuruh Blue untuk menenangkan Cahaya dan Lilian untuk menenangkan Bagus.
Sesampai di rumah sakit Arya keluar dari mobilnya berlari mencari Rian, Putri pun ikut berlari menyusul karena Putri merasa bingung melihat Arya sangat marah.
Setelah ketemu Rian, Arya langsung menarik kera bajunya dan memukul Rian berkali-kali sedang Putri membantu langsung untuk menghentikan pukulan itu "apa ini, kenapa anda memukul saya. Saya akan melaporkan anda kepolisi karena sudah menyerang saya" ucap Rian.
"Laporkan saja, justru aku yang akan melaporkan kamu ke polisi karena telah menyembunyikan identitas istri seseorang" tunjuk Arya.
Putri yang mendengar tercengang, "apa maksudnya" tanya Rian.
__ADS_1
"Kamu itu dokter gila, kamu tau kalau itu Mira bukan istri kamu tapi kamu malah berpura-pura dia istri kamu. Aku sudah melihat tes DNA yang kamu tukar tadi, ini hasilnya sama bahwa wanita itu Mira. Aku akan memberi tahu kelakuan gila kamu kepada Bagus" menunjukkan hasil DNA tadi.
Rian gelisah mendengar ucapan Arya itu langsung memohon kepada Arya "tolong jangan kasih tau kepada siapapun, aku akan melakukan apapun. Bahkan aku bisa membayar berapapun yang di pinta asal kalian tutup mulut" ucap Rian.
Mendengar ucapan itu Putri marah dan menampar Rian "sial, laki-laki gila. Kamu kira kami ini apa pakek bayaran segala, melihat kamu yang seperti ini aku ingin membongkar semuanya" ucap Putri.
"Ayo kita pergi dari sini, jangan kamu kotori tangan kamu untuk laki-laki gila ini" ajak Putri kepada Arya.
Merekapun pergi meninggalkan Rian sendirian, Rian pun menangis sedih dan segera ke ruangan Astri.
Astri melihat wajah Rian dalam ke adaan memar khawatir dan bertanya "kamu kenapa mas."
"Ngak apa-apa tadi terjadi kecelakaan sedikit sampai terbentur akhirnya memar begini" jawab Rian berbohong.
"Sudah di obatikan" tanyanya lagi.
"Sudah, sekarang kamu bisa pulang. Minum obat alergi kamu akan segera sembuh" ucapnya.
"Iya" Astri pun segera turun dari bed dan di bantu oleh Rian sampai ke luar ruangan untuk pulang.
Putri yang kesal pun segera memerintahkan Arya untuk memberhentikan mobilnya, "Kenapa berhenti disini" tanya Arya.
"Aku mau ke rumah untuk memberitahu hal ini pada Prita duluan sebab dokter itu adalah dokter Prita, kamu pulang aja duluan" membuka pintu mobil dan segera memberhentikan taksi.
"Putri pada hal kan aku bisa antar, tapi dia benar-benar di luar dugaan. Aku pulang dulu untuk menenangkan emosiku, besok baru aku kasih tau semuanya kepada Pak Bagus" melanjutkan perjalanannya ke rumah.
Putri yang malam-malam itu datang ke rumah untuk bertemu Prita segera mengetuk pintu rumah, tapi pintu itu di buka oleh Arman.
"Papa" ucapnya.
"Kenapa malam-malam kesini, tadi kan kamu baru dari sini" celoteh Arman.
"Aku mau bertemu dengan Prita pa, ada hal penting yang ingin aku katakan" jawab Putri sambil tersenyum.
__ADS_1
"Keperluan apa, adik kamu harus istirahat. Besok aja kalau mau ketemu, sekarang pergi" usir Arman.
"Pa ini penting, aku mau kasih tau tentang Dokter Ariansyah kepada Prita agar dia berhati-hati" jelas Putri, mendengar ucapan Putri itu membuat Arman penasaran apa yang ingin di katakan oleh Putri.