
"Siapa kalian" teriak Mira.
Yang satunya segera keluar dari kamar dan yang satunya meletakkan makanan dan minuman di sebelah meja.
Selesai meletakkan dia segera mendekati Mira "mau apa kamu" teriak Mira.
Dia pun mengeluarkan hp dan menuliskan sesuatu di hp itu. "Jangan takut, silahkan makan agar kamu tetap sehat."
"Aku tidak takut sama kamu dan aku tidak mau makan makanan yang kamu beri, cepat keluarkan aku sekarang. Kalau kamu tidak mengeluarkan aku maka aku akan melaporkan kamu ke polisi" ucap Mira dengan nada marah.
bertopeng itu memperlihatkan hpnya yang berisi sebuah video, "Cahaya" teriakku melihat video Cahaya yang sedang tertidur di suatu tempat.
"Lepaskan anakku" Mira pun memukul orang tersebut namun di tahan olehnya.
"Aku akan melepaskan Cahaya dan memberikannya kepada kamu kalau kamu mau aku suapin makan sampai habis" isi tulisan yang di ketik orang tersebut membuat Mira semakin kaget.
Dalam hati Mira pun berkata "aneh, siapa orang ini" Mira pun segera menjawab " tidak mau, aku tidak akan sudi."
"Baiklah, kalau begitu kamu tidak akan bertemu dengan Cahaya" bertopeng itu pun berjalan keluar membuka pintu.
"Okey" teriakku yang khawatir. Dia pun menghentikan langkahnya dan 1 orang bertopeng lagi pun ikut masuk.
"Aku mau, tapi tepati janji kamu untuk tidak menyakiti Cahaya dan memberikannya kepadaku."
Aku pun segera duduk di atas ranjang, sedangkan orang itu mengambil makanan sambil menyuapkan ke mulutku. Tapi Mira tidak menyadari bahwa aksi penyuapan itu di foto salah satu dari mereka.
"Mira ini adalah sesuatu yang aku bayangkan dari dulu, menikah, berdua dan bersama dengan kamu" ucap bertopeng itu dari dalam hatinya.
Selesai makan pun dia berdiri namun Mira segera memegang tangan orang tersebut "anakku, kamu sudah janji kan akan memberikan anakku" ucap Mira.
Dia pun mengambil hpnya dan menulis lagi, "baiklah aku akan menepati janji, tunggu" Mira membaca tulisan itu dan melepas pegangannya.
Bagus yang masih mencari Mira dan Cahaya tiba-tiba menerima pesan wa, melihat itu Bagus kaget dan menghentikan mobilnya.
"Kenapa Bagus" tanya Harisza yang kaget saat mobilnya berhenti.
__ADS_1
"Pa, ma lihat ini" memberikan hp nya kepada Lilian dan Harisza.
Lilian dan Harisza pun kaget melihat foto itu "ini apa maksudnya mengirimkan foto seperti ini" tanya Harisza.
"Orang ini pa sepertinya sengaja menculik Mira dan Cahaya bukan untuk meminta tebusan, tapi ada sesuatu yang dia inginkan lebih dari ini" ucap Lilian.
"Maksud mama orang ini menyukai istriku" ucap Bagus.
"Kamu lihat foto ini, dia mengirim foto seperti orang yang sedang kasmaran. Untuk apa lagi dia mengirim foto seperti ini kalau tidak membuat Bagus cemburu dan marah terus berpikir yang aneh-aneh" jelas Lilian.
"Tapi siapa" ucap Harisza.
"Selama ini Bagus tidak melihat ada laki-laki yang mendekati Mira ma pa, Bagus harus tanya dengan Arya dan Blue karena hanya mereka yang tahu kehidupan Mira" Bagus pun memutar balikkan mobilnya menuju ke rumah.
Orang bertopeng menculik Mira membuka topengnya saat di luar, ternyata orang tersebut adalah Gaga. "Sekarang kalian ambil Cahaya dan antar kepadanya, ingat jangan kalian melukai mereka berdua sedikit pun" perintahnya kepada para bodyguard itu.
"Baik bos" jawab mereka dan bergegas ke kamar Cahaya.
Cahaya yang saat itu ke sakitan karena kakinya malah pingsan, saat mereka membuka pintu bodyguard bertopeng itu kaget "bangun dek, dek bangun" mereka mencoba menggoyangkan tubuh Cahaya namun tidak ada respon sedikit pun.
"Kalau begitu beritahu pada bos" salah satu dari mereka menelpon Gaga.
"Ayo, angkat "Saat itu mereka mengangkat tubuh Cahaya yang sudah pingsan dan memasukkannya ke dalam mobil.
Cahaya yang penglihatannya gelap merasa tidak asing melihat sedikit demi sedikit, Gaga di dalam mobil melihat Cahaya yang pingsan melihat kakinya memerah.
"Kalian tidak becus, lihat kaki anak ini bengkak. Dia pasti kesakitan menahan ini makanya pingsan, dasar bodoh" Gaga menampar kedua bodyguard itu.
"Sekarang ayo" mereka pun pergi.
"Kalian bawa Cahaya ke dalam UGD, kalian bilang kalau kalian menemukan anak ini pingsan di jalan terus kalian pergi. Sisanya aku yang akan urus" ucap Gaga.
Mereka semua keluar dari dalam mobil, bodyguard itu menjalankan aksinya masuk ke UGD. "Tolong, tolong" teriak mereka.
"Ada apa" tanya suster yang mendekati mereka.
__ADS_1
"Kami menemukan anak ini pingsan di jalan, tolong di obati dokter karena kami melihat kakinya bengkak" ucap salah satu dari mereka.
"Cepat bawa masuk" ucap suster itu dan segera membantu membawa Cahaya tidur di bed UGD.
Dengan sigap ke dua bodyguard itu kabur keluar dari rumah sakit meninggalkannya.
"Kenapa suster" tanya dokter yang segera mendekati Cahaya.
"Ini dok tadi ada dua orang membawa anak ini ke sini, mereka mengatakan kalau anak ini pingsan di jalan" ucap suster itu.
"Okey saya akan periksa anak ini dan saya mau bertemu dengan kedua orang yang membantu anak ini" perintah dokter.
"Baik dok, saya akan panggil mereka" suster pun segera keluar ruang tunggu di dekat UGD.
"Dimana mereka, tadi kan aku suruh tunggu di sini" celoteh suster itu sambil menoleh ke arah kiri dan kanan melihat ke adaan.
Bagus yang sudah tiba di rumah menelpon Blue dan Arya, Arya yang sedang mencari CCTV pun segera bergegas ke tempat Bagus.
Bagus yang masih menelpon Blue pun tidak mendapatkan kabar apapun dari cerita Blue, "bagaimana" tanya Harisza.
"Tidak ada pa, Mira selama di Bali tidak punya kenalan laki-laki siapa pun karena dia sangat sibuk membangun bisnis dan mengurus Cahaya" kesal Bagus langsung terduduk di kursi.
"Iya yah, Mira tidak mudah di dekati oleh laki-laki" celoteh Lilian, namun saat itu Arya datang tiba-tiba bersama Putri ke rumah.
"Ada apa pak" tanya Arya.
"Ini" Bagus memperlihatkan foto itu kepada Arya.
"Ini ngak mungkin pak, saya sangat mengenal Bu Mira karena dia tipe wanita setia. Walaupun ada yang mendekati dia akan menjaga jarak dengan laki-laki itu karena dia berstatus istri" jelas Arya.
"Saya percaya dengan istri saya karena dia bukan tipe wanita yang suka senang-senang sama laki-laki lain diluar sana" ucap Bagus sambil melihat ke arah Putri.
"Sial, dia sepertinya mengejekku" ucap Putri dari dalam hatinya.
Namun suara hp Bagus berbunyi atas nama Gaga "Gaga" ucap Bagus langsung mengangkat telpon Gaga.
__ADS_1
"Ada apa pak Gaga" tanya Bagus.
"Apa" Bagus tiba-tiba berteriak dan berdiri dari tempat duduknya.