
Kevin pun bertanya kepada Cahaya tanpa menoleh ke arahnya "kaki kamu gimana."
Cahaya yang tersenyum dengan pertanyaan Kevin segera menjewer telinganya "akhhhhh sakit" teriak Kevin memegang telinganya.
"Kamu kalau bertanya itu langsung melihat orangnya jangan begitu" kesal Cahaya.
"Ahhhhhh aku kesal" teriak Kevin membuat Cahaya kaget, Cahaya pun menarik telinga Kevin lagi.
"Ini apa lagi, sakit tau nanti putus gimana" teriak Kevin kesal.
"Kamu buat aku kaget teriak-teriak" omel Cahaya.
"Kamu itu yah Cahaya kenapa jadi orang baik banget gitu, Kamu tau kan kalau itu semua gara-gara wanita itu. Dia itu sengaja ngelakuin itu jadi kita harus kasih pelajaran sama dia" marahnya.
"Ha ha ha" Cahaya tertawa.
Kevin yang sedang emosi pun diam merasa aneh "kenapa?"
"Lucu."
"Apanya yang lucu?"
"Kamu."
"Aku, Cahaya kamu lagi tidak sehat yah mulutnya bicara sembarangan" kesalnya.
"Kamu marah-marah, aku tau apa yang kamu ucapkan itu benar tapi kamu juga harus tau kalau aku begitu tadi juga punya rencana" ucap Cahaya.
"Rencana."
"Kamu pikir aku bodoh mau saja menerima semuanya tadi, aku takut dan kesal tadi tapi aku menahan diri karena di sana ada Bapak dan ibu guru. Sini aku bisikkin" Cahaya membisikkan sesuatu rencana kepada Kevin yang membuat Kevin tersenyum senang.
"Okey" mereka tos bersama-sama.
Johan dan Linda pun yang berada di luar mengintip mereka tapi tidak mendengar ucapan mereka.
"Ayo kita keluar" ajak Cahaya, sehingga Kevin pun mendorong kursi roda Cahaya.
Saat mereka keluar Linda dan Johan pun tersenyum "gimana udah baikan" tanya Johan.
"Pasti lah, Cahaya gitu bisa jinakin Kevin" mereka pun tertawa mendengar ucapan Linda.
__ADS_1
"Kamu kira kamu aku hewan harus di jinak" marah Kevin.
"Kamu kayak anjing, suka menggonggong tapi menurut" ucap Linda.
"Udah lah ayo kita ke kantin, kalian kan lapar sudah olahraga" ucap Cahaya.
Mereka pun saat lewat melihat Mia dan Bu Prita duduk bersama sambil mengobrol. "Berhenti" ucap Linda menunjukkan ke arah mereka.
Secara diam-diam mereka pun mendekat di balik tembok "kita ngapain" ucap Cahaya.
"Ussss diam, kita harus tau rencana wanita itu" ucap Kevin.
Percakapan Mia dan Bu Prita pun di mulai "Ibu tau tadi kamu sengaja, ibu melihat langsung" ucap Bu Prita yang membuat Mia diam.
"Aduh gimana ini" dalam hati Mia.
"Bu, aku ngak sengaja. Aku mau ambil bola tapi malah menyenggol tangannya Linda" bela Mia.
"Ibu tidak mau bahas ini, tapi ibu hanya ingin kamu tidak egois" ucap Prita.
Mia yang kesal mendengar ucapan Prita pun menahan dirinya untuk tidak marah "iya Bu, aku akan terus berusaha tapi ibu janji yah akan selalu ada untuk Mia serta membela Mia" ucap Mia dengan nada lembut.
Kevin yang mendengar ucapan itu "Uwekkk basi, apaan itu kata-kata dan ekspresinya menjijikkan" celotehnya.
"Bakal apa" teriaknya membuat mereka berempat segera menoleh.
"Ngapain" ucap Bu Vivi "ayo lanjutin lagi ucapan nya tadi" marahnya.
Johan pun memberi kode pada Linda untuk menarik Bu Vivi jauh-jauh, dengan cepat Linda memegang tangan serta menarik Bu Vivi jauh pelan-pelan.
Sedangkan Kevin dan Johan mendorong kursi roda Cahaya "Maksud saya tadi Bu, kita bakal gagal deh" bohong Linda.
"Gagal apa" tanyanya Bu Vivi.
"Gini Bu, kita mau kasih kejutan sama teman kalau ketahuan kita bakal gagal kasih kejutannya" sambung Johan.
"Ahhh ibu ngak percaya kalian pasti bohong, ibu mau lihat kalian tadi mengintip siapa" Bu Vivi pun melepas pegangannya Linda dan berjalan ke tempat kami bersembunyi tadi.
Saat ibu melihat semuanya kosong, Linda yang mengejar Bu Vivi pun merasa gelisah namu kegelisahan itu hilang ketika Bu Prita dan Mia sudah pergi dari tempatnya.
Bu Vivi yang melihat kosong tidak ada siapa pun bingung "benarkan Bu kita ngak bohong" sela Johan.
__ADS_1
"Ibu mau memfitnah kami lagi karena tidak percaya" ucap Kevin yang membuat Bu Vivi merasa takut.
"Enggak kok, siapa tau kalian bohong. Ya udah lanjutin aja kejutan kalian dan ingat jangan buat kekacauan di sekolah" segera pergi meninggalkan mereka.
"Untung saja Mia dan Bu Prita sudah pergi, kalau tidak kita bakal di hukum dan omelin" ucap Johan.
"Ternyata kalau keluarga punya kekuasaan maka menyelesaikan masalah lebih cepat" ucap Linda.
"Iri, bilang bosssss" ucap Johan yang membuat Linda pun marah sehingga berlari mengejar Johan untuk mencubitnya.
Di rumah Bagus Mira yang masih asik cerita dengan Blue sangat bahagia, Bagus dan Sekretaris Kim yang berangkat ke kantor pun tidak berani menegur kedua kakak adik itu.
Mereka berangkat tanpa bicara sekata patah pun "sepertinya mereka benar-benar ingin menghilangkan rasa rindunya" ucap Bagus.
Di perjalanan berangkat Bagus pun melihat Tika sedang berdiri di pinggir jalan "berhenti" ucap Bagus sehingga Kim pun menghentikan mobilnya.
"Benar wanita itu, ayo lanjutkan lagi tidak usah di pedulikan" Kim pun melanjutkan perjalannya.
"Pak, saya kira bapak akan membantu wanita itu" tanya Kim.
"Mana mungkin saya membantu keluarganya orang jahat, saya yakin dia itu pasti jahat juga" jawab Bagus.
Kim pun hanya bisa menarik nafas melihat ucapan bosnya itu.
Sesampai di kantor mereka pun bertemu dengan Arya dan Putri yang datang "kamu sudah sehat Arya" sapa Bagus.
"Sudah pak, kemarin baru keluar dari rumah sakit" jawab Arya.
"Kalau kemarin baru keluar kenapa hari ini langsung kerja, harusnya kamu istirahat" ucap Bagus.
"Ngak apa-apa pak saya bosan di rumah karena sudah beberapa hari di rumah sakit."
"Aku tau jawabannya, sepertinya kamu cepat sehat dan ingin kerja karena orang di samping kamu" ledek Bagus sambil melihat ke arah Putri.
"Hemm, kita masuk saja karena cuacanya benar-benar panas" celoteh Putri mengalihkan ucapan Bagus.
Bagus pun tertawa kecil mendengar ucapannya Putri yang menghindarinya itu "ayo" ucap Bagus sehingga mereka bersama-sama masuk ke dalam kantor.
Waktu sudah pukul 12.00 wib Cahaya dan teman-temannya keluar dari sekolah, mereka ke belakang sekolah "sudah" tanya Cahaya kepada Johan dan Kevin yang sudah duluan.
Mereka mengangguk "ayo itu" Linda menunjuk ke arah Mia dan Bu guru Prita. Sehingga mereka berlari secepatnya "ibu, Bu Prita" teriak mereka dan Kevin pun masih berusaha mendorong kursi roda Cahaya.
__ADS_1
"Kenapa" Bu guru pun berhenti melangkah.
"Bu, Cahaya mau tanya boleh ngak nanti Cahaya dan teman-teman ke rumah ibu mau belajar tugas yang tadi karena kami masih belum mengerti" tanya Cahaya.