
Kecelakaan itu terjadi sehingga Bagus berlari mendekati tetapi dia melihat kepala Astri berdarah, sedangkan Prita terguling lemas.
Mengingat kejadian itu tenyata Prita yang sampai di rumah sakit buru-buru memanggil Astri yang berada tepat di depannya, tetapi Astri tidak mendengar sama sekali.
Dari kejauhan Prita melihat mobil yang dia kenal sengaja ingin menabrak ke arah Astri sehingga Prita semakin cepat memutar kursi rodanya dan berteriak memanggil, karena mobil itu semakin cepat dan dekat tiba-tiba Prita berdiri dan berlari secara langsung mendorong Astri. Tetapi tubuh belakang Astri terkena serempet mobil itu sehingga mereka terjatuh akhirnya Astri terbentur ke batu yang ada di depannya, sedangkan Prita merasa lemas karena tiba-tiba bisa berlari membantu Astri hingga akhirnya dia pingsan.
Bagus secepatnya mengangkat Astri untuk masuk ke dalam rumah sakit, Prita pun di bantu oleh Putri dan Arya di bawa masuk.
Secepatnya Bagus menaiki Astri ke bed tapi sesuatu yang ada di tangan Astri terjatuh, "ayo cepat bawa masuk semua kita harus segera mengobatinya" teriak dokter menyuruh perawat mendorong mereka masuk ke IGD.
Bagus mengambil benda itu, sambil duduk di luar di temani oleh Arya dan Putri. "Brengsek" teriak Bagus melihat foto dan buku nikah itu dan membantingnya ke lantai.
Putri pun mengambil dan ikut melihatnya "sekarang apa yang ingin kamu lakukan" tanya Putri.
"Akan aku bunuh dokter itu apabila terjadi apa-apa dengan istriku" teriak Bagus.
Mendengar ucapan Bagus itu Arya memberikan kode kepada Putri untuk pergi, Putri segera pergi dan menelpon Harisza.
"Iya hallo" jawab Harisza.
"Pa, eh maksud saya mantan mertua atau Pak Harisza, saya minta bapak untuk datang ke rumah sakit karena Pak Bagus sangat murka di sini dan saya takut dia akan nekat. Saya tidak bisa membantu meredakan emosinya" ucap Putri.
"Apa maksud kamu, rumah sakit kenapa Bagus kesana" tanyanya lagi.
"Tidak bisa di ceritakan karena panjang, tolong kesini pak secepatnya sekarang" mematikan hpnya.
Mendengar ucapan Putri, Harisza pun keluar memanggil supir untuk siapkan mobil. Lilian yang melihat itu juga ikut masuk kedalam, "kenapa kamu masuk" tanya Harisza.
"Aku melihat kamu seperti orang terburu-buru, akan ada sesuatu terjadi. Lebih baik aku ikut siapa tau aku bisa membantu" jawab Lilian.
__ADS_1
Harisza pun menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya itu, sehingga dia segera menyuruh supir untuk berjalan ke tempat yang di katakan oleh Putri tadi.
Dokter Rian yang sedang memeriksa pasien pun di datangi oleh perawat "dok, tadi aku lihat wanita yang mirip dengan istri dokter di bawa ke ruang IGD" ucapnya
"Mirip istri saya, tapi istri saya ada di rumah" tanya Rian.
"Apa mirip aja yah, tadi aku ikut membantu membawanya ke IGD. Dia kecelakaan di depan rumah sakit bersama temannya, itu loh dok pasiennya dokter yang lumpuh itu namanya Prita, iya bener Prita. Tadi wanita itu di bantu juga oleh laki-laki yang sering menemani Prita itu terapi" jelasnya.
Rian pun berdiri dari tempat duduknya dan berlari meninggalkan ruangannya setelah mendengar ucapan perawatnya itu, sampai disana Rian di kagetkan oleh Bagus, Arya dan Putri.
Bagus yang melihat Rian di depan matanya langsung berdiri dan menghajar Rian, Rian pun melakukan perlawanan karena dia melihat Arya dan Putri ada di dekat mereka.
Bagus dengan mudah menghajar Rian dan dia pun mencekik leher Rian dengan kuat.
Melihat keributan itu Harisza segera memisahkan mereka dan di bantu oleh satpam di sana, sehingga Bagus melepaskan cekikannya. Rian pun duduk terkulai lemas,
"kenapa ini, tenang kamu harus tenang" ucap Harisza.
"Tenang nak, kecilkan nada suara mu. Ini rumah sakit" ucap Lilian kepada anaknya itu.
"Cerita kan biar papa dan mama mengerti" tanya Harisza.
30 menit yang lalu, Arya dan Putri yang buru-buru masuk ke kantor menuju ke ruangan Bagus yang sedang sendirian, "kalian kenapa bisa masuk, kemana Kim kenapa dia bisa ceroboh menyuruh 2 ulat ini masuk ke ruangan" ucap Bagus.
"Maaf pak kami memang sengaja terburu-buru masuk karena ada info yang mau kami kasih tau" ucap Arya.
"Cerita apa, kalau tidak penting keluar" usir Bagus membalikkan kursinya yang seolah tidak ingin berurusan dengan mereka.
"Ini mengenai Mira dan Dokter Ariansyah" ucap Putri, Bagus pun membalikkan kursinya lagi berjalan ke arah Putri.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan tadi Mira" tanyanya.
"Iya pak, wanita bersama Dokter Ariansyah itu adalah Mira. Saat makan di cafe aku mencoba mengetes makanan mereka dengan kerang dan hasilnya dia terkena alergi dan ini" Arya sambil menunjukkan hasil tes DNA yang sudah remuk.
Bagus pun mengambil dan menariknya "kenapa bisa" ucap Bagus. Pergi keluar ruangan dengan terburu-buru dan dari belakang pun Putri dan Arya mengikuti Bagus.
Bagus segera masuk ke mobil, Putri dan Arya pun juga menyusul Bagus mengikuti mobilnya dari belakang dengan kecepatan yang sama.
Saat baru sampai di rumah sakit, dia melihat mobil dengan kecepatan penuh sengaja ingin menabrak Mira yang ada di depannya sehingga dia berlari sambil berteriak tapi kecelakaan itu tidak bisa di hindari.
"Dia sudah merubah Mira menjadi Astri yang hilang ingatan, dia sudah menukar hasil tes DNA kemarin dan dia sudah membuat buku nikah palsu yang di tunjukkan kepada kita" teriak Bagus kepada semua orang yang ada di sana.
Harisza pun mendekati Rian dan bertanya "apa alasan anda sampai nekat seperti ini, bukannya Mira tidak ada hubungan apa pun dengan kamu."
"Saya tau saya salah, tapi saya melakukan ini demi putri saya Mia karena dia benar-benar tidak bisa menyayanginya" ucap Rian sambil menahan sakitnya.
Lilian yang mendengar itu langsung mendekati Rian dan menaparnya. "Jahat sekali, kamu sengaja ingin memisahkan cucuku dan Ibu kandungnya. Serta kamu mau dia menjadi ibu dari anak kamu sepenuhnya, dasar brengsek. Kamu tahu kebahagiaan yang ingin kamu cita kan itu tidak akan abadi karena ada anak kandung yang setiap malam menangisj ibunya" jelas Lilian.
Mendengar perkataan Lilian Rian pun tersadar sambil menangis,
Dokter yang memeriksa mereka pun segera keluar dari IGD,
"Gimana dokter" tanya Putri.
"Untuk pasien yang nama Prita dia sudah siuman, keadaannya sehat. Benturan kecil saat dia terserempet hanya membuat tubuh belakangnya menjadi lebam saja, tapi kalau di obati salep maka memarnya akan hilang" jelas dokter.
"Istri saya dokter gimana" tanya Bagus.
"Pasien lukanya sudah di jahit, tapi kita memerlukan golongan darah A untuk pasien mengingat stok darah A di rumah sakit ini menipis" jelas dokter.
__ADS_1
Mereka pun terdiam karena hanya Cahaya yang mempunyai golongan darah A sama persis dengan Mira.
"Saya yang akan mendonorkannya" tunjuk laki-laki yang sudah duduk lemas itu.