Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 115


__ADS_3

Bagus yang masuk ke rumah Gaga melihat pemandangan yang di katakan oleh Arya benar semua penuh dengan bodyguard, saat mereka keluar dari mobil semua Gaga keluar dari rumah melihat mereka.


Dengan senyum Gaga menghampiri mereka, "Pak Bagus, Bu Mira dan ada Cahaya juga, ayo masuk ke dalam" ajaknya sambil memegang tangan Cahaya namun Cahaya yang saat itu tau kalau dia akan jadi detektif maka membiarkan Gaga memegang tangannya berjalan masuk ke rumah.


"Om, rumahnya bagus kayak rumah Cahaya tapi Om kenapa semua penjaga om serem-serem. Cahaya kan takut" celoteh Cahaya saat masuk ke dalam rumah.


Gaga dengan tersenyum menjawab "Cahaya di rumah om banyak banget barang antik jadi om harus memiliki penjaga rumah yang serem biar ngak ada pencuri masuk."


"Wah, Cahaya boleh lihat barang antik yang om bilang tadi."


"Boleh donk, untuk Cahaya semuanya boleh" jawab Gaga, "ayo Pak dan Buk duduk."


Kami pun mulai duduk, Bagus memperhatikan sekitar rumah dan Mira melihat semua yang ada dinding sert melihat foto yang pernah di lihat kan Arya bahwa ada seseorang yang mirip Tiara tinggal di sini.


Dengan akting Mira pun menunjukkan foto yang di dinding, namun saat bertepatan wanita yang mirip dengan Tiara yaitu Tika turun dari lantai 2 dengan anggun dan tidak menyadari ada Mira dan Bagus di bawah.


"Kamu" teriak Mira.


Cahaya pun ikut berteriak "Tante" panggil Cahaya sambil melambaikan tangannya.


Tika yang saat itu kaget melihat mereka semuanya segera berpura-pura tersenyum ramah, "Cahaya" teriaknya dan Cahaya pun berjalan mendekatinya.


Dengan senyum ramah Tika memeluk Cahaya, dan berjalan mendekati Bagus dan Mira.


"Maaf kalau ada tamu, saya tidak menyadari" jawabnya.


Mira hanya diam "benar mirip, tidak ada yang beda sedikit pun" celoteh Mira dalam hati.


"Pak Bagus, Bu Mira kenalkan ini Tika kakak saya" ucap Gaga sehingga mereka pun berkenalan.

__ADS_1


"Maaf pak dan Bu kehadiran Tika membuat kalian kaget" ucap Gaga.


"Papa sudah cerita semuanya kalau kamu saudara kembar Tiara, serta kamu juga datang mengunjungi Cahaya di sekolah" ucap Bagus.


Gaga pun menoleh ke arah Tika dengan ekpresi kesal "apa yang di lakukan wanita gila di luar, kenapa dia mau mendekati Cahaya calon anakku. Dia sudah membuat rencana ternyata" dalam hati Gaga.


"Iya, maaf kalau aku membuat kalian kaget. Aku sedih banget saat pulang ke Indonesia hanya melihat makam Tiara dan aku harap kalian memaafkan kesalahan adik saya. Mira saya minta maaf atas nama Tiara dan saya tau kalau kamu adalah sahabatnya Tiara tapi Tuhan berkata lain Tiara pergi duluan dari pada aku" jelas Tika membuat mereka tidak percaya.


"Ngak apa-apa Tika, Tiara adalah sahabatku dari pertama kali kami tinggal di asuhan tapi aku juga bingung kenapa Tiara tidak menceritakan kalau dia punya saudara kembar" ucap Mira.


"Ayo duduk Pak Bu" Gaga pun memanggil pelayan serta menyuruhnya membuat minuman dan makanan.


"Sepertinya bapak, ibu dan Cahaya sudah mengenal kakak saya. Walaupun kakak saya ini anak angkat dari papa dan mama kami saling menyayangi karena kakak selalu baik dan mendukung ku" jelas Gaga.


"Alhamdulillah kalau seperti itu jadi saya percaya untuk bekerja sama dengan kamu" ucap Bagus.


Melihat anaknya yang berjalan itu Mira merasa was-was, tapi Mira berusaha untuk tidak panik.


"Saya kesini mungkin mengagetkan anda tanpa telpon sedikit pun, saya sebenarnya bersama keluarga lagi berolahraga di dekat sini namun saat jalan ingin pulang istri saya memberikan kertas yang sudah dia buat dan membuat saya kaget. Akhirnya kami memutuskan untuk mampir kemari karena kebetulan rumah pak Gaga di dekat sini, ini" Bagus memberikan gambaran yang sudah di buat Cahaya.


Gaga melihat itu sangat kaget "wah gambaran ku yang apa adanya Bu Mira bentuk menjadi seindah ini, wah benar-benar di luar dugaan. Pantas saja ibu seorang pembisnis baju yang sukses karena memang di luar dugaan" ucap Gaga.


"Terimakasih" ucap Mira sambil tersenyum. Dalam hati Mira pun melihat pakaian yang di gunakan Gaga dan dalam hati Mira "dari mana dia tau aku pembisnis baju, terus baju yang dia gunakan" Mira pun mengingat semua dari awal pertemuan dengan Gaga sampai sekarang.


"Kita akan gunakan ini pak" tanya Gaga ke Bagus.


"Iya, bagaimana apa setuju. Kalau setuju aku akan meting bersama pak Dirga dalam waktu dekat" jawab Bagus. Makanan dan minuman di bawa pelayan ke meja tempat mereka sedang duduk namun Gaga baru sadar kalau Cahaya tidak ada saat melihat makanan anak-anak di atas meja.


"Cahaya" ucap Gaga.

__ADS_1


Bagus pun ikut seperti orang bingung, "Cahaya tidak ada berarti dia sudah menjalankan aksi detektifnya" dalam hati Bagus melihat Mira mengangguk di hadapannya.


"Mungkin Cahaya ke toilet, namanya juga anak-anak dia pasti sangat aktif" ucap Mira.


"Iya benar, Cahaya anak yang aktif. Kalau gitu kamu cari Cahaya ke toilet" Bagus pun memerintahkan Mira.


"Tidak usah pak, buk. Biarkan pembantu saya yang akan menyusulnya ke toilet" ucap Gaga.


"Kamu cari anak kecil tadi ke toilet" perintahnya membuat pembantunya itu mengangguk.


Cahaya yang saat itu menyelinap menemukan sesuatu di ruangan bawah tanah yang ada satu penjaga.


"Ruangan apa yah kok ada penjaga, di gambar om Arya tidak ada ruangan bawah tanah. Aku lihat ah" celotehnya sambil berjalan dan melihat sekeliling CCTV.


"Semua penuh dengan CCTV dan hanya jendela yang di sana tidak kena, gimana cara Cahaya ke sana" Cahaya pun berpikir dan dia harus berjalan memutar agar tidak di rekam CCTV.


Dengan hati-hati Cahaya memutar, namun saat itu pembantu yang ada di toilet mencari Cahaya tidak ada sehingga segera kembali ke lagi menemui Gaga.


"Tuan, Cahaya tidak ada di toilet" ucapnya.


Bagus dan Mira saling menoleh, "maksudnya ngak ada gimana, coba di cari dekat toiletnya mungkin dia membetulkan celana atau bajunya" ucap Mira.


"Baik nona" pembantu itu berlari kembali lagi ke toilet.


Cahaya pun sampai di tempat jendela yang dia tuju, Cahaya mencari tangga untuk naik melihat di ventilasinya. Saat Cahaya naik Cahaya melihat ruangan itu penuh dengan bodyguard dan dia kaget.


"Itu pistol dan peluru" celotehnya.


"Cahaya" teriak pembantu itu mengagetkan Cahaya sehingga Cahaya terburu-buru cepat turun namun dia pun terjatuh dari tangga.

__ADS_1


__ADS_2