
Putri pun sampai di depan rumah kontrakan Steven dan langsung mengetok pintu rumahnya.
"Steven, Steven, keluar donk, Steven" teriak Tiara di depan rumah itu. Tiba-tiba ada yang membuka pintu rumah seorang perempuan muda dengan anaknya.
"Ada ya mbg" tanya wanita itu.
"Kamu siapa, kenapa kamu ada di sini. Ini benarkan rumah Steven" jawab Putri.
"Iya benar mbg, ini rumah mas Steven. Tapi masnya lagi ngak ada di rumah" ucap wanita itu.
"Nanti dulu, kamu belum jawab pertanyaan aku kamu itu siapa?" tanya Putri kesal.
"Saya istrinya mas Steven" jawab wanita itu, mendengar perkataan wanita itu Putri kaget "terus anak ini" tanyanya Putri lagi.
"Ini anak saya dan mas Steven" jawabnya. "Berapa usia anak ini" Putri pun semakin ingin tau. "Usianya 3 tahun" jawab wanita itu sambil mengelus kepala anaknya.
"Ok, sekarang cepat kasih tau dimana Steven sekarang" ucap Putri yang saat itu benar-benar sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
"Alamat tempat mas Steven kerja di jalan angkasa tapi kalau kerjanya ngak tau kerja apa" jawab wanita itu dan Putri langsung pergi meninggalkan wanita itu tanpa pamit. Putri langsung menaiki taksi yang ada di dekat sana dan minta di antar ke jalan angkasa.
Cahaya yang saat itu sampai di rumahnya Bali langsung masuk ke kamarnya. "Hah, kamar memang tempat ternyaman" ucapnya.
"Cahaya kayak orang dewasa aja ucapannya" sela Blue.
"Cahaya kamu di rumah sama tante yah, bunda mau pergi ke butik untuk secepatnya menyelesaikan kerjaan yang sudah lama tertunda. Blue aku titip Cahaya" ucap Mira sambil mencari kunci mobil untuk segera pergi.
"Hati-hati bunda" teriak Cahaya.
"Tante kalau bunda dan ayah sudah menikah Cahaya akan tinggal di Jakarta" sambungnya lagi.
"Iya ya, tante pasti kangen banget dengan Cahaya" jawab Blue.
"Tapi tante kan bisa ke Jakarta, apalagi tante juga akan menikah dengan om Kim" ucap Cahaya. "Cahaya bisa tolong tante ngak" pinta Blue.
"Apa?" tanya Cahaya.
__ADS_1
"Cahaya gambarin juga donk baju buat tante, menikah ini kan hari yang spesial, jadi tante minta tolong Cahaya buatin" ucap Blue sambil memandang Cahaya.
"Mau ngak ya" jawab Cahaya sambil tersenyum. "Yah, kok gitu sih jawabnya" Blue pun langsung murung. "Iya deh mau" ledek Cahaya membuat Blue kesenangan dan menggelitiki Cahaya.
Sesampai di jalan angkasa Putri pun turun untuk mencari Steven. "Kerja dimana lagi Steven" sambil melihat sekelilingnya. Putri pun melihat mobil Steven di parkiran depan kafe.
"Ini kayak mobil Steven, iya benar nih plat mobilnya sama" oceh Putri di depan. "Tapi ngapain yah dia di kafe, apa Steven kerja di kafe sesuai dengan kata wanita itu tadi" langsung masuk kafe sambil mendorong kopernya.
"Itu dia Steven, aku hampiri saja" saat Putri ingin mendekati Steven tiba-tiba ada perempuan datang menghampiri Steven duluan langsung mencium pipi Steven.
Putri yang melihat itu langsung pura-pura duduk di dekat meja Steven dan wanita itu untuk mencari informasi.
"Sayang aku telat ya" ucap wanita itu. Putri yang mendengar itu langsung meremas tangannya ingin sekali memukul laki-laki itu.
"Iya ngak apa-apa, cuma 10 menit ngak masalah" jawab Steven.
"Kamu udah pesan" tanya wanita itu lagi.
"Iya udah sekalian sama punya kamu" Steven pun langsung berekspresi sedih di depan wanita itu.
Wanita itu langsung menggenggam tangan Steven, "kamu perlu berapa, ngak perlu sedih seperti itu. Aku akan bantu kamu" ucapnya. "Aku perlu 5 juta sayang" jawab Steven dan wanita itu langsung memberikan kartu kreditnya.
"Ini kamu bisa pakai sesuka hati kamu untuk mengobati ibu kamu, ini limitnya bisa sampai 100 juta. Udah sayang kamu ngak usah sedih lagi" wanita itu langsung memeluk Steven.
Putri pun langsung kesal "dasar bajingan penipu" langsung berdiri dan membalikkan badannya. Pada saat itu putri langsung menabrak pelayan yang ada di sana hingga bajunya basah.
"Maaf mbg saya ngak sengaja" ucap pelayan itu langsung membersihkan baju Putri. Putri pun sudah tidak peduli dan langsung mendatangi Steven dan wanita itu.
Steven kaget melihat kejadian itu ternyata wanita yang basah itu adalah Putri. Dia pun langsung berdiri dan ingin kabur tapi wanita di sebelahnya menggenggam tangannya sangat erat.
"Dasar laki-laki sialan, aku sudah memberikan semua yang kamu inginkan. Tapi ternyata kamu hanya lah parasit" teriak Putri.
Wanita yang di sebelah Steven berdiri, "apa maksud kamu, kenapa kamu marah-marah tidak jelas" tanyanya.
"Diam kamu, aku hanya ingin membunuh laki-laki ini" langsung mencekik leher Steven dan semua orang pun membantu melepaskan kejadian itu.
__ADS_1
"Dasar parasit, ternyata selama ini kamu sudah menikah dan punya anak. Sekarang di belakangku kamu berselingkuh dengan wanita tua ini" teriaknya.
"Aku bisa jelaskan, redakan dulu amarah mu" ucap Steven.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan, aku sudah tau dan muak. Kamu pantas mati di tanganku" langsung marah seperti kesurupan.
Wanita yang di sebelah Steven langsung ikut marah dan mengambil kartu kredit yang dia berikan tadi dan ikut memukul Steven, "dasar bajingan."
Saat itu Steven di keroyoki 2 wanita dan saat ingin di pisahkan Steven kabur keluar untuk menyelamatkan dirinya. "Bisa mati aku kalau seperti ini" batinnya.
Putri pun mengejar dan mencari Steven di luar sayangnya dia sudah menghilang entah kemana. "Sial, bajingan, parasit, persetan gara-gara dia aku di usir dari rumah. Kalau ketemu akan aku hajar dia habis-habisan, sekarang aku harus bagaimana" teriak Putri di pinggir jalan.
Putri pun membuka isi tasnya, yang tersisa uang 100 ribu. "Ini mana cukup naik taksi dan penginapan, aku harus bagaimana. Ayo berpikir putri" oceh Putri sambil berpikir. Dia pun mengingat pada saat perceraiannya dengan Bagus bahwa Bagus akan memberikan harta rumah dan saham.
"Itu dia aku harus menemui lelaki kaku itu dan meminta janjinya, tapi bagaimana caranya. Nanti saja mikirnya, sekarang aku harus cari kontrakan murah untuk malam ini" ucapnya sambil berjalan kaki membawa kopernya.
Keesokkannya Mira pun di Bali sangat sibuk dengan urusannya dan juga mempersiapkan kebutuhannya sambil mengantar dan menjemput Cahaya ke sekolah.
Di sekolah pun Cahaya senang dan sibuk membuat sesuatu.
"Cahaya kamu lagi ngapain sih" tanya Kevin.
"Ada deh, rahasia" jawabnya.
"Ayo donk kasih tau jangan buat aku penasaran, cepet" tarik Kevin ke plastik yang Cahaya bawa dan plastik itu pun robek sehingga bunga yang ada di dalamnya tumpah.
"Kevin, bikin kesal deh" teriak Cahaya.
"Maaf" jawab Kevin
"Kamu itu terlalu kepo, jadi hancurkan" marah Cahaya.
"Emang ini untuk apa sih" tanya Kevin langsung membereskan bunga yang jatuh.
"Aku mau membuat bunga untuk pernikahan nanti, bunganyakan akan di pegang dan di untal sama bunda biar di rebutin orang" kesal Cahaya.
__ADS_1
"Ya udah tinggal buat lagi aja" jawab Kevin