Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 70


__ADS_3

"Sekarang kamu menyalahkan papa mu ini, pada hal kamu sendiri yang sibuk mengurus anaknya Arman itu. Kita harus mengambil jalan yang nekat ini untuk memastikannya, papa sudah pernah datang ke rumah sakit untuk otopsi tapi mereka tidak mengizinkan kalau tidak ada persetujuan dari kamu" ucap Harisza.


"Sekarang ayo pa, tapi kita harus merahasiakan ini semua dari Cahaya dan mama" mereka pun mencari kunci mobil untuk pergi.


Prita yang saat itu sampai di rumah pun masih berdiam diri memikirkan kejadian di rumah sakit itu, melihat anaknya yang sedang melamun sendirian pun langsung menghampirinya.


"Ada apa, kenapa kamu melamun" mengagetkan Prita dari belakang.


"Ngak apa-apa pa" jawab Prita.


"Kamu jangan bohong, kamu mau papa marah seperti kemarin di mobil" ucapnya.


"Ngak pa, sebenarnya di rumah sakit tadi ada kejadian yang tidak terduga" ucap Prita.


"Kejadian apa itu" tanya Arman.


"Mbg Astri istrinya Dokter Ariansyah ternyata mirip sekali dengan almarhumah Mira istrinya Pak Bagus, tadi aku melihat Pak Bagus sedih bercampur senang melihatnya. Dia merasa kalau itu benar-benar istrinya" ucap Prita.


"Tapi mana mungkin orang yang sudah mati hidup lagi menjadi istri orang lain, sudah lah kamu tidak usah pikirkan hal ini. Istirahatlah di kamar papa akan membantumu" menarik kursi roda Prita ke kamarnya. Selesai mengantar Prita, Arman merasa gelisah dia pun bergumam "kalau benar itu Mira rencanaku untuk memaksa Bagus menikahi Prita akan gagal, aku akan memastikan ini dulu."


Cahaya, Mia, Johan dan Kevin pun bersama-sama keluar dari kelas ke depan untuk menunggu jemputan.


"Mia kamu di jemput siapa nanti" tanya Cahaya.


"Mama" jawab Mia.


"Oh, kalau gitu kita tunggu di depan sama-sama saja karena aku menunggu jemputan papa" ucap Cahaya, mereka pun bergandengan tangan ke depan gerbang sekolah.


"Cahaya, udah deh ngak usah bareng dia. Kamu nunggu bareng kami aja" melepas tangan Cahaya yang sedang bergandengan.


"Kevin, kamu ngak boleh gitu. Ya udah kita tunggu sama-sama aja" jawab Cahaya.


Mia yang melihat wanita dan laki-laki yang turun dari mobil itu untuk menjemputnya langsung berteriak "mama" berlari menghampirinya tanpa memperdulikan Cahaya dan Kevin yang sedang berbicara.


Cahaya yang menoleh karena teriakan Mia itu pun kaget melihat wanita yang di panggil Mia dengan sebutan mama itu, kakinya pun ikut berlari mengejar Mia yang lebih dulu darinya.


Kevin dan Johan pun mengejar Cahaya yang berlari, Cahaya memberhentikan langkah kakinya saat dia melihat Mia memeluk wanita itu dan memanggilnya mama.

__ADS_1


"Bunda" ucapnya sambil menangis. Dia pun berlari lagi menghampiri wanita itu serta ikut juga memeluknya.


Astri yang melepaskan pelukannya kepada Mia menjadi kaget seorang anak perempuan langsung menangis dan memeluknya erat.


"Bunda" tangisnya.


Mia yang tidak menyukai pelukan Cahaya kepada Astri melepaskan pelukannya itu hingga Cahaya terdorong, Kevin dan Johan pun dengan cepat menahan Cahaya yang terdorong itu.


"Cahaya kamu ngapain meluk mama aku" marah Mia.


"Sayang" ucap Rian sambil menarik tangan anaknya itu yang ingin mendorong Cahaya lagi.


"Mama kamu" ucap Cahaya.


"Iya, mama aku. Yang kamu peluk itu mama aku, aku ngak suka orang lain peluk mama" kesal Mia.


"Bukan dia bukan mama kamu, dia bunda ku. Bunda ini Cahaya anak bunda" sambil memegang tangan Astri.


Astri yang menoleh ke arah Cahaya yang menangis itu hatinya terasa sakit, dia ingin menghapus air mata anak itu tapi Mia langsung melepaskan pegangan Cahaya ke Astri.


"Kamu jangan bicara sembarangan, apanya yang bunda. ini mama aku, mama Astri. Ayo ma kita pulang" ajak Mia.


"Iya Tante, Cahaya anak tante bukan dia" tunjuk Johan.


Kepala Astri pun tiba-tiba pusing lagi mengingat bayangan masa lalu yang kabur itu.


"Akhhhh.."


"Mama, kenapa" teriak Mia.


"Udah ayo kita pulang, Astri kepala kamu masih sakit" membawa Astri masuk ke dalam mobil.


Mereka pun pergi meninggalkan Cahaya, Kevin dan Johan. Cahaya masih menangis sambil mengucapkan kata bunda.


Sampai saat Blue dan Jeni pun datang menjemput mereka.


Blue dan Jeni dari dalam mobil yang melihat Cahaya menangis di pinggir jalan langsung keluar menghampiri mereka.

__ADS_1


"Cahaya" ucap Blue. Cahaya pun memeluk Blue sambil menangis.


"Anak-anak ada apa" tanya Jeni.


"Bunda, Tante" ucap Cahaya.


"Ma, tadi ada tante-tante yang mirip sekali dengan Tante Mira disini. Cahaya menangis saat melihat Tante itu" jelas Johan.


"Sekarang mana Tante yang kamu bilang mirip dengan Tante Mira itu" tanya Jeni.


"Pulang ma, karena dia merasa kesakitan jadinya pulang" jawab Johan.


"Cahaya, Kevin dan Johan kalian sepertinya salah lihat. Udah Cahaya jangan sedih nanti bunda Cahaya di sana ikut sedih juga" bujuk Blue untuk menenangkan Cahaya.


"Kami semua ngak salah lihat Tante, itu benar-benar bunda. Wajahnya, cara bicaranya, dan pelukannya" tangis Cahaya.


"Udah-udah kita ceritakan ini sama ayah dulu yah, berhenti menangisnya. Kak saya pulang duluan" pamitnya meninggalkan Jeni, Kevin dan Johan.


"Ayo sekarang masuk ke mobil, mama mau tanya sama kalian berdua" ucap Jeni, membuka pintu mobil untuk mereka.


"Sekarang jelaskan sama mama, Kevin kamu ceritakan apa yang terjadi" tanya Jeni kepada mereka.


"Tadi kan sudah di kasih tau Tante, kalau kita bertemu dengan Tante Mira. Tapi anehnya Tante itu ngak mengenali Cahaya deh, saat Cahaya dan menangis dia diam aja. Kalau Tante Mira mana mungkin menyuruh Cahaya menangis begitu" jelas Kevin.


"Kalau gitu aku harus cari tau, siapa tau ini bisa menguntungkan buat aku" ucap Jeni dalam hatinya.


Bagus, Harisza dan di susul oleh Kim yang saat itu membongkar makam Mira untuk di otopsi mulai melakukannya. Kim yang saat itu harus menjemput Cahaya menggagalkan niatnya karena dia ikut penasaran siapa wanita di kuburan itu.


Mayat pun di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi, mereka pun bersama-sama menunggu hasil otopsi memakan waktu berjam-jam.


Saat hasil otopsi pun keluar mereka segera membuka hasilnya ternyata hasilnya benar sesuai dengan dugaan mereka bahwa mayat itu bukan Mira.


"Pa kalau ini bukan Mira, berarti Mira masih hidup" ucap Bagus senang.


"Tapi dimana Mira sekarang" sambil berpikir.


"Kim aku ingin kamu cari tau tentang Dokter Ariansyah semua keluarganya" perintah Bagus.

__ADS_1


Kim pun mengangguk dan segera pergi meninggalkan mereka untuk menghubungi temannya.


"Pa ayo ikut aku" Mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil, Bagus menghubungi Prita meminta alamat Dokter Ariansyah. Dengan cepat dia membawa mobil itu sampai ke tujuannya.


__ADS_2