
Di rumah Mira pun muntah dengan sangat banyak, tubuhnya lemas dan dan melihat itu Lilian merasa khawatir dan segera menghubungi Bagus.
Bagus mengangkat telepon dari Lilian pun segera menjawab ternyata perut Mira tidak menerima makanan sehingga Mira menginginkan makan buah naga karena kebetulan di rumah lagi kosong.
Dengan sigap pun Bagus segera menelpon Sekretaris Kim untuk membeli buah naga namun ternyata Lilian menelpon lagi kalau buah naga itu harus dibelikan oleh Bagus dan dikupas terus langsung disuapkan ke mulut Mira, mendengar itu pun Bagus segera pergi meninggalkan kantor mengendarai mobilnya secepat mungkin.
Sesampai Bagus membelikan buah Bagus pulang ke rumah namun sampai di depan pagar rumah mobil Bagus berhadapan dengan mobil seseorang yang Bagus kenal sehingga seseorang itu keluar dari mobil membawa 1 buah plastik, melihat itu Bagus pun kaget dan bercampur emosi "Apa maksud Anda kemari?"
Gaga yang saat itu ditanya Bagus hanya terdiam dan memberikan isi kantong plastik yang dia bawanya sehingga Bagus yang melihat itu "buah naga berwarna ungu, maksud anda apa ini?" tanya Bagus.
"Saya kemari ingin membelikan buah ini namun tiba-tiba saya teringat kepada Mira akhirnya saya memutuskan untuk memberikan ini kepada Mira" jawab Gaga sedih.
"Maksud anda apa" kesal Bagus.
"Saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin membelikan buah ini serta memberikannya langsung kepada Mira, kalau anda tidak suka saya mohon maaf tapi memang betul saya tidak ada rencana apapun, saya ingin memberikan ini" melihat itu Bagus membuang buah tersebut.
"Tidak butuh karena saya sudah membeli buah yang diinginkan istri saya, saya juga tidak suka kepura-puraan anda" ucap Bagus berjalan pergi meninggalkan Gaga.
Melihat buahnya yang terbuang itu Gaga tersenyum sinis menoleh ke arah Bagus yang berjalan meninggalkannya, Gaga segera masuk ke dalam mobilnya pergi dari tempat itu.
Bagus yang kesal pun masuk ke dalam rumah dengan raut wajah emosi, Lilian yang melihat putranya itu dalam keadaan kesal langsung bertanya "kenapa?" Bagus pun menghentikan langkahnya saat ditanyakan oleh Lilian.
"Enggak apa-apa ma, tadi ada orang yang bikin Bagus kesal" jawab Bagus sambil meninggalkan Lilian.
Bagus masuk ke dalam kamar menemui istrinya tersebut, Bagus pun duduk mendekati Mira serta mencubit pipi Mira sehingga Mira teriak kesakitan.
"Sekarang manja yah" ucap Bagus yang membuat Mira tersenyum.
__ADS_1
"Mana?" Bagus pun segera memberikan buah yang diinginkan Mira serta Bagus mengambil piring dan pisau yang sudah diletakkan di samping tempat tidur miliknya.
Bagus menyuap buah itu kepada Mira, Mira pun memakan buah itu dengan lahap serta buah itu langsung habis dimakan oleh Mira. Bagus yang mau nyuapin Mira pun tersenyum "doyan apa rakus" Mira pun kesal serta mencubit Bagus hingga Bagus berteriak "Awwww sakit" sambil memegang pipinya yang sakit.
"kalau pipinya dicubit sakit kan" ucap Mira "aku tuh bukan rakus tapi kan kamu tahu ini tu keinginan anak ini" Mira sambil memegang perutnya.
Bagus pun tersenyum dan memegang perut Mira "dedek nanti kalau lahir jangan seperti Bunda ya tapi harus seperti ayah" mendengar ucapan Bagus itu pun Mira kesal dan menggelitiki suaminya itu hingga Bagus pun kegelian, mereka pun tertawa bersama-sama di kamar itu dengan kebahagiaan.
Cahaya yang pulang sekolah pun berpisah dengan Kevin, Johan dan Linda "Cahaya beneran nih enggak mau diantar" ucap Johan.
"Enggak aku tunggu sopir aja atau enggak ayah jemput" jawab Cahaya.
"Ya udah kalau gitu kami duluan ya, dadah" mereka pun berpisah Kevin dan Johan segera masuk ke mobil sedangkan Linda segera menaik ojek langganannya.
Melihat Cahaya yang sendirian itu Mia pun segera menghampiri Cahaya, Mia berjalan dengan cepat pada saat Bu guru Prita belum keluar dari ruangannya "Cahaya" teriak Mia.
"Maksudnya?" tanya Cahaya balik yang bingung dengan pertanyaan Mia itu.
"Iya kamu senang karena mau punya dedek dari tante Mira" mendengar ucapan Mia pun Cahaya tertawa terbahak-bahak "aneh orang bicara dia malah tertawa" celoteh Mia.
"Habisnya kamu lucu sih, lah iya pasti dong aku bahagia, senang, gembira kalau mau punya adik. Kamu juga gitu nanti kalau mau punya adik pasti senang masak punya adik kita sedih mendengar ucapan Cahaya itu pun Mia marah.
"Aku tahu kalau kita itu harus senang tapi senangnya kamu itu berlebihan, kamu pamer sama semua orang. Kamu sengaja ya, iya kan pasti kamu sengaja tuh mau bikin aku sedih mendengar berita bahagia kamu itu" kesal Mia.
Cahaya pun langsung mengangkat tangannya sambil menunjukkan jempol ke atas terus memutarkan nya ke bawah "apa maksud kamu?" kesal Mia.
"Kamu kan tahu ini tanda apa."
__ADS_1
"Ya pasti aku tahu lah, itu kan tandanya cemen" ucap Mia.
"Iya itulah kamu cemen cewek mental permen" mendengar ledekan Cahaya itu Mia pun kesal.
"Hei kamu jangan bicara sembarangan ya" tunjuk Mia "terus kalau bukan cemen apa iri yah hahaha" Cahaya pun tertawa terbahak-bahak.
Bu Guru Prita yang keluar dari ruangannya pun melihat Cahaya dan Mia sedang berbincang di luar, Bu Guru Prita segera berjalan menghampiri mereka "anak-anak" panggil Bu Guru sehingga mereka berdua pun menoleh.
"Kenapa yah, Ibu guru lihat tadi Cahaya tertawa terbahak-bahak tuh sampai kedengeran dari jauh. Cahaya kayak lagi senang banget ya" Cahaya pun tersenyum mendengar ucapan bu guru Prita itu.
"Iya bu, kita berdua lagi seneng" ucap Mia berbohong.
"Senang kenapa?" tanya Bu guru Prita.
"Iya senang karena Cahaya mau punya adik" jawab Mia.
"Kita semua pasti dong senang siapa sih yang nggak mau punya adik, kalau mau punya adik pasti semua orang senang" ucap Prita.
"Ya udah Bu ayo kita pulang" Mia pun menarik tangan bu guru Prita sedetik itu pun mobil taksi pesanan mereka sampai.
"Cahaya, Bu guru pulang duluan ya Cahaya tunggu sopirnya jemput jangan kemana-mana" Cahaya pun mengangguk mendengar ucapan Bu Guru Prita itu.
Pada saat Bu Guru Prita pergi meninggalkan Cahaya tiba-tiba ada mobil berhenti di depan Cahaya, mobil itu membuka kaca mobilnya orang yang berada di dalam mobil tersebut tersenyum "Cahaya" panggilnya sehingga Cahaya pun berjalan mendekatinya.
"Ada apa Om?" tanya Cahaya yang ternyata orang itu adalah Gaga.
"Mau pulang bareng om" bujuk Gaga tapi Cahaya menggelengkan kepalanya untuk menolak Gaga.
__ADS_1
"Om mau jalan-jalan sebentar ke mall, Cahaya temenin om yah"