
"Benar" teriak Bagus.
"Tapi pak, boleh kita bicara berdua saja" ajak Arya, Bagus pun mengangguk dan keluar bersama Arya.
"Pak yang di ucapkan ibu Mira benar tapi saya mohon bapak memikirkannya lagi karena kita tidak bisa melibatkan ibu Mira dalam situasi yang kita sendiri tidak tahu bahaya atau tidak" ucap Bagus.
"Kamu" tunjuk Arya.
"Maaf pak, saya berbicara seperti ini bukan karena saya masih ada rasa tapi saya peduli karena ibu Mira sudah sangat sering mengalami hal yang berbahaya di hidupnya. Saya tidak mau bapak menyesal" ucap Arya yang membuat Bagus terdiam berpikir.
"Ya udah nanti kita bahas lagi bagaimana cara menyelidikinya, untuk sekarang kamu pulang saja sama wanita ular di dalam itu karena aku mau istirahat" usir Bagus.
"Pak, apa saat bapak di puncak bertemu dengan Gaga" tanya Arya lagi.
"Iya, dia bilang ada bisnis di sana kebetulan bertemu" ucap Bagus.
"Ibu Mira benar-benar membuat bapak sekarang jadi terlalu baik sampai bapak tidak sadar kalau Gaga kesana sengaja ingin mendekati diri dengan keluarga bapak" ucapan Arya pun membuat Bagus semakin tertetugun diam.
"Udah kamu pulang dulu, aku tidak salah memperkerjakan mantan orang licik seperti kamu. Jadi saat ada orang licik kamu sudah paham betul dan kamu cocok banget sama perempuan itu, kalau saya pikir lebih baik kalian menikah saja" ucap Bagus yang membuat wajah Arya memerah.
"Kamu kenapa wajah merah, malu" ledek Bagus.
"Ngak pak, ya udah saya permisi pulang dulu" Arya pun masuk berpamitan mengajak Putri pulang.
Di rumah Gaga yang pulang dengan nada kesal pun membanting semua barang yang ada di sana, dari atas Tika yang melihat itu tersenyum sambil turun dari tangga.
"Kamu itu tidak ada gunanya hancurin semua barang yang ada di rumah ini, biar aku saja yang menghancurkan keluarga Bagus Sandi Dinoto itu tapi kamu bocah ingusan malah merasa lebih hebat" ucapnya.
"Diam kamu, untuk kali ini aku gagal tapi aku akan berhasil untuk rencana berikutnya" teriaknya sambil berjalan masuk ke dalam kamar.
"Perubahan ekstrim yang ada pada diri kamu itu membuat aku semakin yakin bahwa keinginan kamu itu hanya memiliki Mira, tapi kalau sampai kamu benar menginginkan Mira aku akan menghancurkan kamu juga" dalam hati Tika.
__ADS_1
"Wanita parasit itu ucapannya sadis juga, aku harus hati-hati dengan parasit itu karena dia bisa saja menghancurkan aku dari dalam sama seperti yang dia lakukan pada papa" celoteh Gaga di dalam kamarnya itu.
Gaga pun mengambil semua kotak besar yang ada di lemarinya, dia melihat foto dan gambar sambil tersenyum mengingat kenangan 20 tahun yang lalu "Aku dimana, papa dimana" teriak Gaga berumur 9 tahun itu.
Dari belakang datang lah wanita berumur 10 tahun mengagetkannya "ampun, ampun" teriak Gaga dan dia mendengar suara tertawa sehingga menolehkan wajahnya.
"Kamu kenapa bilang ampun" ucap Mira yang berusia 10 tahun.
Gaga yang menoleh melihat wanita cantik, berambut panjang, senyum yang indah membuat matanya tidak bisa berkedip. "Hei aku tanya kamu dengar ngak sih" teriak Mira yang mengagetkannya.
"Iya aku dengar" teriak Gaga dengan gugup.
"Aku takut, tadi aku kesini sama papa dan Pak Agus jadi saat aku melihat burung yang terbang aku mengikuti burung itu. Tapi saat aku menoleh aku tidak melihat papa dan pak Agus" ucapnya ketakutan.
"Kamu ngak usah takut, aku udah hapal jalan di hutan dekat panti sini karena aku dari bayi di sini. Ayo ikutin aku, eh entar dulu kaki kamu berdarah" tanya Mira.
"Iya ngak sengaja kena kayu saat mengejar burung tadi" ucapnya, Mira pun mensobek baju bagian bawahnya.
"Diam, sini kaki kamu" baju yang dia sobekan itu di ikatnya di kaki Gaga, Gaga yang melihat itu tersenyum senang.
"Biar ngak infeksi, lagian perjalanan ke panti cukup jauh. tapi sebelum pulang kamu harus temanin aku ambil buah jambu di sana karena rasanya sangat enak, aku juga mau kasih Tiara dan Arya" ajaknya.
Mira pun memanjat jambu itu dengan senang, Gaga yang ada di bawah hanya mengumpulkan dan menangkapnya. Selesai itu mereka pulang melewati sungai kecil hingga mereka bermain air di sana dan membersihkan jambu yang kotor.
Dari situ lah Gaga selalu datang ke panti mengikuti papanya, tapi dia tidak berani menyapa Mira karena sikapnya yang pemalu. Dia hany memandang Mira dari lantai atas panti dan menggambarkan Mira sedang melakukan kegiatan apa pun yang dia lihat.
"Mira dari kecil sampai sekarang kamu benar-benar membuat aku semakin tergila-gila, sekian lama aku baru berani menunjukkan wajahku pada mu lagi. Tapi ini semua karena parasit itu dia yang membuat aku harus berubah menjadi seperti ini" ucapnya sambil terbaring tidur di atas ranjangnya memeluk semua foto itu.
Bagus merasa waspada atas ucapan Arya tadi, melihat suaminya yang mondar mandir tidak tidur Mira pun berusaha mendekatinya.
"Mas ayo tidur, kamu kalau ada masalah cerita ke aku biar kamu lebih tenang" ucap Mira.
__ADS_1
"Sayang, kamu pokoknya ngak boleh ikut campur urusan yang tadi yah. Biar aku sendiri saja yang ke rumah Gaga itu dan menyaksikan semu yang ada di rumah itu" ucap Bagus khawatir.
"Kamu khawatir karena aku sampai bolak balik kayak setrikaan gini, kamu so sweet banget honey" sambil mencubit hidung Bagus.
"Sayang, aku ngak bercanda pokoknya kamu jangan ikut. Aku ngak mau terjadi apa-apa lagi pada kamu, kamu dan Cahaya itu adalah hidupku jadi kalau terjadi salah satu hidupku bagaimana aku bisa bertahan untuk hidup" sambil menggenggam tangan Mira.
"Gimana ya" ucap Mira.
"Sayang" kesal Bagus.
"Iya, iya aku ngak akan ikut campur dan aku juga ngak akan ikut ke rumah Gaga" ucap Mira.
"Yes, makasih sayang kamu menuruti semua perkataan aku" sambil memeluk Mira.
"Ya udah ayo kita tidur" ajak Mira.
"Ayo, kita kelonan yah."
"Ih genit" mereka pun tidur menutupi diri dengan selimut.
Ke esoknya Mia yang sudah siap untuk ke sekolah keluar dari kamar, dia kaget di meja makan sudah ada seseorang perempuan yang menyiapkan makanan mereka.
"Bu guru Prita" panggil Mia.
"Mia" jawabnya.
"Ayo Mia duduk kita makan sama-sama" ajak Rian.
"Kok Bu guru bisa di sini" tanya Mia sambil duduk di meja makan.
"Bu guru mau menjemput kamu ke sekolah, tapi kata papa kamu kalau kamu masih di kamar belum keluar. Al hasil ini ibu di ajak sarapan bareng" jelasnya.
__ADS_1