Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 95


__ADS_3

Bagus yang melihat ekspresi Gaga tersenyum pun langsung bertanya "ada apa ya pak Gaga, apa ada yang salah dengan istri saya."


"Oh ngak apa-apa pak, saya hanya berpikir bagaimana kalau Bu Mira ikut dalam bisnis ini" jawabnya.


"Kalau untuk bisnis saya tidak mengizinkan istri saya untuk ikut" ucap Bagus.


"Maaf pak Bagus jangan tersinggung, saya hanya seandainya saja. Saya tau pak Bagus orang cerdas jadi tidak mungkin istri Pak Bagus ikut untuk bekerja" ucap Gaga.


"Ya udah meting kita cukup sampai di sini, kalau ada yang perlu di lanjutkan bisa hubungi sekretaris saya" tunjuk Bagus, mereka pun bersalaman dan keluar dari ruangan itu.


Arya yang melihat Gaga hendak keluar dari kantor langsung bersembunyi "Pak Gaga jangan sampai melihat saya, karena saya akan melancarkan rencana saya" dalam hatinya.


Cahaya dan teman-teman yang selesai istirahat pun masuk ke dalam kelas, Cahaya yang saat itu ingin duduk ke bangkunya tidak sengaja menjatuhkan buku gambarnya. Saat Cahaya mengambil melihat isinya Cahaya pun terdiam.


Melihat Cahaya yang diam Johan pun mendekati Cahaya yang masih duduk di bawah memegangi bukunya, "Kenapa?"


Cahaya pun memberikan bukunya kepada Johan, Johan yang kaget itu pun berteriak "Ini apaan?"


Semuanya menoleh ke arah Cahaya, Kevin pun segera mengambil buku itu dan melihat isinya yang basah kena air jadi gambar itu warnanya menjadi acak-acakan.


Mia pun mendekati dan ikut mengambil bukunya "Cahaya, gambar apaan ini" celoteh Mia.


"Cahaya kamu ngak apa-apa" tanya Kevin, Cahaya pun hanya mengangguk.


"Cahaya, kalau kamu ngak bisa gambar ngak usah sok-sok gambar segala. Ini mah gambarnya jelek banget membuat mata sakit lihatnya warnanya aja acak-acakan" sambung Mia lagi.


"Diam kamu, ini ulah kamu kan" teriak Kevin ke Mia.


"Kamu bicara apaan, ngak usah fitnah. Aku aja ngak tau kalau Cahaya gambar apa lagi kayak gini" ucap Mia sambil meletakkan buku gambar itu di atas meja, "tenang Mia jangan terbawa emosi nanti semua orang curiga" dalam hati Mia, Mia pun berjalan duduk ke bangkunya.


"Udah kamu jangan salahin orang lain, yang Mia bilang benar kalau dia tidak tau apa-apa" ucap Cahaya sambil duduk di bangkunya.


"Kok ada yah orang jahat kayak gini, tapi kamu tenang aja aku akan cari tau siapa yang ngelakuin ini. Akan aku kasih pelajaran dia" kesal Kevin.


"Ngak perlu, aku bisa benerin gambar ini" ucap Cahaya menenangkan Kevin.

__ADS_1


"Serius Cahaya, ini gambarnya hancur banget" sambung Linda.


"Kalian mau lihat, ayo ikut aku" Cahaya pun mengajak mereka keluar dari kelas.


Prita yang saat itu di jalan ingin ke rumah sakit melihat Dokter Ariansyah duduk sendiri di taman rumah sakit.


Secepatnya dia pun berjalan mendekati Rian yang sendirian.


"Dokter" sapa Prita.


Rian pun kaget dari lamunannya "eh, Prita. Iya ada apa" tanyanya.


"Aku mau menghampiri dokter tapi saat di lihat dokter ada di sini" jawabnya.


"Apa ada perlu sampai kamu harus kesini menemui saya."


"Ada, tapi apa dokter lagi ngak sibuk."


"Seperti yang kamu lihat aku lagi ngak ada waktu selama 1 jam, ini saja sudah berkurang 30 menit duduk disini berarti sisa waktu ku ada 30 menit lagi."


Mendengar perkataan Prita itu Rian dengan spontan memegang tangan Prita, "terimakasih, kamu sudah mau membantu saya. Saya duduk disini memikirkan bagaimana cara membujuk Mia tapi kamu malah datang untuk membantu menyelesaikan masalah saya, saya percaya sama kamu" ucapnya.


"Sama-sama dokter, saya akan berusaha membantu dokter" jawabnya, saat sadar tangannya berpegangan dengan spontan Rian pun melepaskan pegangan itu.


Prita yang merasakan jantungnya dag dig dug saat tangan itu di lepas spontan, "maaf saya tidak sengaja" ucap Rian.


"Tidak apa-apa, kalau gitu saya permisi pergi dulu dokter" Prita pun berdiri.


"Iya hati-hati, maaf saya tidak bisa mengantar karena jam praktek saya akan segera mulai" berdiri berhadapan dengan Prita.


"Ya udah kita pisah di sini dokter" ucap Prita pergi melangkah meninggalkan Rian.


Rian yang saat itu senang terburu masuk ke dalam rumah sakit, Prita memberhentikan langkahnya dan menoleh ke belakang sambil memegang dadanya.


"Kenapa jantung ini tidak bisa berhenti berdebar saat bersama dengan Dokter Ariansyah, apa benar aku suka sama dokter tapi bagaimana dengan perasaan dokter" sambil tersenyum melihat Rian yang berjalan masuk ke rumah sakit.

__ADS_1


Putri yang saat itu hendak keluar dari ruangannya melihat Gaga melintas di hadapannya, "pernah lihat, siapa yah" celotehnya.


Saat Putri ingin mendekati Arya menariknya, "Kamu mau kemana" tanya Arya.


"Aku mau keluar ke ruangan HRD di lantai atas" jawabnya.


"Kamu lihat laki-laki tadi, jangan sampai dia melihat kamu karena kalau dia lihat kamu rencanaku bisa berantakan" bisik Arya.


"Rencana apa, rencana yang kamu ucapin tadi" tanyanya.


"Iya" melihat Gaga sudah menaiki mobil Arya pun melepaskan pegangannya ke Putri dan pergi.


"Itu orang maunya apa, dari tadi aneh" celoteh Putri pergi meninggalkan tempat itu.


Arya pun mendapat telpon dari Bagus, "iya pak, tadi saya tidak berpapasan dengan Pak Gaga" jawabnya langsung mematikan telponnya.


Sekretaris Kim yang melihat Bagus selesai menelpon Arya di ruangannya, "maaf pak, apa bapak yakin memberikan tugas ini pada Arya, karena Arya tidak ada pengalaman untuk memata-matai m" tanya Kim.


"Sekretaris Kim sepertinya melupakan sesuatu yah setelah menikah ini" jawab Bagus.


"Maksud bapak" Kim pun penasaran.


"Sekretaris Kim tau kan kalau saya tidak pernah salah menilai seseorang, apa Sekretaris Kim lupa kalau dia mempunyai banyak ide untuk mendapatkan keinginannya. Sama seperti Putri Arman" senyum Bagus.


"Maaf pak kalau saya lalai karena lupa" ucap Kim.


Suara hp Kim pun berbunyi sehingga dia segera keluar dari ruangan mengangkat telpon itu.


Telpon dari Blue "Hallo ya ada apa, iya nanti saya sampaikan kepada Pak Bagus" mematikan hpnya dan masuk lagi ke dalam ruangannya.


"Pak ada yang harus saya sampaikan" ucap Kim.


"Apa" tanya Bagus.


"Blue mengabarkan bahwa mobil yang dia pakai hari ini mogok, Blue menginginkan saya untuk mengurus mobil itu" jelasnya.

__ADS_1


"Silahkan, tapi lebih baik ganti mobil baru saja dan mobil itu di jual atau di kasih sama orang ngak apa-apa. Sebab mobil itu sudah menyusahkan istri saya" ucap Bagus dan membalikkan kursinya.


__ADS_2