Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 122


__ADS_3

Melihat Mira yang jatuh Gaga pun turun ke jurang tersebut sampai dia pun terjatuh menabrak pohon "ahhhhh" tanpa di lihat ranting pohon menancap kakinya sampai mengoyakkan celananya.


Gaga yang saat itu melihat Mira pingsan tidak jauh darinya segera menghampiri tapi kakinya sangat sakit saat dia bergerak, dengan berlahan dia mengambil hp yang masih ada di saku jasnya menelpon bodyguard posisinya sekarang.


Dengan berlahan dia mengesotkan tubuhnya untuk sampai ke tempat Mira, Gaga membalikkan tubuh Mira dengan setengah sadar Mira pun melihat Gaga di hadapannya "Mira bangun, kamu harus kuat" teriak Gaga namun karena dia sangat lemah akhirnya Mira pun pingsan.


"Mira, Mira, Mira" teriak Gaga begitu semakin menjadi-jadi. Dengan sigap Gaga membuka jasnya meletakkan di tubuh Mira yang menggunakan dres pemberiannya tadi.


"Bossss" teriak dari atas jurang memanggil Gaga.


"Di sini, cepat" teriak Gaga sehingga mereka pun menggunakan tali untuk ke jurang itu mengangkat Mira dan Gaga.


Sampai di atas pun "cepat bawa dia ke kamar, panggil dokter pribadi sekarang" perintah Gaga.


Namun salah satu dari bodyguard itu "tapi bos kaki bos bagaimana, lebih baik bos dulu kita angkat" ucapnya membuat Gaga menamparnya.


"Kamu tau nyawa dia lebih berharga dari kakiku, kalau nyawanya hilang maka aku juga akan hilang" marah Gaga sehingga mereka pun secepatnya mengangkat Mira.


Tika yang saat itu kaget melihat rombongan mobil datang mengangkat Mira dan mengangkat Gaga, "ada apa ini" tanya Tika pada salah satu bodyguard itu.


"Tadi bos dan nona jatuh ke jurang" jawabnya.


"Kok bisa" bodyguard itu pun segera pergi tidak menjawab pertanyaan Tika.


Dokter langsung mengobati Mira, sedangkan Gaga yang melihat Tika masih penasaran di depan pintu kamar menghampirinya.


"Kamu pergi saja dari sini" ucap Gaga.


"Hemm, aku cuma mau lihat saja. Lagian kamu lihat kaki kamu itu masih nancap ranting pohon harusnya di obati duluan bukan wanita itu" ucap Tika.


"Aku tidak peduli" ucap Gaga sehingga membuat Tika segera pergi dari tempat itu.


Dokter yang datang memeriksa Mira pun segera mengobati Gaga "ini harus sering di bersihkan agar tidak infeksi" setelah selesai membersihkan semua luka-lukanya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya" tanya Gaga.


"Dia baik-baik saja, tidak ada cedera sedikit pun hanya luka ringan di tubuhnya saat terjatuh" jawab dokter itu.


"Terimakasih dokter."


"Aku sudah lama menjadi dokter keluarga kalian tapi aku baru pertama kali melihat kamu menghawatirkan orang lain dari pada diri kamu sendiri seperti ini, kamu sekarang benar-benar."


"Udah lah dokter tidak usah meledeki aku, kalau sudah selesai dokter akan di antar oleh bodyguard ku. Dokter lebih mengenal aku dari pada diriku sendiri."


Dokter pun hanya tersenyum mendengar perkataan Gaga dan segera pergi dari tempat Gaga.


Bagus yang dalam ke adaan emosi di rumah sakit segera bergegas ke rumah Gaga, Harisza yang menyusul Bagus dari belakang pun sangat khawatir.


"Kalau betul Gaga yang menculik Mira maka aku tidak akan tinggal diam" celoteh Bagus.


Sampai di depan pintu rumah Gaga, Bagus segera turun melumpuhkan satu persatu bodyguard yang ada di depan rumah Gaga.


Harisza pun tetap mengikuti Bagus "apa yang di ucapkan Putri sampai anakku semarah ini" celoteh Harisza


"Tidak ada waktu pa karena aku tidak mau terjadi apa-apa dengan istriku" jawab Bagus sambil melumpuhkan satu persatu orang yang menghadangnya.


Tika yang saat itu keluar mendengar suara ke bisingan segera mendekati ke arah mareka, ", Bagus" teriak Tika.


"Mana istriku" teriak Bagus.


"Kenapa tanya padaku, kamu tanya saja sama orang yang ada di kamar ujung sebelah kanan sana" ucap Tika sehingga Bagus pun berjalan secepat mungkin menuju kamar tersebut.


Saat Bagus membuka pintu kamar tersebut Gaga berada sebelah Mira sedang mengelus rambut Mira yang di mana Mira sedang tertidur di sebelah Gaga dalam keadaan tidak sadar.


Melihat itu Bagus sangat murka sehingga dia mengangkat tubuh Gaga dan memukuli Gaga, "brengsek" teriak Bagus.


Gaga yang saat itu tidak bisa melawan karena kakinya menerima pukulan tersebut, semua bodyguard datang ingin mengeroyok Bagus tapi Gaga memberikan kode untuk tidak melakukan penyerangan.

__ADS_1


Harisza yang saat itu melihat Mira terluka segera berteriak "Bagus lihat kondisi istrimu, dia lebih penting dari pada laki-laki itu."


Bagus pun segera berlari ke arah Mira "sayang bangun, Mira" panggil Bagus namun Mira hanya diam.


"Ayo bawa ke rumah sakit" ajak Harisza, Bagus pun menggendong Mira dari atas ranjang.


"Jangan bawa dia pergi" teriak Gaga.


Semua bodyguard pun mendekati Bagus dan Harisza mengepung mereka, "Kalian mau apa, sampai di sini aku segera menelpon polisi dan kalian siap-siap akan di tangkap" ucap Harisza sehingga membuat mereka menjauh.


Bagus membawa Mira ke dalam mobil dan pergi bersama, Gaga yang keluar saat itu "cepat bereskan gudang, kalau mereka sudah menelpon polisi pasti akan ada pemeriksaan" ucap Gaga sehingga membuat mereka semua bergerak sesuai perintah Gaga.


Tika pun tersenyum mendekati Gaga "apa aku bilang, biarkan aku yang bertindak. Rasa suka kamu pada wanita sialan itu membuat kamu menjadi hancur" celoteh Tika.


"Diam kamu, aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti Mira sedikit pun. Rasa benci yang ada di hati kamu akan menyakiti dia."


"Tau apa kamu" kesal Tika sehingga dia pun segera pergi meninggalkan Gaga keluar dari rumah.


Di dalam mobil Tika pun bergumam "aku akan tetap membuat Mira hancur seperti dia menghancurkan Tiara, sudah waktunya nanti aku yang akan bergerak."


Bagus yang sampai di rumah sakit pun segera menggendong Mira di bantu oleh semua suster yang ada di sana "bapak tunggu di sini biar dokter yang periksa" ucap suster itu saat Mira di masukkan ke UGD.


"Pa, Cahaya gimana" tanya Bagus


"Ada mama kamu" jawab Harisza.


Selesai di periksa Bagus dan Harisza di izinkan masuk oleh suster "gimana istri saya" tanya Bagus.


"Melihat dari lukanya istri anda ini sudah di obati lebih dulu sebelum ke sini, saat saya periksa ada banyak memar yang sudah di olesi salap sepertinya dia terjatuh dari tempat yang tinggi" jelas dokter.


"Sudah di obati dok dan terjatuh" kaget Bagus.


"Iya Pak Bagus, anda membawa istri anda kesini dalam ke adaan bersih. Karena dia masih pingsan makanya anda khawatir tapi tenang saja dia akan segera sadar karena tidak ada yang berbahaya, Istri anda akan di pindahkan ke ruang perawatan."

__ADS_1


"Terimakasih dokter" ucap Bagus.


__ADS_2