
Mendengar bisikan itu laki-laki itu tersenyum dan berkata dalam hatinya "Wanita itu sangat susah di kendalikan, awas saja kalau dia berani macam-macam tanpa sepengetahuan ku akan aku hancurkan dia berkeping-keping."
"Bos, ada telpon dari markas besar bahwa hari ini ada barang baru akan sampai di pelabuhan. Datangnya siang hari ini nanti setelah rapat dengan perusahaan PT Cahaya Muda" ucapnya.
"Aku akan kesana, sekarang ayo kita jalan. Kalian semua awasi wanita itu jangan sampai dia melakukan hal yang nekat."
"Baik bos" ucap semua bodyguard yang ada di sana. Sehingga dia langsung masuk ke dalam mobil untuk berangkat.
Saat di perjalanan dia pun melihat mobil mogok, tapi saat dia melihat dua wanita yang ada di sana segera dia menyuruh sopirnya untuk berhenti.
"Berhenti" turun dari mobil mendekati 2 wanita yang ada di sana.
"Ada apa" tanyanya, sehingga Mira dan Blue pun menoleh ke arah suara itu.
"Pak Gaga" ucap Blue.
"Ini pak, mobil kami tiba-tiba mati. Mau telpon orang bengkel tapi di daerah sini ngak ada sinyal" ucap Mira.
Gaga pun segera mengambil hpnya yang ada di sakunya dan melihat "Iya ngak ada sinyal, coba saya cek" segera membuka panel pintu depan mobilnya untuk melihatnya. "Oh ini kekurangan air, kalian ada air untuk di isi" tanyanya.
"Ngak ada pak karena kita tadi pergi hanya mengantar Cahaya" jawab Blue.
"Di mobil saya juga tidak ada air, gimana kalau Blue beli air di antarkan sama supir saya" ucap Gaga.
"Ya udah deh aku beli air dulu, kak Mira di sini yah sama Pak Gaga" Mira pun mengangguk kepala sehingga Blue masuk ke mobilnya pergi meninggalkan mereka.
Gaga yang memegang mesin mobil itu mengelap keringat di dahinya sehingga tangan bekas oli yang dia pegang di mesin itu menempel di dahinya, Mira yang melihat itu tersenyum.
Dia pun membuka pintu mobilnya mengambil tisu yang ada di mobil, dengan spontan Mira membersihkan oli yang ada di dahi Gaga.
Gaga yang kaget dengan ulah Mira pun terdiam tidak bicara apa-apa, "aduh maaf saya buat bapak kaget kayaknya, itu pak ada oli di dahi bapak jadi saya bantu bersihkan karena kalau bapak yang bersihkan pasti tidak bersih karena tangannya pada hitam semua" sambil menunjuk ke dahi dan tangan Gaga.
__ADS_1
Gaga yang melihat tangannya ada olinya hanya tersenyum "ngak apa-apa kok Bu Mira, saya harusnya terimakasih karena ibu sudah membantu saya. Tanpa sadar tangan saya hitam begini dan ini juga hilang saat di cuci nanti" ucapnya.
Blue pun sampai membawa air yang di pintai, segera memberikan air itu kepada Gaga. Gaga pun segera mengisi air itu kedalamnya "coba di hidupkan" ucap Gaga.
Blue pun masuk ke mobil mencoba menghidupkannya sampai mobil itu hidup lagi, "Akhirnya" sambil menarik nafas lega.
Mendengar mesin mobilnya hidup lagi Mira pun tersenyum senang, "terimakasih pak akhirnya mobil kami nyala lagi" ucapnya.
"Sama-sama Bu, hanya kebetulan saja hingga saya bisa membantu ibu dan adik ibu" sambil menutup kembali mobil itu keadaan sebelumnya.
"Ya udah, kalau gitu kami pamit duluan" sambung Mira, Gaga pun mengangguk.
Blue dan Mira masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka, "mobil mewah mogok, lucu banget sih kak. Kayaknya harus ganti yang baru deh" ledek Blue.
"Mungkin Mas Bagus belum sempat mengecek mobilnya satu persatu kali, kamu lihat aja keadaannya yang sibuk seperti itu."
"Bisa jadi sih, karena di otaknya Kak Bagus itu hanya kak Mira doank."
Arya yang masuk ke ruangan Putri tiba-tiba mengagetkan Putri, "Astagfirullah, kamu ngapain sih buka pintu tanpa ngetuk dulu" teriaknya kesal.
"Aku perlu bantuan kamu" ucap Arya.
"Bantuan apa."
"Nanti pulang kerja kamu ikut aku, sekarang aku mau selesai pekerjaan dulu. Bye" pergi meninggalkan Putri.
"Itu orang sakit kali ya datang ngak di undang, pergi juga ngak di usir" celoteh Putri yang bingung dengan tingkah Arya.
Di sekolahan pun Cahaya dan teman-teman beristirahat, Cahaya masih asik mencoret-coret buku gambarnya dengan krayon "Cahaya, ayo kekantin" ajak Kevin mendekatinya.
"Nanti dulu, gambarnya belum selesai" jawab Cahaya.
__ADS_1
"Udah, nanti bisa di lanjutkan lagi. Itu kamu mau gambar apa sih serius banget."
"Aku mau kasih kejutan gambar ini sama ayah dan bunda nanti sebelum berangkat ke puncak." ucapnya sambil membereskan crayon dan menutup buku gambarnya.
Mereka pun semua keluar untuk beristirahat, Mia yang mendengar percakapan mereka saat semua keluar segera masuk ke kelas.
Dia pun membuka buku gambar di meja Cahaya terus menumpahkan sesuatu ke gambar itu sampai basah, "Kamu ngak akan bisa kasih gambar ini sama mama" pergi meninggalkan tempat itu.
Saat Mia keluar dari kelas dia bertabrakan dengan Linda yang terburu-buru masuk, "Aduh."
"Kamu ngapain di sini" tanya Mia.
"Aku mau ambil uang di tas karena ke tinggalan tadi, tapi yang harusnya tanya itu aku kamu ngapain" jawab Linda.
"Kalau aku mau keluar lah mau ke kantin, ya udah aku ke kantin duluan ya" sambil melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Linda.
"Perasaan tadi udah keluar, tapi kok sekarang baru keluar. Udah lah perasaan kan sering salah, mending aku cepat ambil dan makan" celotehnya.
Pada saat itu Bagus yang sudah menyelesaikan pekerjaannya segera turun ke ruang meting untuk meting bersama Gaga dan Dirga.
Mereka pun berjabat tangan "terimakasih semuanya sudah hadir di acara meting hari ini, silahkan duduk kita akan memulai meting kita" ucap Bagus.
"Bagus yang sudah selesai melakukan persentase segera duduk kembali, Gaga pun menunjukkan tangannya untuk bertanya "Pak bagaimana kalau kerjasama kita untuk properti ini di lakukan secepatnya tidak menunda waktu lagi."
"Maaf Pak Gaga, saya sih bisa melakukan itu tapi kita harus mencari tau 100% tempat yang ingin kita bangun ini apakah bermasalah atau tidak. Untuk desain bapak tidak perlu khawatir saya akan memberikan gambar itu dalam waktu 3 hari" jelas Bagus.
"Pak Gaga tidak perlu khawatir, saya sudah lama bekerja sama dengan PT Cahaya Muda ini yang sangat kompeten. Apalagi Cahaya Muda ini Pak Bagus kecerdasannya sangat luar biasa di tambah lagi istrinya Bu Mira juga sangat pandai dalam berbisnis" jelas Dirga.
"Apa yang bapak maksud Bu Mira" tanya Gaga.
"Sudah pasti, istri Pak Bagus kan hanya Bu Mira" jawab Dirga.
__ADS_1
"Benar wanita cerdas" celoteh Gaga sambil tersenyum.