Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 125


__ADS_3

Cahaya tertawa melihat tingkah temannya itu.


Di penjara Gaga yang masih duduk memikirkan rencana berikutnya tiba-tiba datang lah polisi bahwa ada yang ingin bertemu dengannya.


Saat Gaga keluar dengan raut wajah bingung Gaga duduk dan tidak mengenali sosok yang ada di hadapannya itu.


"Siapa?" tanya Gaga.


Sosok itu sambil tersenyum "perkenalkan nama saya Ariansyah biasa di panggil orang dengan sebutan Dokter Rian" sambil mengulurkan tangannya.


Gaga pun membalas jabatan tangan itu "ada keperluan apa seorang dokter yang tidak aku ketahui mencari aku" tanya Gaga.


"Aku kemari ingin mengajak kerja sama bersama kamu sekalian membantu kamu bebas dengan cepat di tahanan ini" jawabnya yang membuat Gaga tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa anda tertawa" tanya Dokter Rian.


Gaga pun diam dari tawanya "dokter, apa orang yang anda ingin balas itu Bagus Sandi Dinoto" Rian pun mengangguk mendengar ucapan Gaga.


Gaga tertawa lagi "aku bisa keluar dari sini, apa untungnya buatku" ucapan Gaga membuat Rian menarik nafas dalam-dalam.


"Saya sudah mencari tahu kalau pengacara anda bisa membantu anda mengeluarkan penjara selama 6 bulan, saya juga tahu kalau anda menyukai Mira eh bukan suka tapi tergila-gila padanya. Saya sudah tinggal lama sama Mira saat membantu dia hilang ingatan dulu jadi saya sangat mengenal sosok itu dari dalam maupun luar" jelas Rian yang membuat Gaga tersenyum.


"Terus."


"Saya akan membebaskan anda dalam waktu 3 bulan sambil membuat rencana besar untuk menghancurkannya, dia sudah mengambil kebahagian putriku dan memberikannya kepada putrinya. Aku mau dia hancur sama seperti yang putriku rasakan saat orang yang dia sayangi di ambil paksa oleh orang lain."


Gaga pun mengulurkan tangannya "baiklah kita kerja sama, tapi aku tidak mau kamu menyentuh Mira ku seujung rambutnya karena aku bisa saja membunuh kamu."


Mendengar itu Rian mengangguk dan berjabat tangan dengan Gaga "aku juga suka dengan Mira tapi aku akan berhati-hati masalah perasaan ini karena aku tidak mau di pandang jelek olehnya" ucap Rian dalam hatinya.


Rian pun segera keluar dari penjara namun saat hendak masuk tiba-tiba Tika masuk sehingga Gaga duduk lagi, Tika melihat ke kiri kanan seperti mencari seseorang.


"Kalau dia ada di luar berarti sudah ada orang yang mengunjunginya, tapi siapa" ucap Tika dalam hatinya.


"Mau apa kamu?" tanya Gaga kesal.


"Aku datang hanya ingin memastikan kabar adikku sayang ini setelah masuk penjara" ledeknya.

__ADS_1


"Kamu meledekku, kamu tau kan kalau aku tidak akan lama di sini" sombong Gaga.


"Tau, tapi kata kuasa hukum kamu semuanya berat karena Cahaya dan Mira adalah saksi kunci jadi hukuman kamu bisa bertahun-tahun" ucapnya.


"Pergi kamu dari sini" marah Gaga.


"Wah, wah, wah dimana pun kamu berada selalu saja berbicara dengan nada tinggi. Lagian aku juga akan pergi, ngak perlu lama-lama disini karena aku tidak mau ikut campur urusan kamu" Tika pun berdiri dan segera pergi.


Gaga pun masuk lagi ke dalam kerangka penjara "benalu itu sepertinya senang melihat aku di sini, aku harus cepat keluar biar bisa memberikan dia pelajaran sopan santun" celoteh Gaga sambil duduk.


Pada saat ingin duduk Gaga pun di ganggu oleh preman namun karena dia sedang emosi dengan mudah dia mengalahkan preman yang ada di penjara itu sampai babak belur.


"Kalau ada yang berani maka aku tidak akan segan-segan menghabisi kalian semua" teriak Gaga sehingga membuat mereka semuanya menghindari Gaga dan mengobati luka yang terjadi pada teman mereka.


Pagi hari di kamar Cahaya bersiap-siap untuk pergi ke sekolah namun Kevin, Johan dan Linda ke rumah Cahaya menggunakan seragam sekolah dan berteriak "Cahaya, Cahaya, Cahaya" teriakan mereka membuat Bagus yang saat itu menikmati sarapan merasa kesal sehingga keluar menghampiri mereka.


"Hei jagoan kalo volume suara kalian terlalu besar, om tidak bisa menikmati sarapan" teriak Bagus.


"Om lagi sarapan, kenapa ngak ajak-ajak kami tapi malah ngomelin kami" ucapan Linda yang sangat menusuk jantung Bagus.


"Kamu ya, pinter banget bicaranya" kesal Bagus sehingga Mira pun keluar ikut menghampiri.


"Ayo anak-anak sarapan dulu karena Cahaya tidak bisa terburu-buru kalau di kursi roda" mereka segera masuk ke meja makan.


Namun saat Mira membalikkan tubuh ada mobil yang masuk tiba-tiba parkir di depan rumahnya, Mira mengurungkan langkahnya dan menunggu orang yang keluar dari mobil.


"Kakak" teriak Blue berjalan kecil menghampirinya.


"Blueeee" Mira pun segera memeluk Blue.


"Sudah pulang, kakak kangen tau."


"Sama Blue juga kangen."


"Ayo kita masuk, sekretaris Kim ayo" mereka berjalan masuk.


Lilian pun berteriak saat melihat Blue datang ke meja makan "Blueee, Tante rindu" memeluk Blue yang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Tante sudah pulang" teriak Cahaya dari belakang yang di dorong oleh bibik kursi rodanya.


"Cahaya" Blue memeluk Cahaya serta mencium kening dan pipi Cahaya. Blue bingung melihat kakinya yang di perban.


"Ini kenapa?"


"Jatuh Tante" jawab Cahaya.


"Ya ampun keponakan tante kasihan sekali, semoga cepat sembuh ya" ucap Blue.


"Gimana kabar kamu sekretaris Kim?" tanya Bagus.


"Alhamdulillah sehat pak" jawabnya.


Kim hanya diam dan tersenyum "om, duduk kenapa berdiri. Kita sarapan" celoteh Linda.


Kim hanya mengangguk dan tetap berdiri, "ayo kita sarapan sama-sama" ajak Mira sehingga mereka duduk makan bersama.


"Gimana sukses dengan rencana bulan madunya" tanya Bagus yang membuat Kevin penasaran.


"Om, bulan madu dapat dedek yah" Kevin sambil mengunyah makananya.


"Tau apa kamu, kamu anak kecil" ledek Bagus.


"Opa" Kevin melihat ke arah Harisza.


"Kevin yang di ucapkan om Bagus benar, kalau penasaran tanya aja langsung sama Tante Blue dan Om Kim" jawab Harisza sehingga Kevin mendekati Blue.


"Tante hasilnya ada dedek bayi kan?" tunjuk Kevin.


"Iya ada, baru 2 Minggu" jawab Blue yang membuat mereka kaget.


Linda, Johan dan Cahaya pun mendekati "berarti Cahaya ada adik donk"?" tanya Cahaya membuat mereka mendekati Blue.


Blue mengangguk "Horeeeee, punya adikkkk" teriak Cahaya, Johan, Kevin dan Linda.


"Bunda, ayah Cahaya juga mau dari kalian biar Cahaya juga punya adik" ucapan Cahaya membuat Kevin berceloteh "Cahaya punya 2 adik itu repot, jangan minta yang aneh-aneh" ucapan Kevin membuat Cahaya diam karena Cahaya merasa Kevin marah mengucap hal seperti itu sebab dia hanya anak yatim.

__ADS_1


"Udah lanjutin makan" ucap Mira membuat mereka menurut serta menghabisi makanan itu.


__ADS_2