Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 116


__ADS_3

Cahaya menutup mulutnya saat terjatuh "Sakit banget" celotehnya sambil berdiri namun pergelangan kakinya terasa nyeri.


"Tuan benar tidak ada" ucap pembantu itu kembali lagi menemui Gaga.


"Ya udah kita ke sana bersama sama" ucap Gaga, saat mereka berdiri Mira pun "aduh" ucap Mira berakting sepeti ke sakitan.


"Kenapa" tanya Bagus.


"Sakit, sepertinya mah ku kambuh" ucap Mira.


"Bik, kamu ambil obat mah dulu untuk bu Mira kalau di biarkan akan parah" ucap Gaga seperti khawatir.


Pembantu ibu berjalan menuju P3k mengambil obat mah dan memberikannya ke pada Mira.


Mira pun meminum obat itu berpura-pura memegang perutnya "gimana sayang" tanya Bagus.


"Sudah ngak apa-apa, kita harus cari Cahaya kan" jawab Mira sambil berusaha berdiri.


"Gimana ini mas anak kita ketahuan tidak yah" dalam hati Mira melihat ke wajah Bagus, dalam hati Bagus pun berkata "percaya lah sama Cahaya sayang, jangan panik seperti ini."


"Ayo kita sama-sama ke toilet" ucap Bagus.


"Tapi mah Bu Mira gimana pak, biar saya saja ke sana. Bapak temanin Bu Mira di sini" ucap Gaga yang berdiri.


"Enggak, aku mau ikut karena kalau Cahaya benar tidak ada di toilet kita pasti akan cari dia kan" ucap Mira.


Mereka pun berjalan ke arah toilet tapi tidak melihat Cahaya di dalam toilet, namun "Bunda" teriak Cahaya di sebelah toilet itu yaitu meja dapur.


"Cahaya" mereka berjalan menghampiri Cahaya, mereka melihat meja berantakan serta makanan yang ada di dalam kulkas keluar dan berhamburan.


"Kamu ngapain" tanya Bagus.


"Ayah, apa ayah tidak lihat aku lagi makan" jawabnya.


"Tapi tadi nona tidak ada kok di toilet sama di sini" ucap pembantu itu.

__ADS_1


"Tante ngak lihat Cahaya yah, Cahaya lihat kok Tante bolak balik panggil Cahaya tapi Cahaya sengaja ngak jawab karena mulut Cahaya penuh makanan" jawabnya sambil menarik sedikit baju Mira dan menunjuk ke arah kakinya.


"Kamu itu kalo cari orang yang benar, masa anak kecil lagi makan di sini kamu bilang hilang ngak ada" marah Gaga.


"Maaf tuan."


Mira yang saat itu sadar arah tunjukan Cahaya segera ikut duduk, "gimana sih kamu habiskan makanan orang pada hal di rumah kan ada makanan seperti ini" ucap Mira sambil memegang kaki itu, saat Mira meraba seperti bengkak.


"Maaf bunda, ayah, om kalau Cahaya buat susah. Makanan di rumah sendiri sama di rumah orang itu berbeda yah, lebih nikmat makan di rumah orang dan bunda harus coba cake ini rasanya enak banget" ucap Cahaya.


"Ngak apa-apa Cahaya, cake ini di kirim langsung dari Singapura sebab om alergi dengan coklat buatan Indonesia yang campuran minyaknya membuat lidah dan tubuh om gatel. Tapi Cake pesanan om ini spesial di buat dari Singapura langsung hingga tidak membuat om alergi, gimana rasanya enak kan" ucap Gaga sambil mengelus rambut Cahaya.


"Iya om, rasanya enak banget beda dari kue yang sering Cahaya makan" celotehnya sambil mengunyah kue tersebut.


Mira pun membersihkan wajah Cahaya yang belepotan dengan coklat, "Udah makanya, kita pamit sama om Gaga karena mau pulang" meletakkan tisunya di atas meja sambil mengedipkan matanya "Mas kamu gendong Cahaya sekarang, kamu tahu kan kalau anak kamu makan banyak begini maka dia akan kesulitan berjalan" tawa mereka semua.


Bagus segera menggendong Cahaya, namun Gaga memegang pundaknya "bapak ayah yang baik" ucap Gaga yang membuat mereka hampir kaget seperti ketahuan.


"Kamu bisa saja, sekarang kami pamit dan besok kita atur jadwal meting lgi" ucap Bagus.


"Om, Tantenya kemana. Kenapa tidak keluar" Tanya Cahaya yang menanyakan Tika.


Gaga saat itu tersenyum "Tantenya sedang olahraga di taman belakang, dia memerlukan waktu 3 sampai 4 jam untuk berolahraga. Kalau Cahaya mau ketemu om akan menyuruh orang memanggilnya" ucap Gaga.


"Ngak usah om, Cahaya ngak mau ganggu Tante yang sibuk berolahraga. Cukup bilang sama Tante kalau Cahaya suka sama Tante" ucap Cahaya.


"Iya" Gaga mengelus rambut Cahaya.


Bagus memasukkan Cahaya ke dalam mobil, mereka pun masuk dan keluar dari pintu gerbang.


Mata Gaga menoleh ke atas melihat sosok wanita sedang memandangnya dengan wajah kesal.


"Wanita gila, dia membuat aku seperti laki-laki yang bermusuhan dengannya di depan Mira" kesal Gaga dan masuk ke dalam rumah.


Cahaya yang ada di dalam mobil langsung merintis kesakitan "bunda kaki Cahaya."

__ADS_1


Mira pun menggulung celana Cahaya dan melihat memar di kakinya "mas kita ke apotik dulu beli salap untuk memar kaki Cahaya, sudah itu pulang ke rumah."


"Iya sayang, kaki Cahaya kenapa bisa bengkak begitu sih. Cahaya jatuh" tanya Bagus.


"Iya ayah jatuh dari tangga" sambil memegang kakinya.


Arya dan Putri yang mengikutinya dari belakang pun masih tetap mengikuti mereka.


Di rumah Gaga segera menghampiri Tika yang turun dari tangga, "kamu harus bisa menjaga tingkah kamu" ucap Gaga.


Tika pun tersenyum "kamu terlalu naif saat bertemu dengan Mira, sorot mata kamu tidak bisa di bohongi" jawabnya dengan nada sombong.


"Hah, kamu juga wanita naif yang selalu bergantung" pergi meninggalkan Tika.


Tika yang melihat Gaga pergi segera berjalan naik ke tangga, namun langkahnya terhenti karena ada bodyguard yang menghampiri Gaga. Tika pun berdiri untuk mendengarkan percakapan mereka.


"Pak, sepertinya ada sesuatu yang aneh" ucapnya.


"Aneh, maksudnya."


"Di dekat ruang bawah tanah ada tangga yang berdiri di dekat ventilasi" ucapnya.


"Tangga, itu kan hal yang biasa. Bisa jadi salah satu dari kalian lupa meletakkan tangga tersebut" ucap Gaga.


"Iya pak, kalau gitu saya periksa CCTV dulu."


"Silahkan, kalau ada yang mencurigakan segera lapor" Gaga pun berjalan masuk ke kamar.


Tika tersenyum mendengarkan itu "Gaga, kamu sudah di tandai alias di curigai oleh mereka" celoteh Tika berjalan masuk ke kamarnya.


Bagus pun berhenti ke apotik, Arya dan Putri segera keluar dari mobil mendekati mobil Bagus. "Ada pak, kenapa berhenti ke apotik" tanya Arya pada Bagus yang keluar dari mobil.


"Anakku kakinya bengkak karena terjatuh, aku perlu membeli obat" berjalan ke apotik.


Mira pun membuka kaca mobil, "kalian langsung saja ke rumah, kami akan menyusul setelah selesai dari apotik" ucapan Mira membuat Arya dan Putri segera pergi meninggalkan Mira.

__ADS_1


Namun saat mereka pergi tiba-tiba ada dua mobil berhenti menghampiri mobil Mira yang terparkir itu, mereka segera membuka pintu mobil dan menarik paksa Mira dan Cahaya keluar dari mobil.


__ADS_2