
"Bapak mengancam saya, saya yang akan membuat cucu bapak tidak sekolah lagi di sini" ucapnya.
Papi Rido dan kepala sekolah menghampiri mereka, saat Papi Rido menoleh ke arah Dirga.
"Pak Dirga" ucap Papi Rido.
"Papi, cucu orang ini dan anak dari ayah perempuan yang barusan keluar membuat anak kita seperti ini. Kita harus membuat mereka keluar dari sekolah ini" kesal mami Rido.
"Maaf pak atas ucapan istri saya, saya tidak tau apa yang sudah dia katakan pada bapak dan Pak Bagus" tidak memperdulikan perkataan istrinya, Dirga hanya tersenyum mendengar perkataan Gunawan.
"Papi apa yang papi katakan" teriak istrinya, Gunawan pun langsung menampar istrinya dan menarik tangan istrinya pergi keluar "maaf pak saya permisi dulu ada yang ingin saya diskusikan."
"Mari pak kita menunggu di ruangan saya saja" ajak kepala sekolah.
"Oke" Dirga pun menyetujui.
"Bu Vivi dan Bu Prita tetap disini tolong jaga Rido" perintah kepala sekolah membuat kedua guru itu mengangguk.
Di dalam perjalanan pun mereka masih dengan wajah kesal.
"Om aku pinjam hp donk" ucap Kevin.
"Untuk apa" tanya Bagus.
"Aku mau tanya kakek ngelakuin apa untuk mereka, asal om tau ya telingaku ini sakit di jewer sama nenek sihir itu" kesal Kevin. Bagus pun langsung memberentikan mobilnya mendengar perkataan Kevin.
"Apa dia menjewer kamu, Cahaya gimana apa Cahaya di gituin juga. Kalau iya kita harus putar balik dan ayah akan memberikan perhitungan untuk mereka" Kesal Bagus.
__ADS_1
"Ayah aku ngak di apa-apain kok, kalian berdua itu ngak boleh buat ayah marah donk. Ayah, mereka berdua pantas kok di jewer karena membantah perkataan orang tua" ucap Cahaya langsung mencubit Kevin yang lagi kesakitan.
Di luar sepasang suami istri itu bertengkar hebat, "papi tega sekali mempermalukan mami di depan orang-orang di sana, asal papi tau dia mengancam dan menyuruh memilih salah satu pilihan yang membuat mami kesal. Lihat anak kita di bully habis-habisan" kesal mami Rido sambil memegang pipinya.
"Asal mami tau yang di depan mami itu bos besar papi Pak Dirga Kencana pemilik PT Halilintar dan laki-laki yang keluar tadi adalah Bagus Sandi Dinoto CEO PT Cahaya Muda, kalau mami tidak menjaga sikap papi bisa di pecat. Kita bukan kehilangan menjadi donatur di sini tapi kita bakal kehilangan semuanya, mami mau hidup miskin" marah Gunawan.
"Apa bos, jadi anak laki-laki itu cucu Pak Dirga dan anak perempuan itu anak Pak Bagus" ucap istrinya sambil terbata-bata.
"Iya, kalau papi tidak menampar mami pasti mami tidak akan berhenti menghina mereka. Sekarang mami harus minta maaf dan ajarkan anak kita untuk ikut minta maaf, ini semua salah mami selalu memanjakan Rido akhirnya dia jadi anak suka bully orang" Gunawan menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam dan Gunawan juga menarik Rido untuk masuk, melihat semuanya masuk Bu Vivi dan Bu Prita menyusul masuk ke ruangan kepala sekolah.
Bu Vivi yang berdiri di ruangan itu tersenyum senang dalam hatinya tertawa dan berkata "lihat aja kamu Prita bentar lagi di pecat, pasangan suami istri ini tidak akan terima anaknya di perlakukan seperti ini."
"Gini pak Dirga istri saya mau meminta maaf" ucap Gunawan.
"Iya pak, saya mau meminta maaf atas perkataan saya tadi. Saya hilaf melihat wajah anak saya lebam, ibu siapa yang tidak marah melihat wajah anaknya seperti ini" ucap mami Rido sambil menundukkan kepalanya.
"Gimana ya saya juga bingung mau memaafkan atau tidak" ucap Dirga santai. mendengar perkataan itu mami Rido menarik Rido langsung mendekati Dirga sambil berlutut di depannya, melihat maminya berlutut Rido pun di tarik ikut juga berlutut.
"Saya benar-benar minta maaf pak tolong maafkan, saya menyesal. Benarkan Rido" ucapnya
Rido pun ikut menjawab "Iya kek Rido juga menyesal sudah jahat dengan Kevin, Johan dan Cahaya."
Pak Gunawan yang melihat itu langsung ikut juga berlutut "tolong pak maafkan istri dan anak saya" ucapnya sedih.
"Maaf, apa yg kalian lakukan" tanya Dirga.
"Maaf sudah memarahi cucu bapak, maaf juga anak saya sudah mengganggu mereka" ucap mami Rido. Bu Prita pun langsung menyambung perkataan mami Rido tadi "maaf juga karena ibu sudah menjewer anak-anak saya tadi" kesal Bu Prita.
__ADS_1
Mendengar itu Bu Vivi diam "sial aku tidak bisa berbicara apa pun karena kalau aku bantu orang tua Rido maka reputasi ku akan jadi buruk" dalam hatinya.
"Jadi cucuku sudah kau sakiti" kesal Dirga mendengar itu semua.
"Saya minta maaf pak, saya akan bertanggung jawan atas perbuatan saya" jawabnya untuk meluluhkan hati Dirga.
"Sekarang sudah di putuskan, donatur di sini di ganti nama saya. Saya mempercayai kamu Gunawan karena saya melihat kinerja kamu yang jujur dan ulet sehingga semua donatur di sekolah saya berikan nama kamu. Tapi ternyata saya salah, keluarga kamu malah memanfaatkan ini semua dengan bertindak kasar dan sombong" ucap Dirga, mendengar itu Gunawan merasa resah sehingga dia memohon maaf lagi kepada Dirga untuk memperbaiki semuanya.
"Mulai hari ini jabatan kamu turun, untuk istri kamu saya tidak ingin dia menginjak kakinya di sekolah maupun setiap acara kantor sebab saya tidak mau ini menjadi trauma untuk cucu saya. Apa lagi istri kamu sangat kasar pantas saja anak kamu ikut kasar juga" ucap Dirga tanpa basa basi dia langsung berpamitan dengan kepala sekolah dan menyapa Bu Prita.
"Ibu wali kelas cucu saya" tanyanya.
"Iya pak" jawab Prita.
"Terimakasih sudah membela dan menjaga cucu saya, untuk ke depan saya titip cucu saya di sini dengan ibu" pintanya sambil tersenyum dan berjabat tangan.
"Baik pak, saya akan melakukan apa yang bapak pinta" Bu Prita pun tersenyum langsung membalas jabat tangan Dirga.
Di rumah pun Harisza dan Lilian tidak tenang mendengar kabar Cahaya ada masalah di sekolah.
"Kemana lagi Bagus di telpon tidak di angkat" rutu Lilian.
"Sabar, kita tunggu pulang. Cahayanya tidak apa-apa karena Bagus bisa langsung mengatasinya" jawab Harisza menenangkan istrinya itu.
Bagus pun mengantar Kevin dan Johan pulang, sampai di rumah Kevin pun Kevin langsung menarik Cahaya untuk masuk ke rumahnya karena ada sesuatu yang ingin dia berikan kepada Cahaya.
"Ayo, cepat masuk" langsung menarik tangan Cahaya saat turun dari mobil.
__ADS_1
Johan yang saat itu ingin menyusul masuk tiba-tiba mama dan papanya sampai untuk menjemputnya.