
"Saya minta maaf" ucap Rian, perkataan Rian pun langsung di potong oleh Blue.
"Maaf Om, Tante dan kak, sebelum itu Cahaya dan Mia ayo ikut Tante dan om ke taman di belakang" ajak Blue.
"Pa, pokoknya keputusan Mia udah bulat. Kalau papa ngelarang Mia maka Mia akan pergi dari rumah untuk selamanya" ancam Mia sebelum meninggal ruangan itu.
Cahaya dan Mia pun mengikuti Blue dan Kim ke belakang sambil duduk di kursi taman yang berbeda, "kalian tunggu di sini, Tante dan Om mau ambilin kalian makanan" ucap Blue, mereka pun meninggalkan Cahaya dan Mia yang memalingkan wajah mereka masing-masing.
"Mia kamu kenapa sih harus maksa tinggal di sini" tanya Cahaya.
"Aku kan sudah bilang kalau aku mau lihat mama bahagia atau tidak disini, aku mau mastiin aja biar aku bisa tenang" jawabnya.
"Kenapa harus kamu pastiin, jawabannya udah pasti lah bunda bahagia disini karena bunda berkumpul dengan suami dan anak kandungnya yang asli. Keluarga bunda itu yah disini" kesal Cahaya.
"Terserah kamu mau bicara apa Cahaya, yang jelas aku mau mastiin. Bisa aja kan keluarga kandung sendiri menyakiti hati mama" jawabnya.
"Mana ada, ayah sangat mencintai bunda dan kami semua saling menyayangi disini. Yah udah ah males bicara sama kamu mending aku mandi aja" pergi meninggalkan Mia.
"Pergi sana, siapa juga yang suka bicara sama kamu" dalam hati Mia melihat Cahaya pergi.
Di ruangan itu Bagus yang kesal "pokoknya anak kamu bawa pulang yah, aku ngak terima dia mau tinggal disini. Ngak ada hak anak sekecil itu mau melihat kebahagiaan istri saya" ucapnya.
"Saya ucap kan sekali lagi pak, kalau saya benar-benar minta maaf atas tindakan anak saya pagi ini sudah mengacau rumah bapak. Saya juga minta maaf kesalahan saya di masa lalu sudah membohongi kalian semua terutama pada kamu Mira, saya hilaf ketika saya melihat kebahagiaan putri kecil saya kembali lagi ketika kamu ada di rumah akhirnya saya membohongi kalian semua. Saya tau kalau saya tidak pantas untuk di maafkan kalian tapi saya tolong jangan limpahan kesalahan semua ke pada putri saya Mia, Biar saya yang menerima kebencian semua orang" jelas Rian sambil ekpresi sedih.
"Saya tau Pak dokter karena saya seorang ayah, tapi kami tetap saja tidak bisa mengizinkan Mia untuk lama-lama disini. Saya mengizinkan juga karena selama ini jasa kalian sudah membantu menantu saya" ucap Harisza.
"Iya Pak Harisza saya mengerti, saya ucapkan terimakasih pada ibu, Pak Harisza, Pak Bagus dan Mira" jawab Rian.
"Sama-sama dokter, saya harap dokter mempunyai solusi untuk mengatasi masalah Mia" ucap Mira.
"Hem, kalau saya sih terpaksa karena apapun keputusan istri saya tidak bisa saya tentang" ketus Bagus.
"Iya pak, saya mengerti" angguk Rian sambil berdiri. "Saya mau menemui Mia dulu."
"Silahkan" ucap Harisza.
__ADS_1
"Sayang ayo kita ke kamar mandi dulu" ucap Bagus.
"Apaan sih mas, masa ngomong mandi harus di depan mama sama papa" jawab Mira.
"Ngak apa-apa, lagian mama dan papa juga belum mandi" ledek Bagus.
"Iya yah, gara-gara anak kecil itu kita sekeluarga belum mandi. Ya udah pa ayo kita juga masuk kamar mandi" ajak Lilian.
"Ngak mau kalah nih sama anaknya" ketus Bagus.
"Idih siapa juga yang mau kalah sama anak muda seperti kalian, papa kalian ini usia aja tua tapi fisik ngak kalah jauh sama kalian" ucap Harisza.
"Oh ya, gimana kalau kita latihan bela diri untuk membuktikannya" ucap Bagus sambil mendekati Harisza.
"Kalau itu papa ngalah" langsung menggendong Lilian.
"Eh papa nanti jatuh" takut Lilian.
"Udah biasa di giniin masa jatuh, bye bye" meninggalkan Bagus dan Mira yang tertawa melihat ulah orang tua mereka.
"Mau di gendong juga" jawab Bagus.
"Ogah, nanti jatuh" berlari ke kamar meninggalkan Bagus.
"Eh kok di tinggal sih sayang" Bagus pun mengejar Mira sampai ke kamar mereka.
Rian yang saat itu mendekati Mia lagi duduk sendiri di taman, "Mia" panggilnya.
Mia pun hanya menoleh tapi tidak menjawab panggilan dari Rian.
"Tadi papa udah bicara sama keluarga Cahaya, mereka mengizinkan kamu tinggal disini dan papa juga mengizinkan" ucapnya.
Mia pun tersenyum sambil berdiri "benar pa" tanyanya.
"Iya."
__ADS_1
"Yes" berdiri memeluk Rian yang ada di sebelahnya, "makasih ya pa."
"Sayang ada syaratnya" ucap Rian yang membuat Mia melepaskan pelukannya itu.
"Syarat, apa?" tanya Mia.
"Kamu tinggal di sini hanya sementara dan tidak untuk selamanya, kamu juga jangan buat ke kacauan di rumah ini karena kalau kamu melakukan kesalahan-kesalahan mereka akan secepatnya memulangkan Mia" jelas Rian.
"Papa tenang aja, aku ngak akan buat masalah disini. Justru aku ingin memastikan mama di sini bahagia dan baik-baik saja" ucapnya.
"Iya papa tau, tapi kamu jangan panggil Mira dengan sebutan mama karena itu akan membuat keluarga ini tidak nyaman."
"Jadi Mia harus panggil apa pa, Tante."
Rian pun mengangguk, "lebih baik aku turutin ucapan papa sebelum keluar dari rumah ini, nanti kalau aku marah justru papa akan suruh aku pulang lagi" dalam hati Mia.
"Iya pa" jawab Mia.
"Ya udah sekarang papa pulang, kalau ada apa-apa telpon papa" sambil memeluk Mia.
"Iya pa, tenang aja Mia pasti aman kalau bersama dengan mama. Eh maksud Mia Tante Mira" membalas pelukan Rian.
Blue pun datang menghampiri mereka membawa makanan cemilan, "Mia ini kuenya kamu makan dulu, nanti kalau sudah selesai makan Tante akan antar kamu ke kamar karena kamarnya sekarang masih di beresin oleh bibik" ucap Blue.
"Tante, Mia mau ketemu sama Cahaya. Boleh ngak Mia ke kamar Cahaya, tapi setelah papa pulang" jawabnya.
"Iya nanti Tante antarin, sekarang Cahaya lagi mandi. Kamu juga harus bergegas karena harus sekolah juga kan" tanya Blue.
Mia pun mengangguk, Rian pun segera keluar dari rumah Bagus Sandi Dinoto di antar oleh Mia sampai pintu depan rumah.
Mia yang saat itu sudah tidak sabar langsung bergegas mengajak Blue ke kamar Cahaya, saat Mia masuk ke kamar Mia pun kaget melihat kamar Mia yang benar-benar indah.
"Sekarang kamu tunggu Cahaya di sini, Tante mau keluar melihat kamar untuk kamu" ucap Blue, Mia pun mengangguk sambil duduk di atas kasur.
Saat Blue keluar Mia pun melihat melihat pajangan di kamar Cahaya, "Ini kamar cantik banget, pasti mama yang menata ini semua" ucapnya sambil memegang foto yang ada di dekat meja belajar Cahaya.
__ADS_1