Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 93


__ADS_3

Di ruangan Bagus pun Arya duduk di depan Bagus, "cepat apa yang kamu temukan" tanya Bagus.


"Sepulang dari acara yasinan di rumah Bapak saya mengikuti Pak Gaga, rumahnya itu sangat mewah serta tertutup dan yang anehnya lagi banyak sekali bodyguard semacam preman di sana. Saya bingung kalau Pak Gaga hanya seorang pembisnis properti saja tidak mungkin kalau rumah itu di penuhi para preman" jelasnya.


"Preman mengawasi rumah itu" celoteh Bagus.


"Atau mungkin Pak, Pak Gaga mempunyai bisnis yang lain sehingga membuat dia perlu di jaga seperti itu" sambung Kim yang berdiri di sebelah Bagus.


"Ngak Sekretaris Kim, mereka tidak menjaga Pak Gaga sebab saat malam itu dia hanya datang sendiri bersama supir" ucap Bagus.


"Tapi pak, yang di katakan Sekretaris Kim ada benarnya juga. Bisnis lain yang sudah lama sehingga membuat dia sudah terbiasa pergi kemanapun tanpa pengawal, jangan-jangan bisnis itu ada di rumahnya" ucap Arya.


"Sepertinya kamu harus mencari info lebih banyak, kamu harus bisa masuk ke rumah Gaga untuk mencari tahu. Aku perlu tau seperti apa rekan kerja satu ini, apa dia seorang pekerja atau musuh dalam selimut" ucap Bagus.


"Bagaimana kalau saya saja" ucap Kim.


"Tidak, kamu harus bulan madu bersama Blue karena aku tidak mau Blue kecewa."


Sekretaris Kim pun hanya diam, sedangkan Arya yang melihat itu tersenyum. "Oke Pak saya akan cari cara untuk bisa masuk ke sana" ucap Arya.


"Hati-hati sepertinya dia berbahaya, sepertinya skill berkelahi kamu lemah dan kamu hari ini berlatih dengan Sekretaris Kim sampai saya dan Sekretaris Kim pergi berlibur" ucap Bagus.


"Baik pak" Arya pun berdiri dan keluar dari ruangan Bagus. "Latihan bela diri dengan Sekretaris Kim, mending aku tanya Putri saja deh sebab aku tidak mau bonyok saat berlatih" bergegas berjalan menuju ruangan Putri.


Di depan pintu gerbang pun seseorang sedang mengawasi Mira, Cahaya dan Mia yang saat itu turun dari mobil.


Wanita itu membuka kaca mobilnya setelah melihat mobil Mira pergi dari depan gerbang sekolah itu, dia pun keluar dari mobil berjalan mendekati sekuriti depan sekolah.


"Pak saya mau tanya" ucapnya.


"Iya, tanya apa neng" jawabnya.


"Anak yang tadi berlari masuk ke dalam namanya Cahaya" tanyanya, sekuriti itu pun diam tidak menjawab merasa curiga atas pertanyaan itu.

__ADS_1


"Oh bapak pasti curiga yah, Saya adalah Tante Cahaya dari luar negeri rencana saya mau memberikan kejutan dengan Cahaya tapi karena sudah bertahun-tahun tidak bertemu saya takut salah mengenali wajah Cahaya" ucapnya.


"Oh tantenya, iya tadi itu Cahaya sama teman-temannya" jawabnya.


"Ya udah makasih ya pak."


"Iya sama-sama neng."


Segera pergi meninggalkan sekuriti itu, dia pun masuk kedalam mobil mengambil foto yang ada di dompetnya. Foto dua anak kembar yang sudah usang. "Target sudah di depan mata dek, aku akan membalas dendam atas kematian mu karena ulah wanita itu" hpnya pun berbunyi ada SMS saat membaca pesan itu sehingga dia pergi dari depan gerbang sekolah.


Blue dan Mira pun di perjalanan ingin pulang ke rumah "Blue gimana kalau kita mampir dulu ke suatu tempat" ucap Mira.


"Kemana kak" tanya Blue.


"Lampu merah di depan kita belok ke kiri terus lurus ada simpang tiga kita berhenti di toko nomor dua" jelas Mira.


"Kakak hapal banget kayak petunjuk jalan gitu, emang itu toko apa sih kak."


Saat sampai di depan toko mereka turun, di depan pintu masuk pun Blue memberhentikan langkahnya.


"Kak ini kan toko baju jualan bikini, ngapain kita ke toko ginian" ucap Blue.


"Iya memang toko bikini, kakas sengaja ajak kamu kesini" ucap Mira.


"Kakak mau tampil seksi ya di depan kak Bagus sampai-sampai harus beli baru".


"Bukan, kakak mau cari untuk kamu."


"Ih kakak apaan sih, baju dalam aku udah banyak ngak perlu beli".


"Udah ayo kita masuk, cari dulu nanti kakak jelasin di dalam" sambil menarik tangan Blue masuk ke dalam toko.


Di dalam itu Mira melihat baju seksi berwarna merah segera dia mengambilnya, sedangkan Blue masih berceloteh sendiri melihat-melihat pakaian yang ada di dalam itu.

__ADS_1


Mira pun menghampiri Blue dengan 4 baju bikini yang ada di dua tangannya.


"Blue kamu pilih yang mana, kalau kakak lihat kamu cocok pakai semuanya" ucapnya sambil ngos-ngosan.


"Kakak kayaknya heboh banget cari begini sampai ngos-ngosan" ucap Blue.


"Iya kakak harus milih yang cocok untuk kamu, kamu lihat kakak dapat empat karena kalau kamu yang pilih kayaknya enggak bakal dapat sampe sore nanti" ledek Mira.


"Kak ngapain sih aku harus di beliin ginian, kalau kakak suka untuk kakak aja biar kak Bagus tergoda."


"Nah itu dia jawabannya" teriak Mira.


"Jawaban apa kak harus teriak gitu, kayaknya setelah pilih-pilih baju ginian kakak jadi aneh."


Mira pun tersenyum mendengar perkataan Blue "Blue kamu harus pakai gini biar Sekretaris Kim tergoda, kamu kan mau pulang ke Bali bulan madu jadi kakak sengaja beliin kayak gini biar Sekretaris Kim ngak kaku gitu. Lagian kakak juga nanti akan pakai ginian di depan Mas Bagus, sekarang kamu pilih yang mana yang kamu mau" ucap Mira.


"Ogah kak, ngak ada yang aku mau semuanya ini. Lagian Mas Kim itu walaupun kaku dia enerjik banget orangnya, aku juga malu kali kak pakai ginian di depan dia."


"Hahahaha" Mira pun tertawa.


"Kok ketawa sih kak."


"Kamu lucu banget, Sekretaris Kim suami sah kamu ngapain harus malu. Harusnya kamu bisa buat dia semakin ke sem-sem sama cantiknya kamu, ya udah kakak pilihin kamu yang ini aja ya terus ini yang kakak satu."


"Terserah kakak deh mana yang cocoknya, aku ikut aja sebab aku juga mau romantisan kayak kakak dan kak Bagus" ucap Blue sambil menundukkan kepala.


"Okey, kamu ngak usah sedih. Nanti kakak yang akan bicara sama Sekretaris Kim, kakak bayar dulu yah" pergi ke kasir meninggalkan Blue.


Wanita yang sudah membaca pesan itu dengan cepat sampai di depan rumahnya memarkirkan mobilnya, dia pun keluar dari mobil dan berpapasan dengan seorang laki-laki.


"Dari mana kamu pagi-pagi sudah menghilang entah kemana, apa jangan-jangan kamu masih memata-matai Mira dan anaknya. Serta kamu juga membuat rencana lain tanpa sepengetahuan saya" kesalnya di depan wanita itu.


Wanita itu hanya tersenyum mendengar ucapan laki-laki yang ada di depannya, dan berjalan mendekatinya "Aku hanya menyapa keponakan ku saja" bisiknya, pergi meninggalkan laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2