Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 97


__ADS_3

Mira yang turun dari mobil menemui mereka, "anak-anak ayo" ajak Mira.


"Kalian nungguin Tante Jeni apa mau bareng" tanya Cahaya.


"Iya, kamu duluan aja" jawab Johan.


"Ya udah, dah kami duluan yah" masuk ke dalam mobil.


Saat mobil Cahaya berjalan Kevin langsung mengajak Linda dan Johan "ayok" mereka pun berlari ke dalam sekolah lagi memasuki kelas yang mau di tutup oleh penjaga.


"Anak-anak kalian kenapa di sini, waktunya pulang" tanya sekuriti itu.


"Maaf pak bisa ngak kelas kami jangan di kunci dulu karena ada barang kamibyang ke tinggalan di dalam" bohong Kevin.


"Semuanya" tanyanya lagi.


"Sebenarnya barangnya itu sih Kevin lupa naruhnya di mana jadi kami kesini ikut bantu mengingat kan" jawab Linda.


"Oh, ya udah. Nanti kalau sudah selesai temui bapak di pos satpam sana yah biar bapak tau kalian sudah keluar dan kelasnya bisa bapak kunci."


"Baik pak, makasih pak" jawab mereka bersama.


Mereka pun masuk ke dalam kelas bersamaan, "Kevin kamu yakin ada buktinya" tanya Linda.


"Iya donk, kalau kita cari bukti besok kemungkinan kelas sudah bersih oleh OB jadi kita ngak bisa dapat pelakunya" jawab Kevin.


"Ngak ada apa pun di sini, mungkin tidak ada yang perlu kita curiga di kelas kita" celoteh Linda.


"Iya, udah cari setiap laci tapi tetap aja ngak dapat apa-apa" ucap Johan.


"Iya yah, buktinya itu kan air. Tapi di kelas yang bawa air minum hanya Agus dan isi air minumnya itu pun masih penuh belum dia minum" ucap Kevin.


"Ya udah deh kita pulang aja percuma cari kalau ngak ada yang kita curgai. Apa jangan-jangan kakak kelas rombongan kak Ilham yang gangguin kalian dulu" tebak Linda.


Saat itu Johan menginjak kertas sehingga dia mengambil kertas itu dan membawanya keluar di buang di tempat sampah, namun dia melihat satu botol berisi air "Hey kalian kemari" teriak Johan.

__ADS_1


"Ada apa" tanya Kevin dan Linda berjalan keluar mendekati Johan.


"Ada botol air satu, ini pasti pelakunya" jawab Johan.


Kevin pun mengambil botol itu yang ada isi airnya "bisa jadi."


Linda pun ingat sesuatu "tadi saat aku mau ambil uang di kelas ketemu sama Mia, pada hal dia udah keluar tapi ternyata dia ada di kelas sambil berjalan cepat dan membuang sesuatu di wadah sampah" ucap Linda.


"Hah benar pelakunya dia" kesal Kevin.


"Tapi kan bisa saja pelakunya orang lain, wadah sampah kan di luar jadi siapa pun bisa buang sampah" sambung Johan.


"Tadi di kelas itu aku lihat tangannya berwarna kayak cet, saat aku tanya dia malah buat aku di marahin Bu guru. Aku yakin dia, kalau gitu ayo kita bilang ke Cahaya" ajak Kevin.


"Jangan, besok kita aja yang ngelabrak dia di depan Cahaya. Dia kan tinggal sama Cahaya otomatis dia pasti udah sandiwara" jawab Johan.


"Ya udah, ayo pulang aja" ajak Linda, mereka pun pergi m bersama.


Arya saat jam pulang kerja langsung mengajak Putri ke suatu tempat, Putri yang bingung sudah 15 menit di dalam mobil yang berhenti di dekat rumah seseorang.


Saat mobil keluar Arya langsung memegang kepala Putri "nunduk, ayo nunduk."


Arya pun menoleh ke arah belakang, sedangkan Putri yang kesal langsung memukuli Arya "Apaan sih suruh nunduk segala, kayak orang penguntit aja" kesal Putri.


"Iya emang" jawab Arya.


"Apa."


"Eh salah, nanti aku jelaskan yah intinya rumah itu yang kamu lihat banyak sekali bodyguard itu rumah Pak Gaga. Aku mau kamu nyamar dan masuk ke rumah itu terus foto semua apa yang kamu lihat di sana" ucap Arya.


"Ngapain, ogah" tolak Putri.


"Plis, cuma kamu yang bisa bantu aku. Ini perintah pak Bagus dan kamu lihat kan rumah mewah seperti ini untuk apa ada bodyguard sebanyak itu kalau tidak ada apa-apanya."


"Tapi rumah segede itu pasti ada CCTV, aku ngak mau nanti kalau gagal masuk penjara lagi."

__ADS_1


"Engak bakal ke tahuan, ini" Arya pun mengeluarkan sesuatu dari plastik yang ada di belakang mobilnya.


"Apa ini, wik sama tompel."


"Iya, kita nyamar. Kamu pakai dan aku juga pakai, rumah mewah seperti itu CCTV pasti di depan jadi kamu tenang aja. Tadi mobil Pak Gaga dan mobil yang satunya sudah pergi" bujuk Arya.


Putri pun memasang wik dan tompel yang sudah di siapkan Arya, mereka pun keluar dari mobil siap untuk melakukan tugasnya.


"Ayo aku percaya sama kamu" semangat Arya.


"Kalau akting aku pawangnya tapi kalau nguntit entah deh berhasil ngak" kesal Putri, merekaa pun berjalan mendekati rumah itu sambil memencet bel yang ada di depan rumah.


Pagar rumah pun di buka oleh penjaga bertubuh kekar, berkumis panjang "Ada apa" ucapnya.


"Maaf pak mengganggu, mobil kami mogok di sana sudah lama dan kami perlu air menghidupkannya. Terus istri saya udah tidak tahan lagi untuk pipis, bisa tidak kami menumpang untuk istri saya. Yang masuk istri saya saja bukan saya" jelas Arya.


"Tunggu" ucapnya masuk ke dalam Bodyguard itu pun keluar. "Boleh silahkan, tapi hanya perempuan saja" dengan mudah Putri masuk ke dalam rumah itu.


Namun tiba-tiba seorang perempuan datang mendekati mereka, "ini, temani wanita ini ke toilet" perintah bodyguard itu.


"Saya cuma mau numpang ke toilet kenapa harus di temani" tanya Putri.


"Kalau kamu mau numpang di sini harus ikut aturan sini" teriaknya.


"Gila banget nih orang, tapi kalau aku ngak nurut kasihan Arya sia-sia rencana dia selama ini" dalam hati Putri. "Baik" ucap Putri dan dia pun mengikuti wanita yang ada di dekatnya.


Arya pun yang menunggu di luar bersama dengan bodyguard merasa dag dig dug, "gimana yah kira-kira Putri berhasil tidak" dalam hatinya.


Putri pun masuk ke dalam toilet menghidupkan keran air, "aduh gimana ini masa aku cuma di dalam toilet doank" celoteh Putri.


Saat itu perempuan yang sedang menunggu Putri di panggil oleh seseorang, Putri pun mendengar perkataan itu sehingga saat wanita itu pergi dari tempatnya Putri secara pelan-pelan membuka pintu toilet.


Putri dengan sembunyi-sembunyi masuk ke dalam rumah, Putri melihat foto keluarga yang membuat dia kaget "wanita ini, ah tapi aku harus cepat" membuka hp dan memfoto semua foto yang ada di sana.


Dengan sigap Putri pun kembali ke toilet lagi dan bertemu dengan wanita yang menunggunya tadi.

__ADS_1


__ADS_2