
"Kerja tugasnya di rumah Mia aja" ucap Cahaya.
"Kenapa ngak di rumah kamu, Kevin, Johan atau Linda" ucap Mia.
"Aku ngak mau rumahku berantakan" jawab Kevin.
"Kalau rumah ku ngak ada orang, jadi ngak ada yang ngawasin kita" jawab Johan.
"Kalau rumah aku kecil, nanti kalian tidak nyaman" gerutu Linda.
"Kalau di rumahku lagi ngak bisa soalnya Oma lagi ngadain arisan, jadi hanya rumah kamu" Ucap Cahaya.
"Ya udah deh, nanti aku akan suruh mama buat makanan yang banyak untuk tugas menggambar ini. Ya udah aku duluan yah mama sudah jemput tuh" tunjuk Mia berlari meninggalkan mereka.
"Ya udah aku pulang juga mau siap-siap ke rumah Mia nanti, kalian jemput aku kan" ucap Linda.
"Iya kita jemput, pergi sana deh" Kevin pun mengusir Linda hingga dia pergi.
"Kamu yang sabar ya Cahaya, ingat kamu ngak boleh pakai perasaan untuk rencana ini. Ini kesempatan untuk mengetahui itu Tante Mira atau bukan" jelas Johan.
"Iya, walaupun aku sedih melihat Mia dekat banget dengan wanita yang mirip sama bunda. Ya udah ayo kita pulang juga udah di jemput" mereka pun pergi menuju mobil jemputan mereka masing-masing.
Di rumah pun Cahaya mencari hp nya sedangkan Lilian dan Blue bingung melihat Cahaya tidak memberikan salam tapi langsung ke kamar. Akhirnya mereka pun mengikuti Cahaya ke kamar, mereka melihat Cahaya menelpon seseorang.
Telpon Cahaya pun di angkat "hallo ayah" ucapnya kepada Bagus.
"Iya, kenapa sayang" tanya Bagus.
"Aku hari ini mau ke rumah Mia, nanti aku akan ambil apa yang ayah mau" jawabnya.
"Cahaya yakin bisa sayang" tanyanya lagi.
"Yakin yah, untuk ini Cahaya akan hati-hati. Cahaya juga akan berusaha untuk tidak terbawa perasaan Cahaya ketika melihat bunda" jawabnya tegas.
"Okey hati-hati, kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi ayah."
"Baik ayah" mematikan telponnya.
Lilian dan Blue yang mengintip saling berpandangan mendengar perkataan Cahaya. Cahaya pun menoleh ke arah mereka "Oma dan Tante Blue ngapain di depan pintu" tanya Cahaya.
"Anu tadi kita kebetulan lewat" jawab Blue gugup.
__ADS_1
"Bohong, nguping ya" ledek Cahaya.
"Yah ketahuan deh" jawab Blue. Mereka pun masuk ke kamar Cahaya.
"Cahaya Oma jadi khawatir deh, apa Cahaya yakin bisa ngelakuin itu di rumah temannya Cahaya" sambil duduk di sebelah Cahaya.
"Yakin Oma, ini demi bunda. Cahaya mau sama-sama dengan bunda lagi" jawabnya.
"Okey Oma dan Tante Blue percaya, sekarang kita siap-siap karena Cahaya akan melakukan aksinya. Oma dan Tante menunggu kabar dari Cahaya" berdiri sambil memberikan semangat kepada Cahaya.
"Makasih Oma, makasih tante. Kalian kesayangan Cahaya" memeluk erat mereka.
Cahaya yang sudah siap pun di jemput oleh Kevin, Johan dan Linda. Mereka pergi ke rumah Mia untuk melakukan tugas kelompok.
Sesampai di rumah Mia, Kevin pun memegang tangan Cahaya yang dia lihat seperti takut.
"Tenang Cahaya kamu bisa" ucap Kevin. Cahaya pun mengangguk dan mereka turun dari mobil.
Sesampai di sana pun Mia keluar bersama Astri, melihat mereka mendekati Cahaya tersenyum dan Cahaya pun langsung bersalaman dengan Astri.
Astri yang bersentuhan dengan Cahaya pun merasakan sesuatu di hatinya "kenapa perasaan ku ingin memeluk anak ini, tapi aku harus menjaga perasaan Mia karena dia pasti marah sekali kalau aku memeluknya" ucap Astri dalam hatinya.
"Cahaya, Kevin, Johan dan Linda ayo masuk, kita buat di taman samping aja, kalian pasti suka" berjalan masuk ke dalam bersama-sama.
"Wah indah banget" ucap Linda.
"Iya aromanya harum banget, seger" ucap Johan.
"Mia kamu suka mawar ya, ini kesukaan Kevin dan Johan loh" ucap Cahaya.
"Iya aku dan mama suka banget mawar, makanya papa siapin ini untuk kita" jawab Mia.
"Oh, tante benar suka mawar berarti sama dengan Kevin donk" ledek Cahaya.
"Apa, Kevin suka mawar" kaget Linda.
"Tanya aja sama orangnya."
"Udah deh Cahaya jangan buat malu, Johan tu yang suka" kesal Kevin.
"Ha ha ha ha Kevin kelihatannya aja jutek tapi hatinya kemayu" ledek Linda.
__ADS_1
Semuanya tertawa mendengar ledekan Linda kepada Kevin.
"Anak-anak sekarang kalian kerjain tugasnya, Tante ke dalam dulu siapin cemilan untuk kalian sebelum tante pergi" ucap Astri.
"Iya Tante, makasih" jawab mereka berbarengan.
"Mia emangnya mama kamu mau kemana" tanya Johan penasaran.
"Oh, mama ada janji makan malam berdua sama papa. Ya udah ayo mulai" ajak Mia.
Merekapun mengerjakan tugas mereka bersama-sama, Astri yang sudah menyiapkan cemilan untuk mereka segera pergi dari rumah. Melihat kondisi rumah yang kosong Cahaya pun mulai memberikan kodenya kepada Kevin.
"Mia aku mau numpang ke toilet neh udah kebelet" ucap Cahaya.
"Oh ya udah masuk aja ke dalam" ucap Mia masih sibuk mengambil warnanya untuk menggambar.
Cahaya pun masu ke mengendap ke rumah itu, dia melihat setiap ruangan yang ada di sana dan membuka semua pintu kamar yang ada di sana secara diam-diam.
"Ini pasti kamar bunda" ucapnya langsung membuka pintu dan masuk. Cahaya melihat di kamar itu sangat bersih dan rapi sehingga dia bingung apa yang akan di ambilnya.
Akhirnya Cahaya pun membuka pintu kamar mandi yang ada di kamar itu, Cahaya melihat sesuatu di sana "Itu dia, yang sering di gunakan bunda. Barang ini pasti sangat cocok" mengambil gosok gigi yang ada di kamar mandi itu.
Cahaya menyimpannya ke dalam tas menggunakan plastik yang sudah dia siapkan di rumah, dengan wajah tersenyum senang Cahaya keluar dari kamar itu dan dia di kagetkan oleh seseorang di depannya.
"Non kok ada di sini" tanya Bik Darmi, Cahaya pun kaget dan berpikir untuk tidak grogi.
"Iya bik, tadi aku mau cari toilet bik karena bingung akhirnya nyasar kesini. Toilet dimana bik" Cahaya malah balik bertanya.
"Oh, kalau itu ada di belakang. Non lurus aja nanti di bawah tangga dekat sana ada toilet" jawab Bik Darmi.
"Oh gitu Bik, makasih ya bik, Cahaya kesana dulu" pergi buru-buru meninggalkan Bik Darmi.
Agak jauh dair Bik Darmi Cahaya menarik "Huh untung aja ngak ketahuan" batin Cahaya.
Putri dan Prita pun menunggu jemputan Arya selesai terapi di rumah sakit, sesampai di rumah sakit Arya membantu Prita masuk ke dalam mobil. Saat ingin mengegaskan mobilnya mereka melihat Dokter Ariansyah keluar dari rumah sakit masuk ke mobil.
"Loh itu dokter mau kemana" ucap Putri.
"Emangnya siapa" tanya Arya.
"Itu dokter yang terapi Prita" jawab Putri.
__ADS_1
"Oh itu orangnya."
"Udah deh mending kita berangkat kak, ngak usah kepo" kesal Prita.