Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 49


__ADS_3

Harisza dan Lilian pun masuk ke ruang make up memanggil Cahaya.


"Cahaya, ayo kita menyambut tamu di luar" ajak Lilian.


"Tante Cahaya keluar ya" Blue pun mengangguk sambil tersenyum saat Cahaya pamit keluar.


Di luar pun Kevin asik mencoret-coret sesuatu sedangkan Johan hanya duduk diam di sebelahnya, mereka pun melihat Cahaya lalu pergi meninggalkan tempat itu langsung menghampirinya.


"Cahaya, oma dan opa" ucap Kevin.


"Kalian di sini, ya udah kalian temenin Cahaya oma dan opa mau kesana" ucap Lilian pergi meninggalkan mereka.


"Cahaya kamu jelek banget hari ini, masak rambut di ikat gini harusnya rambut itu di sanggul" ketus Kevin.


"Menurut aku Cahaya cantik kok, mata kamu aja yang jelek" balas Johan.


"Iya ya, tadi rambut aku di acakin sama tante. Ya udah deh aku ke dalam lagi benerin rambut."


"Ngak usah, tadi di luar sana ada penjual mainan anak pasti di sana ada untuk sanggul rambut, kita kesana aja beli dari pada masuk ke dalam lama" Kevin langsung menarik tangan kedua sahabatnya itu untuk mengikutinya.


Putri yang melihat mereka keluar dari hotel tersenyum, "aku tidak perlu bertindak tapi mereka sudah membuat kesalahan, memang ya alam itu berpihak pada rencanaku" dalam hati Putri yang sedang mengawasi mereka keluar.


Mereka asik memilih sanggul untuk Cahaya serta mendapatkan apa yang mereka inginkan, "aku masuk duluan ya, mau pipis ne" ucap Johan sambil memegang bagian bawah celananya.


"Ya udah kamu masuk duluan aja, kita sudah selesai kok" ucap Cahaya, Johan pun langsung berlari pergi meninggalkan mereka.


"Ayo kita pasang di dalam aja, nanti aku bantuin" ajak Kevin memegang tangan Cahaya.


Saat mereka berjalan ingin masuk di tengah jalan mereka di hadang mobil yang tiba-tiba berhenti di depan mereka. Empat orang laki-laki yang menutupi wajah mereka di dalam mobil membuka pintu mobil menarik Cahaya, Kevin pun melawan membantu Cahaya yang di tarik paksa. Karena ke empat orang itu kesusahan menarik Cahaya mereka langsung memberikan obat bius yang tertempel di sapu tangan kepada hidung dan mulut Cahaya sehingga Cahaya pingsan serta sanggul yang di belinya tadi di pegang oleh Cahaya terjatuh di jalan.


Melihat Cahaya yang pingsan Kevin pun menggigit dan menendang kedua orang yang menghalanginya, Kevin pun akhirnya di tutupi obat bius juga hingga pingsan agar mempercepat gerakan mereka.

__ADS_1


Di dalam mobil mereka langsung membuka topeng dan menelpon seseorang, ternyata seseorang itu adalah Putri.


"Sudah bos, kami juga terpaksa membawa anak laki-laki ini karena dia sangat merepotkan" ucap salah satu dari mereka.


"Bagus, sekap anak itu di tempat yang sudah di siapkan. Jangan kalian apa-apa kan mereka apalagi sampai terluka, kalau itu terjadi habis kalian. Sekarang lanjutkan" perintah Putri.


Putri pun tersenyum dan langsung mematahkan salah satu hak sepatunya dan berlari menuju ke tempat Bagus yang sedang bercerita dengan koleganya.


"Gawat, gawat, gawat" ucap Putri sambil tergesa-gesa.


"Kamu apa-apaan" kesal Bagus melihatnya, Arya pun datang mendekati Putri. "Tarik nafas, hembuskan" ajar Arya kepada Putri.


Putri pun langsung menarik tangan Bagus, "gawat tadi Cahaya dan anak laki-laki di culik di luar, saat aku mau mengejar hak sepatu ku patah" akting Putri memegang kakinya yang seolah-olah sakit.


"Apa di culik" kaget Bagus dan semua orang yang ada di ruangan itu, Johan yang selesai dari toilet mendengar bisikan orang-orang kalau Cahaya di culik. Jeni pun mendekati Johan dan bertanya "sayang kamu ada di sini."


"Iya ma tadi Johan ke toilet" jawabnya.


"Berarti anak laki-laki yang di culik tadi jangan-jangan Kevin" Ucapnya.


"Aku ikut, anak laki-laki bersama Cahaya adalah Kevin. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan keponakanku" ucap Adi gelisah.


"Ayo masuk" ajak Bagus, Adi mengangguk, sebelum masuk mobil Adi pun menghampiri Rahayu "sayang kamu tunggu di sini" Rahayu pun mengangguk.


"Aku ikut" teriak Putri meminta ikut.


"Tidak aku tidak mau mengajak perempuan ke mobilku" tolak Bagus.


"Tapi aku yang tau penculik itu" ucap Putri namun tiba-tiba suara dari hp Bagus berbunyi.


"Siapa" tanya Bagus.

__ADS_1


"Anak bapak ada di saya, serahkan uang 1 miliar maka anak bapak selamat" ancam penculik itu sambil melihat ke arah Cahaya dan Kevin yang masih pingsan.


"Okey, aku akan kasih hari ini, dimana cepat katakan" tanya Bagus.


"Nanti aku kirim alamatnya, ingat jangan bawa polisi atau nyawa anak bapak tidak dapat selamat."


"Baik lah" jawab Bagus pasrah.


Putri pun tersenyum mendengar perkataan anak buahnya itu di telpon dan dalam hatinya "kenapa minta tebusan 1 miliar segala sih, nanti kan mereka akan melepaskan Cahaya kalau aku di sana. Mending aku naik mobil lain aja melanjutkan rencana ku tidak perlu bareng mereka."


"Okey kita berangkat alamatnya sudah di share, lanjutkan pernikahannya jangan sampai Sekretaris Kim dan Blue tau masalah ini" perintah Bagus kepada semuanya.


Bagus pergi bersama Adi dan Harisza dengan satu mobil yang sama, Arya pun tidak bisa membantu mencari karena harus membantu pernikahan ini jadi dia menarik Putri.


"Ayo kita bantu di dalam" ajaknya.


"Tapi" ucap Putri. "Udah ngak usah tapi-tapi, sebelum itu ganti sepatu kamu baru masuk" ucap Arya.


"Baik" Putri pun masuk ke ruangan mencari sepatu dan diam-diam dia kabur dari acara menelpon anak buahnya itu. "Gimana sudah sadar belum" tanyanya.


"Mereka masih pingsan bos" jawabnya.


"Kenapa kalian minta bayaran segala sih, kalian kan berpura-pura bukan beneran" marah Putri.


"Hahahaha, bos bodoh ya saat kami tau ini anak-anak orang kaya kenapa kami tidak memanfaatkan itu" ketawa mereka semua.


"Kalian berani sekali ya bilang aku bodoh, cepat dimana sekarang kalian berikan alamat kepada Bagus, kirim ke aku sekarang" bentak Putri.


"Sory bos, sekarang bukan urusan bos. Uang 1 miliar yang kami butuhkan sekarang" langsung mematikan hp.


"Sial, aku bekerjasama dengan preman gila. Seharusnya aku yang memanfaatkan mereka tapi malah aku seolah-olah di manfaatkan oleh mereka. Aku harus cari mereka dan membebaskan Cahaya, kalau mereka ngapa-ngapain Cahaya terus Bagus marah dan melaporkan ke polisi aku bisa ikut-ikutan." Langsung keluar mencari taksi.

__ADS_1


Saat di pinggir jalan menyetop taksi yang sama Putri dan Prita pun kaget.


"Kakak" panggil Prita. Putri pun diam mendengar panggilan itu kepada dirinya.


__ADS_2