Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 69


__ADS_3

Jantung Bagus merasa bergetar kencang melihat sosok di hadapannya itu, sosok yang selama ini dia rindukan. Rasa sedih dan bahagia tercampur menjadi satu, air matanya menetes.


Dengan sigap dia memeluk sosok itu sambil berkata "Mira."


Astri yang saat itu di buat kaget oleh Bagus hanya diam, entah apa yang Astri pikirkan dia pun tidak ingin melepas pelukan itu bahkan tubuhnya sendiri menolak untuk bergerak melepaskan pelukan itu.


Air mata Astri pun menetes sendiri seolah dia menemukan kebahagiaannya lagi, saat itu pintu di sampingnya pun terbuka hingga membuat Astri tersadar dan melepaskan pelukan Bagus hingga Bagus terjatuh.


Dokter Rian yang saat itu melihat kejadian di depan matanya kaget dan bertanya "ada apa ini sayang."


"Ngak apa-apa mas, sepertinya dia salah orang" jawab Astri.


Bagus yang mendengar perkataan Rian mengatakan sayang benar benar kaget, dia pun berdiri sambil memandang Astri tanpa mengedipkan mata sedikit pun.


Prita yang mendengar keributan diluar itu pun berusaha keluar dengan kursi rodanya membuka pintu, Prita bingung melihat mereka seperti orang yang kebingungan semua.


"Ada apa ini, dokter, Mbg Astri dan Pak Bagus" tanya Prita.


"Prita kamu kenal dia" menunjuk ke Astri.


"Iya pak, ini Mbg Astri istrinya Dokter Ariansyah" jawab Prita.


"Mustahil" ucap Bagus.


"Maaf Pak Bagus ada apa ini, kenapa anda seperti orang kaget" tanya Rian.


"Bukan apa-apa dokter, istri dokter benar-benar mirip sama almarhumah istri saya Mira" ucap Bagus.


Astri yang mendengar kata-kata Mira itu kepalanya langsung di penuhi memori bayang-bayang yang wajahnya tidak jelas hingga dia berteriak memegang kepalanya dan pingsan.


Rian pun langsung menggendong Astri, Bagus yang melihat Astri pingsan spontan tubuhnya bergerak ingin menolong tapi dia berusaha menahannya karena Dokter Rian sudah merangkulnya.


Astri pun di bawa ke IGD oleh Rian, melihat Bagus yang ingin mengejar ke ruang IGD itu Prita pun menahan tangan Bagus.


"Kita perlu bicara pak" ucap Prita. Bagus pun mengangguk dan mendorong kursi Prita ke luar.

__ADS_1


"Kapan kamu mengenal dia, wanita yang kamu bilang istri Dokter Ariansyah itu Astri" tanya Bagus.


"Aku mengenalnya saat berkunjung ke rumah dokter" jawabnya.


"Kenapa kamu tidak cerita" teriak Bagus.


"Kenapa aku harus cerita, bapak bilang dia mirip dengan Mira tapi aku benar-benar tidak tau dengan Mira karena belum pernah bertemu" jawan Prita.


"Iya kamu benar kalau kamu tidak tahu, tapi kenapa wajahnya bisa sama, dan aku merasa kalau itu Mira. Aku harus memastikannya" mendorong kursi roda Prita ke dalam.


"Pak tolong jaga sikap bapak, jangan terbawa perasaan. Kalau itu bukan istri bapak tapi istri Dokter Ariansyah" ucap Prita namun tidak di hiraukan oleh Bagus karena perasaannya seperti kacau.


Bagus pun masuk ke dalam melihat Astri yang masih terbaring di atas bed, dokter pun menghampiri Bagus.


"Dokter bagaimana keadaannya" tanya Bagus.


"Astri tidak apa-apa, dia terlalu lelah karena mengikuti terapi seharian. Nanti dia juga akan sadar" jelas Rian.


"Dokter, saya benar-benar minta maaf atas sikap saya tadi. Tapi dia benar mirip sekali dengan Mira, ini dok lihat lah" mengeluarkan hpnya memperlihatkan foto Mira.


"Istri saya meninggalkan karena kecelakaan di dekat jurang di Bali, mobilnya meledak di depan mata saya sendiri" sedih Bagus.


Prita yang mendengar itu langsung berkata "Pak Bagus sepertinya kita harus pulang, dokter terapinya saya tunda besok saja karena suasana hati Pak Bagus lagi tidak enak."


Bagus yang menoleh ke arah Prita yang mengangguk mengajak pulang pun mengikuti Prita keluar walaupun hatinya tidak ingin pulang.


Saat mereka keluar Astri pun sadar dari pingsannya, Rian pun mendekati Astri "gimana keadaan kamu" tanya Rian.


"Bayang-bayang itu datang lagi saat aku mendengar nama Mira mas, aku merasa berada di jurang dan anak yang berteriak dengan nama itu. Tapi sayangnya semuanya kabur" jelas Astri.


"Udah kamu ngak usah pikirkan, lebih baik kamu istirahat sampai pusing di kepalamu hilang" ucap Rian.


Astri pun mengangguk dan membaringkan tubuhnya lagi ke bed. Rian merasakan tidak nyaman di dalam hatinya "kenapa cerita Astri mirip sekali dengan Bagus, apa benar Astri istrinya Bagus. Tapi kalau benar Astri adalah Mira bagaimana keadaan Mia dia pasti akan sedih dan menjadi Mia yang dulu lagi."


"Mas aku mau kita pulang, sebelum pulang kita jemput Mia dulu sebentar lagi waktunya pulang sekolah" ucap Astri sambil berusaha berdiri. Rian pun membantunya berdiri dan berjalan keluar dari rumah sakit itu.

__ADS_1


Selesai mengantar Prita, Bagus pun pulang ke rumahnya. Di depan teras dia bertemu dengan Harisza yang duduk di luar seperti menunggu seseorang.


"Papa ngapain di sini" tanya Bagus.


"Papa menunggu kamu, dari kemarin papa mau ngobrol dengan kamu tapi susah sekali" jawab Harisza.


"Nanti aja pa ceritanya, kepala Bagus pusing memikirkan sesuatu. Oh iya pa yang jemput Cahaya hari ini Blue dan Kim karena sudah hubungi mereka tadi" ucap Bagus berjalan melangkah masuk.


Namun Harisza pun berteriak "kamu yakin mau menunda cerita papa tentang Mira."


Mendengar itu Bagus pun memberhentikan langkah kakinya dan secepatnya mendekati Harisza. "Apa maksud papa cerita Mira" tanyanya.


"Papa ingin cerita tapi susah sekali" jawab Harisza.


"Tapi tunggu dulu, sebelum papa cerita aku dulu yang akan cerita" ucap Bagus sambil duduk di kursi sebelahan dengan Harisza.


"Apa, ceritakan" ucapnya.


"Pa, tadi di rumah sakit aku bertemu dengan wanita yang mirip dengan Mira. Perasaanku pun mengatakan bahwa itu Mira tapi pa" jelasnya sedih.


"Tapi apa" tanya Harisza penasaran.


"Wanita itu sudah punya suami, dia adalah istri dari Dokter Ariansyah. Dokter yang mengobati Prita" jawabnya.


"Sekarang dugaan ku benar" ucap Harisza.


"Benar apa pa" tanya Bagus penasaran.


"Kamu tau Bagus, saat aku di Bali selama seminggu ini aku meminta Kim dan Dirga mencari seseorang yang bisa menginvestigasi soal kecelakaan Mira sebab aku tidak terima kalau Tiara belum di temukan. Saat melakukan investigasi itu dari arah sungai yang deras di dekat sana kami menemukan robekan baju yang sama persis di pakai saat Mira di culik" jelas Harisza.


"Apa pa, jadi."


"Apa yang kamu pikirkan sama dengan ku, kita harus secepatnya mengotopsi jenazah siapa yang ada di kuburan itu" ucap Harisza.


"Tapi pa, jenazah itu menggunakan cincin nikah yang aku berikan ke Mira. Tapi kenapa papa kasih tau sekarang " kesal Bagus.

__ADS_1


__ADS_2