
Cahaya yang selesai mandi melihat Mia sudah ada di dalam kamarnya "Kamu kenapa disini."
"Cahaya, kamar kamu keren banget, siapa yang buat ini pasti mama kan. Eh maksud aku Tante kan" jawab Mia.
"Kamu kenapa tanya kamar sih, harusnya kamu jawab kenapa disini. Kamu ngak siap-siap apa kita itu mau sekolah jadi kamu ke kamar yang sudah di siapkan oleh bibik sana" usir Cahaya.
"Cahaya, aku mau tidur bareng kamu aja disini karena di sini kayaknya lebih nyaman dari pada kamar tamu. Boleh ya Cahaya" bujuk mia sambil memegang tangan Cahaya seolah memohon.
Mira pun masuk ke kamar Cahaya, "bunda."
"Mia, kamu disini. Kamar kamu sudah selesai di bereskan" ucap Mira.
"Aku mau tidur sama Cahaya aja ma, eh Tante."
"Mia, kamu kesini mendadak dan Cahaya pasti belum nyaman tiba-tiba tidur bersama kamu. Sekarang ayo ke kamar kamu."
"Iya Tante" membawa tasnya keluar dari kamar, saat ingin menutup pintu kamar Mia melihat Cahaya dan Mira yang berpelukan sambil bahagia.
"Pokoknya aku harus tinggal disini untuk merebut hati mama lagi, aku ngak mau mama sayang sama Cahaya saja. Bila perlu aku akan ambil mama sepenuhnya dari Cahaya" ucap Mia dalam hatinya langsung menutupi pintu kamar tanpa ada cela sedikit pun.
Mereka pun sarapan bersama, Bagus yang melihat ada Mia yg ikut makan sarapan di meja itu merasa kesal dengannya.
Dalam hati Bagus pun "Apa yang di rencanakan oleh dokter itu menggunakan anaknya ini, aku harus mengawasi anak ini terus agar tidak membuat masalah."
"Ayah, makannya pelan-pelan aja. Serem banget makan kayak gitu sambil melotot" tawa Cahaya.
"Oh iya ayah punya kabar gembira buat kita semua yang ada di sini, ayah, bunda dan Cahaya akan jalan-jalan kepuncak hari minggu ini. Sedangkan Sekretaris Kim dan Blue akan berlibur ke Bali untuk bulan madu mereka sekalian pulang kampung" ucap Bagus.
"Kakak kok gitu, apa kakak berdua mengusir aku dari sini" celoteh Blue.
"Bukan itu, kamu dan sekretaris Kim harus istirahat dulu agar bisa bulan madu kalian yang tertunda" ucap Bagus.
"Bukannya Kakak juga bulan madunya tertunda" ledek Blue.
"Iya sih, kita juga akan pergi ke puncak cuma beberapa hari untuk refreshing yang tertunda" sambil mengedipkan matanya ke Mira.
"Kalau gitu Cahaya ngak boleh ikut" ucap Lilian.
__ADS_1
"Yah Oma kenapa, kan Cahaya juga mau liburan sama bunda dan ayah."
"Nanti Cahaya ganggu, Cahaya mau punya adik ngak" tanya Lilian.
"Pasti mau Oma, adik dari bunda dan adik dari Tante" ucapnya sambil mengunyah makanan.
"Nah kalau gitu Cahaya di rumah temani Oma dan opa."
"Boleh lah, boleh lah" ucap Cahaya yang membuat semua orang tertawa.
"Kenapa sih mereka tertawa hal yang tidak penting, lagian aku ngak mau mama punya adik. Saingan sama Cahaya aja aku ribet apa lagi ada adik pasti aku bakal kesusahan banget dapat perhatian mama" dalam hati Mia sambil mengunyah makanannya dan memperhatikan mereka semu.
"Mia, kamu diam aja. Makan yang banyak yah" ucap Mira.
"Iya ma, eh maksudnya Tante" jawab Mia. "Ternyata mama masih perhatian sama aku" dalam hati Mia kesenangan.
Mereka pun berangkat sekolah di temani oleh Mira dan Blue, sedangkan Kim dan Bagus berangkat ke kantor.
Arya yang saat itu di kantor menunggu di depan sambil maju mundur, Putri yang melihat itu mengagetkannya "woiii ngapain kayak setrikaan" teriaknya membuat Arya kaget.
"Astafirullahhalazim, kamu ngapain teriak-teriak di telinga aku" kesalnya.
"Aku lagi nunggu bos kita, ada sesuatu yang harus aku kasih tau" jawabnya.
"Apaan sih buat penasaran aja."
"Kepo ya" sambil menyenggol hidung Putri.
"Iya lah habis kayaknya penting banget sampai-sampai harus di tungguin segala."
Bagus pun sampai di kantor bersama Sekretaris Kim, "sekarang kamu kembali kerja sana, nanti bos marah lihat kamu kepo gini" usir Arya.
"Iya" pergi meninggalkan Arya, Putri pun memberhentikan jalannya "apa yah" sembunyi di balik tembok.
"Pak" sapa Arya.
"Iya" jawab Bagus.
__ADS_1
"Ada yang mau saya sampaikan mengenai Pak Gaga" ucapnya.
"Ikut keruangan sekarang" jawab Bagus, Arya pun mengangguk dan mengikuti Bagus dari belakang.
Sedangkan Putri yang sembunyi itu pun langsung berjalan cepat ke ruangannya "Apa ya maksudnya Pak Gaga, udah lah nanti aja keponya" melihat ke mejanya penuh dengan tumpukan map. "Astafirullahhalazim, ini gara-gara kepo tiba-tiba pekerjaan segunung ada di depan mata."
Sesampai di sekolah pun Mira, Cahaya dan Mia turun dari mobil. Linda yang melihat itu pun mendekati mereka.
"Bunda Cahaya masuk yah" mensalimi tangan Mira.
Mia pun tidak mau kalah ikut mensalimi "Ma, eh Tante Mira saya masuk juga ya."
"Iya kalian berdua hati-hati jalannya, belajar yang rajin supaya jadi anak pintar" ucap Mira.
"Iya bunda" jawab Cahaya. Mira pun mencium pipi Cahaya dan masuk ke dalam mobil.
"Cahaya di cium, kenapa mama ngak cium aku juga" ucap Mia kesal dalam hatinya.
"Dadah" ucap Cahaya dan Mia di luar mobil.
Linda yang melihat itu pun langsung bertanya "kenapa kalian bisa barengan, bukannya udah jelas kalau Tante Mira itu bunda Cahaya bukan mama nya Mia."
Mendengar itu Cahaya pun langsung mengedipkan mata kepada Linda untuk tidak bertanya lagi, tapi Linda malah banyak bertanya sehingga membuat Mia menjawab pertanyaan itu "Aku tinggal bersama Cahaya sekarang, walapun Tante Mira bukan mama aku tapi Tante Mira itu sudah anggap aku sebagai anaknya jadi kamu ngak usah banyak tanya" kesalnya sambil pergi meninggalkan Cahaya dan Linda.
"Itu anak kesambet apa pagi-pagi udah kesal" ucap Kevin yang ada di belakang mereka.
"Kalian kapan ada di sini" tanya Linda.
"Udah dari tadi saat dia marahin kamu" jawab Johan.
"Benar Cahaya dia tinggal sama kamu sekarang" tanya Kevin penasaran.
"Iya, tadi pagi mia datang ke rumah mau tinggal di rumah. Apa boleh buat karena Mia dan papanya sudah merawat bunda sampai sembuh jadi kami tidak mungkin menolak keinginan Mia" jelas Cahaya.
"Tapi tetap saja dia itu bukan keluarga kamu, itu anak keras kepala yah" kesal Kevin.
"Udah lah, ayo masuk. Lagian Mia kan ngak buat masalah dan ngak salah biarin aja lah" ajak Cahaya.
__ADS_1
Merekapun berjalan mengikuti Cahaya, sedangkan Kevin melamun "Aku harus cari tau apa yang di rencanakan Mia, dia itu pasti ada niat jahat" ucapnya dalam hati.
"Kevin, ayo" tarik Johan yang melihat Kevin bengong.