Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 35


__ADS_3

Ijab kabul pun di mulai, dengan lancar Bagus mengucapkan ijab kabul serta memasangkan cincin berlian pernikahan yang sudah di pesannya serta khusus serta mencium kening Mira. Berdoa serta bersujud kepada ke dua orang tuanya, Saat ingin pelemparan bunga Cahaya langsung memberi buket bunga yang sudah dia siapkan.


"Ayah ini" beri Cahaya.


"Kamu mau tau mas Cahaya sendiri yang buatnya untuk kita" ucap Mira.


"Benarkah Cahaya" tanya Bagus dan Cahaya pun mengangguk. Bagus langsung mencium kening anaknya itu "terimakasih sayang, tapi rasanya ayah sayang mau melemparkan buatan Cahaya" ledek Bagus.


"Ayah itu kan memang harus di lemparkan supaya kebahagiaan ayah dan bunda bisa di rasakan oleh orang yang mendapat bunga ini" omel Cahaya.


"Iya deh tuan putri ayah" Bagus dan Mira langsung membalikkan badan dan melemparkan buket itu.


Ternyata yang dapat Blue dan Kim, mereka pun malu-malu setelah berbarengan mendapatkan bunga itu.


"Wah lihat sayang wajah sekretaris Kim memerah" ucap Bagus.


"Mereka berdua memang jodoh" jawab Mira sambil tersenyum.


Pesta pun berlangsung dan berlanjut dengan meriah bahagia tanpa ada masalah sedikit pun.


Tapi ada satu hal seorang wanita yang sudah mempersiapkan rencananya tersenyum bahagia, apalagi melihat Bagus dan Mira yang sedang berbahagia menikmati acara pernikahannya.


Selesai acara pun tubuh mereka terasa lelah dan Cahaya pun merasa ngantuk dan tertidur di gendong bahu Harisza.


"Aduh ini cucu ngantuk banget sampe ngak gerak-gerak lagi di gendong" ucap Harisza sambil tertawa.


"Iya yah pa, udah kita bawa aja ke kamar" ajak Lilian.


Mira dan Bagus pun datang mendekati Harisza dan Lilian.


"Pa, ma sini Cahaya kita yang bawa. Biar sama Bagus dan Mira aja" pinta Mira.


"Ngak, Cahaya malam ini sama kita" tolak Harisza.


"Iya neh, kalian kan baru menikah jadi biar malam ini kalian berduan dulu, pengantin baru ngak boleh di ganggu" ledek Lilian.


"Aduh ma, ngak apa-apa kok. Kita kan bisa buat jadwal untuk bulan madu" ucap Bagus langsung mengambil Cahaya yang di gendong Harisza tapi langsung di tepis oleh Harisza.

__ADS_1


"Udah kalian nurut malam ini, dah papa dan mama istirahat dulu ke kamar" mereka pun pergi meninggalkan Bagus dan Mira.


Bagus dan Mira pun langsung ke kamar mereka tersenyum malu-malu di dalam kamar, Susana hati mereka benar-benar tidak beraturan. s


Saat Bagus ingin memeluk Mira tiba-tiba ketukan pintu masuk.


"Aku buka dulu ya" pergi meninggalkan Bagus.


"Ganggu aja sih, siapa lagi" celoteh Bagus.


Mira pun membuka pintu ternyata yang datang Blue.


"Ada apa Blue" tanya Mira.


"Maaf kak ganggu, ini aku mau antar baju ganti buat kakak karena aku belum menaruhnya di kamar kakak" jawab Blue.


"Okey, makasih yah sudah perhatian sama kakak" ucap Mira.


"Sama-sama kak, ya udah aku pergi dulu" pergi Blue.


Mira pun menutup pintu dan masuk lagi menemui Bagus.


"Tiara" Arya pun langsung berlari mengejar wanita itu tapi saat keluar wanita itu sudah tidak ada. "Benar tadi Tiara, apa gue salah lihat yah. Udah lah masuk aja udah pegel semua ne" Arya pun masuk dan melihat Putri lewat di hadapannya hingga dia langsung mengejar Putri.


"Putri" tegurnya hingga Putri kaget.


"Eh Arya, lo masih di sini" tanya Putri.


"Iya, baru mau masuk" mereka pun masuk ke lift berbarengan hanya berdua.


"Put kalau boleh tau ada hubungan apa sama pak Bagus karena aku lihat Putri kalau berhadapan dengan sekretaris Kim ngak ada takut-takutnya. Kami aja kalau di tegur sekretaris Kim langsung gemetaran" tanya Arya penasaran.


"Oh itu, gue" Putri pun urung melanjutkan ucapannya "Hadeh kalau Arya tau gue mantan istri Bagus bisa-bisa semua orang di kantor tau dan gue bakal di ledekin habis-habisan. Selama gue nikah sama Bagus gue ngak pernah memunculkan wajah gue ke publik karena papa tau kalau gue suka ke diskotik maka akan buat malu kalau sampai terekspos" dalam hati Putri.


"Gue apa" tanya Arya.


"Gue tu orangnya memang kayak gini, ngapain gue takut sama sekretaris Kim lagian menurut gue ngak ada seram-seramnya kok sekretaris Kim tu" bohong Putri.

__ADS_1


"Oh gitu, dari pandangan kamu benar ngak seram. Wah kamu perempuan lucu yang gue kenal bilang begitu" tawa Arya.


"Iya gitu" lift pun terbuka dan di hadapan mereka ada sekretaris Kim dan Blue sehingga membuat Arya menghentikan tawanya. Kim pun masuk bersama Blue dan mereka berempat di dalam lift, Arya tidak berani berucap sekata patah pun di dalam lift itu sehingga suasana lift jadi hening seperti.


Mira pun mendekati Bagus.


"Ini Blue tadi kasih baju ganti, kalau gitu aku ganti baju dulu ya" ucap Mira.


"Ngak ah terlalu lama" Bagus pun memeluk Mira namun tiba-tiba bel pun berbunyi.


"Siapa lagi sih" gerutu Bagus.


"Ya udah kamu yang buka dan aku ganti baju dulu" Mira pun langsung masuk ke kamar mandi.


Bagus membuka pintu ternyata yang datang pelayan membawa makan dan minuman.


"Maaf pak mengganggu, ini saya mengantar pesanan untuk Bapak dan bu Mira untuk malam ini" ucap pelayan itu.


"Tapi saya tidak memesan apa pun" tanya Bagus.


"Ini inisiatif karyawan di sini pak, untuk bapak dan bu Mira yang sedang bahagia malam ini" jawabnya.


"Okey, silahkan bawa masuk" perintah Bagus sehingga pelayan itu mengantarkan masuk pesanan itu dan meletakkan sesuatu di dekat pintu kamar mereka.


Mira pun keluar dari kamar mandi.


"Siapa mas" tanya Mira.


"Ini pelayan antar makanan" jawab Bagus.


"Kan kita ngak pesan" tanyanya.


"Katanya ini inisiatif mereka untuk kita, karyawan kamu tu benar-benar ya setia dan baik banget sama kamu" jawabnya.


"Yah itu kan karena pengalaman yang membuat aku bisa begini. Ya udah kita minum aja dulu" ajak Mira sehingga mereka pun meminum minuman yang sudah ada itu.


Selesai meminum pun Bagus memulai lagi ingin memeluk Mira tapi kepalanya terasa berat dan pusing, begitu pun dengan Mira kepalanya juga pusing hingga Bagus pun tertidur duluan di ranjang.

__ADS_1


Mira pun membangunkan Bagus yang tertidur "mas bangun" ucapnya tetapi Bagus tidak bangun, karena kepala Mira juga pusing Mira pun ikut tertidur di ranjang itu. Namun tiba-tiba wanita itu masuk sambil tersenyum puas melihat mereka yang sudah tertidur di atas ranjang. "Akhirnya rencanaku berhasil" ucap wanita itu.


__ADS_2