Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 145


__ADS_3

Mira pun langsung tidur untuk istirahatkan tubuhnya, Bagus yang keluar dari kamar melihat istrinya sudah tidur langsung membaringkan tubuhnya di sofa.


Harisza yang melihat Bagus pun segera mendekati "Bagus kamu istirahat juga kamu kan pasti capek karena mengurus Mira seharian ini" perintah Harisza.


"Iya pa, makasih sepertinya Bagus masih pengen di sini untuk sementara, nanti Bagus ke kamar lagi menemani Mira karena Mira tidur sangat pulas" jawab Bagus namun hp nya bergetar sehingga Bagus membaca pesan tersebut dari Gaga yang mengatakan ingin tes DNA secepatnya.


Bagus membaca pesan itu menggenggam erat tangannya ke hp tersebut, Harisza yang melihat ekpresi anaknya itu sangat paham sehingga dia pun bertanya "Bagus boleh papa bertanya sesuatu kepada kamu?"


Bagus pun kaget dan menoleh ke arah Harisza "bolehkah pa, silakan saja papa mau tanya apa?"


"Papa tahu kamu akhir-akhir ini sering marah, kesal, melamun, seperti memikirkan sesuatu. Awalnya papa biasa-biasa saja tapi papa jadi khawatir terjadi sesuatu pada kamu yang aneh begini."


"Papa Bagus belum bisa cerita tentang masalah Bagus karena Bagus sangat,sangat, sangat kesal" ucapnya dengan nada kesal.


"Kalau kamu benar-benar kesal ceritakan nak agar masalah kamu itu menjadi ringan, atau kamu berdiskusi sama istri kamu karena mendengar pendapat orang lain itu lebih baik dari pada melakukan tindakan sendiri" ucapan Harisza pun membuat Bagus terdiam.


Harisza pun tersenyum melihat anaknya itu terdiam saat mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Papa pergi ya" sambil menepuk pundak Bagus, Bagus pun tersenyum sambil menyenderkan tubuhnya ke kursi sampai akhirnya tertidur.


Cahaya yang saat itu berada di dalam kamar pun segera mengambil buku gambar dan peralatan gambarnya berlari menuju ke kamar Bagus, saat Cahaya jalan Cahaya melihat Bagus sedang tertidur di atas kursi "Ayah kenapa tidur di sana, harusnya kan ayah tidur di kamar Bunda" ucap Cahaya dalam hatinya.


Cahaya pun tidak mau pedulikan itu dan segera berlari cepat masuk ke kamar Mira, saat Cahaya langsung duduk di atas ranjang Mira dan mengeluarkan peralatannya saat itu Mira merasakan ada seseorang sehingga segera membuka matanya.


"Cahaya" ucap Mira sambil tersenyum melihat Cahaya.


"Bunda udah bangun, udah tidur aja Cahaya nggak akan ganggu bunda. Cahaya akan gambar bunda saja" jawabnya sambil mengambil pensilnya.


Cahayanya yang masih melihat kearah buku gambar untuk melukis segera menjawab "ada deh."


"Anak ini buat bunda semakin kepo."


"Bunda, sekarang Bunda tidur ya. Cahaya mau gambar tapi..." belum selesai berucap Mira pun melihat daerah sekitarnya dimana Bagus tidak ada.


"Ayah kamu di mana nak?" katanya Mira

__ADS_1


"Oh kalau Ayah tadi saat Cahaya, segera berlari Cahaya berlari kemari saya melihat ayah sedang tidur di kursi sofa depan Bunda sepertinya Ayah benar-benar sangat kecapekan sampai-sampai Cahaya lewat pun Ayah tidak mendengarnya."


"Ya udah ayo kita keluar antar selimut ayah"


"Jangan bunda" sambil menyetop kan Mira


"Kenapa nak?"


"Bukan tugas bunda cukup diam saja di sini"


"Cahaya mau gantiin bunda."


Mira pun hanya mengangguk sambil mengambil selimut tersebut dan berlari keluar kamar.


Cahaya berjalan ke arah Bagus untuk menyelimuti Bagus.


Blue yang saat itu sedang keluar dari kamarnya hendak ke dapur, melihat tingkah laku cahaya hanya tersenyum "tante ngapain?" tanya Cahaya membuat Blue kaget saat lagi meminumkan minumannya.

__ADS_1


__ADS_2