
Kevin yang melihat itu merasa kesal merengutkan wajah, Cahaya yang bahagia pun tidak menyadari itu.
"Ayah, bunda ayo kita keluar" ajaknya sambil menarik kedua tangannya.
"Ayo" ucap Bagus, mereka pun bermain sampai waktunya mereka harus pulang. Kakek pemilik tanaman menemui Kevin yang kesal sendiri melihat ke arah mereka yang masuk ke mobil.
"Kenapa kek" tanyanya.
"Ini, ambil" kakek itu memberikan satu kotak kepada Kevin.
Kevin pun membuka isinya dan melihat "benar kek ini untuk aku" kakek itu mengangguk sedangkan mereka yang berada di dalam mobil bengong melihat Kevin sedang mengobrol akrab dengan kakek tua.
"Ini sudah di keringkan jadi awet untuk di bentuk" ucap kakek itu, Kevin pun memeluknya "makasih kek" Kevin pun pergi meninggalkannya.
Arya yang lagi di perjalanan pulang berinisiatif menuju ke rumah Bagus karena sudah menghubungi Bagus berkali-kali tapi gagal.
Sampai di rumah Bagus pun suara hpnya bergetar sehingga langsung mengangkat telpon ternyata Putri.
"Kamu dimana, dari kemarin di telpon ngak di angkat" teriak Putri dari telpon, Arya pun menjauhkan hpnya dari telinga.
"Kamu kalau bicara bisa pelan-pelan ngak sih, bisa pecah gendang telinga ku teriak gini" jawab Arya.
"Sekarang dimana cepat jawab."
"Aku lagi di rumah Pak Bagus, aku akan menunggu di sini."
"Oke, tunggu di sana jangan pulang kalau aku belum sampai" mematikan telponnya dan segera pergi terburu-buru.
"Ini orang maunya apa, ya udah deh aku masuk aja" Arya pun bertemu dengan pembantu di sana yang membuka pintu.
Saat bertanya ternyata Bagus belum pulang sehingga Arya untuk menunggu, Putri pun datang turun dari gojek berjalan mendekati Arya.
"Kamu kenapa di sini" tanyanya.
"Aku khawatir banget tau, kamu itu dari kemarin ngak ada kabar. Aku kira kamu kenapa-kenapa" celoteh Putri.
"Kamu khawatir, berarti kamu sayang donk sama aku" ledek Arya.
"Kamu bicara apaan sih, orang khawatir di bilang sayang."
"Terus apa kalau tidak sayang."
"Udah ah, kalau gitu aku pulang aja" Putri pun membalikkan badannya tapi tangannya di pegang oleh Arya.
__ADS_1
"Jangan ngambek, kalau ngak ada kerjaan temanin aku menunggu Pak Bagus pulang jadi kamu bisa dengar sendiri" ucap Arya.
Putri pun membalikkan tubuhnya, "Okey" jawabnya.
Saat hendak duduk Putri pun tersandung sehingga jatuh di atas Arya yang sudah duduk duluan sehingga bibirnya mencium kening Arya.
Bibik yang keluar membawa minuman pun kaget "Hem."
Putri pun spontan segera berdiri, "loh non mantan istrinya Pak Bagus" tanya pembantu itu.
"I, i, iya bik, sekarang kan saya bukan siapa-siapa lagi di rumah ini. Sekarang saya hanya bertamu" ucap Putri gelagapan.
"Ya udah bibik siapkan minuman satu lagi" meletakkan minuman untuk Arya yang sudah di siapkannya.
Wajah pasangan ini pun memerah, Arya memegang keningnya sambil tersenyum. Putri yang menoleh melihat Arya tersenyum pun ikut tersenyum, "maaf" ucap Putri langsung duduk di samping Arya.
"Maaf kenapa" tanya Arya.
"Soal yang tadi, terus apa lagi" ketus Putri.
"Soal ini" sambil memegang keningnya.
"Apaan sih, ngak sengaja juga" kesal Putri.
"Kamu apaan sih" memukul Arya.
Pembantu itu pun keluar memberikan minuman untuk Putri.
Cahaya yang sudah di hotel pun bersiap-siap untuk pulang namun suara hp Bagus berdering tiada henti, "Mas aku dan Cahaya keluar dulu yah, kayaknya suara hp kamu dari tadi berbunyi tapi ngak di angkat" ucap Mira sambil membawa kopernya.
"Okey, koper biar aku yang bawa. Kamu sama Cahaya ke mobil duluan aja" perintah Bagus.
Mereka pun keluar menghampiri Kevin dan Johan yang sudah menunggu di depan pintu kamar mereka.
"Om bodyguard dimana" tanya Cahaya.
"Sudah duluan" jawab Johan.
"Ayo kita bertiga lomba cepat siapa yang duluan ke tempat om bodyguard" tantang Cahaya.
"Ayok" teriak Kevin dan Johan berbarengan.
Mereka pun berlari sedangkan Mira meneriakkan mereka "jangan larian nanti jatuh" tapi tidak di hiraukan sehingga Mira ikut berlari menyusul mereka.
__ADS_1
Namun saat berlari Mira menabrak seseorang hingga dia pun hampir jatuh, namun di tangkap oleh orang tersebut.
Saat Mira menoleh ternyata orang itu Gaga, Mira pun segera berdiri dan melihat sepatu haknya patah karena berlari.
"Yah" keluh Mira.
"Kamu ngak apa-apa kan" tanya Gaga.
"Aku ngak apa-apa, makasih sudah bantu aku tadi. Gara-gara mengejar anak-anak sepatuku jadi patah" mengambil sepatunya.
"Aku benarin aja, sini" ucap Gaga.
"Memangnya kamu bisa benarin, nanti ngerepotin kamu lagi" ucap Mira.
Gaga pun memaksa mengambil sepatu Mira yang lepas "Ngak apa-apa, ini gampang dan cukup memakan waktu sebentar saja" ucap Gaga sambil mencabut hak Mira dan membuangnya.
"Sini sepatu kamu yang satunya" Gaga mengambil lagi sepatu yang satunya dari kaki Mira hingga Mira tidak beralas kaki.
"Ini" Gaga memberikan sepatu itu, Mira pun melihat dan tertawa.
"Jadi ini yang kamu maksud tidak memakan waktu lama, memotong semua hak sepatu ku" ucap Mira.
"Ini paling mudah dan praktis, nanti kalau di Jakarta aku akan ganti sepatu kamu yang sudah aku patahin" sambil memegang kaki Mira memasang sepatu yang ada di tangannya.
"Aduh, kenapa kamu yang ambil dan pasang sendiri ke kakiku, jadinya aku ngak sopan."
"Ngak apa-apa, kan aku sendiri yang mau. Lagian ini mengingatkan aku kejadian dulu" jawab Gaga sambil melamun di masa lalu sepatu anak wanita di depannya tersangkut di pohon karena dia melemparkan sepatu itu ke pohon yang ada buahnya sehingga tersangkut.
Al hasil dengan susah pun Gaga menaiki pohon itu dan mengambil sepatu yang tersangkut, serta Gaga juga memasangkan sepatu itu ke kaki wanita itu.
"Maksud kamu kejadian dulu, apa kita pernah bertemu" tanya Mira penasaran, namun saat Gaga ingin menjawab Bagus pun datang menghampiri mereka.
"Sayang kenapa di sini" tany Bagus.
"Tadi sepatu ku patah sampai aku hampir terjatuh, untung aja ada pak Gaga yang bantu aku" jawab Mira.
"Oh, kalau gitu terimakasih banyak Pak Gaga sudah mau membantu istri saya. Walaupun dia teledor tapi dia cerdas dari semua hal termasuk cerdas mengambil hatiku" jawab Bagus yang membuat Mira tersenyum.
"Ya udah kita duluan yah, untuk sekali lagi terimakasih" ucap Mira.
"Sama-sama, hati-hati di jalan" jawab Gaga.
Mereka pun pergi meninggalkan Gaga dan masuk ke dalam mobil untuk pulang, di dalam mobil Cahaya penasaran dengan kotak yang ada di Kevin.
__ADS_1
"Kevin ini apa" tanya Cahaya sambil memegang kotak itu namun di rampas oleh Kevin.