Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 60


__ADS_3

Di kediaman Prita para guru datang bersama-sama untuk menjenguk keadaan Prita tapi di sana ada Cahaya, Kevin, Johan dan Linda yang ikut untuk menjenguk. Melihat ke tiga anak itu Vivi rasanya kesal "kalau bukan anak yayasan saja udah aku teriakin ke empat bocil ini yang selalu peduli sama Prita" ketusnya dalam mobil saat di depan pintu rumah Prita.


Mereka pun masuk menemui Prita, Kepa sekolah dan guru pun memberikan semangat kepada Prita yang duduk di kursi roda. Namun Bu Vivi melakukan aksinya "Bu guru Prita katanya ibu lumpuh ya" tanyanya yang membuat semua di ruangan itu gaduh.


"Kata siapa bu, saya menggunakan kursi roda karena kaki saya mengalami keretakan buka. lumpuh" jawabnya.


"Untung deh Bu kalau ngak lumpuh masalahnya tetangga saya di tabrak mobil jadi lumpuh total ngak bisa ngapa-ngapain, lagian kalau Bu guru lumpuh pasti tidak mengajar lagi yah" celoteh ya. Semua mata saling memandang mendengar perkataan Vivi sedangkan Prita menunduk sedih mendengarkannya.


Vivi tersenyum puas menyindir Prita karena dia sengaja ingin membuat Prita menjadi down sehingga tidak ingin lagi mengajar di sekolah, dari awal dia membujuk semua guru untuk menjenguk Prita, dia seolah paling peduli di antara guru yang lain. Pak kepala sekolah pun mengikuti keinginannya itu karena itu di nilai positif.


Melihat itu semua Cahaya pun mendekati Bu guru Prita dan memegang tangannya, melihat Cahaya yang tersenyum memegang tangannya itu Prita pun tersenyum sambil menjawab "Walaupun nantinya saya di diagnosa lumpuh saya akan tetap mengajar, tidak ada undang-undang kan pak kepala sekolah kalau guru lumpuh di larang mengajar."


Pak kepala sekolah pun tersenyum mendengar perkataan Prita yang bijak dan tegar itu "benar bu, memberi ilmu itu bisa dimana saja, kapan saja, dan juga seorang pengajar tidak memandang fisik tapi yang di ambil cara teladannya untuk mengajar murid-muridnya" jelasnya.


"Iya benar pak, nanti kita semua para guru akan membantu ibu kalau kesusahan. Yang penting sekarang ibu fokus dulu untuk penyembuhan" sambung guru yang lain.


Mendengar semua orang mendukung Prita, Vivi benar-benar di buat kesal rencananya menyindir pun gagal. "Sial, manusia satu ini ternyata benar-benar membuat aku mual melihat tingkahnya seolah-olah menjadi wanita tangguh" ucap Vivi dalam hati.


"Bu Vivi, kalau ibu pulang nanti di tabrak mobil dan tidak bisa berjalan lagi ibu tidak perlu khawatir. Nanti Bu guru semua yang ada disini bakal bantu" ketus Kevin, sehingga membuat semua orang menahan tertawa atas ucapannya.


"Ini anak mendoakan aku lumpuh apa, guru sama muridnya sama saja membuat aku kesal dan muak"ucap dalam hati Vivi.


"Ya udah bu kita permisi pulang dulu" ucap kepala sekolah permisi untuk pulang.


Mereka pun bersama-sama keluar pulang, di depan pintu Bagus sampai ke rumah Prita melihat Cahaya dan guru-gurunya. Bagus segera mendekati merek yang sudah pamitan ingin pulang.


"Selamat siang pak Bagus" sapa kepala sekolah.


"Siang pak, udah selesai kunjungannya" tanyanya.


"Iya pak, kalau gitu kita duluan" mereka pun pergi meninggalkan Prita, Bagus, Cahaya, Johan, Kevin dan Linda.

__ADS_1


"Ayah kesini mau jemput Cahaya" tanyanya.


"Iya sayang" jawabnya. "Oh iya Prita ada yang mau saya katakan penting kepada kamu" ucap Bagus.


"Ya udah masuk aja pak" ajak Prita kepada Bagus sambil memutar kursi rodanya ke dalam.


"Anak-anak kalian duduk di sana dulu yah, ayah mau bicara sebentar dengan bu guru" perintah Bagus, mereka pun mengikuti perintah Bagus duduk di ayunan yang ada di samping teras rumahnya.


"Ada apa" tanya Prita.


"Tadi aku sudah bicara dengan dokter, ada dokter yang bisa menyembuhkan kaki kamu. Dia itu dengan cara terapi tapi tempatnya agak jauh di pelosok dekat Bali, gimana kamu mau" tanya Bagus.


"Apa bapak yakin" tanya Prita ragu.


"Aku yakin karena aku ingin kamu sembuh" jawab Bagus.


"Baik pak, bapak sudah baik menolong dan membantu saya agar cepat sembuh" Prita hanya pasrah melihat kakinya yang sangat susah di gerakkan.


Selesai membicarakan itu Bagus pamit pulang bersama anak-anak.


Astri yang selesai terapi pulang bersama Mia dan Rian karena khawatir melihat Astri yang pingsan tadi sehingga Rian berusaha untuk menjaganya.


"Pa sebelum pulang, janji papa beli buku gambar" ucap Mia di mobil.


"Iya, papa ingat kok. Ini kita sudah sampai di alat tulis" memarkirkan mobilnya.


"As, kalau kamu masih lemas sebaiknya di dalam mobil saja dan istirahat" ucap Rian.


"Iya" jawab Astri, Rian dan Mia pun masuk ke dalam toko sedangkan Astri di dalam mobil merubah posisi kursi duduknya agar terasa nyaman tapi saat dia mendorong kursi kebelakang tangannya meraba sesuatu, dia pun mengambil sesuatu itu dan melihat sebuah foto.


Saat dia ingin melihat foto itu dengan teliti pintu mobilnya di buka ternyata Rian dan Mia selesai membeli peralatan gambarnya, Astri langsung menyimpan foto itu kedalam tasnya dan tersenyum saat mereka masuk.

__ADS_1


Prita pun masuk ke kamarnya, Arman pulang dari kantor langsung masuk dan bertanya kepada pembantu yang sudah dia suruh untuk memata-matai percakapan Bagus dan Prita apabila Bagus datang ke rumah.


Pembantu itu langsung mengambil tas Arman, "pak ada berita" ucapnya kepada Arman.


"Berita apa" tanyanya.


"Tadi Pak Bagus kesini lagi" jawabnya.


"Apa, kamu sudah mendengar apa yang mereka katakan" tanyanya, pembantu itu pun mengangguk tersenyum. "Ceritakan sekarang" perintah Arman.


"Tadi Pak Bagus bilang dia menemukan dokter untuk menyembuhkan kaki non Prita, tapi tempat praktik dokternya itu di pelosok dekat Bali jadi Pak Bagus mau mengajak non kesana" ceritanya.


"Terus apa jawaban dari Prita" tanyanya.


"Non mau lah pak, dia bilang yakin" celotehnya.


"Ngak, ini ngak boleh terjadi. Prita tidak boleh menerima pengobatan itu" kesalnya.


Dalam hati pembantu itu pun berkata "ini bapak aneh, anaknya mau di obati biar sembuh dia malah bilang ngak boleh. Apa dia mau melihat non Prita cacat, orang kaya memang tidak bisa di tebak."


"Kamu kenapa masih disini, cepat pergi" usir Arman kepada pembantunya.


"I, iya, pak" pergi meninggalkan Arman.


Arman masuk ke kamar sambil kesal dan memikirkan apa yang harus dia lakukan, "ah" teriaknya sehingga membuat Prita yang keluar dari kamar kaget, segera Prita membuka pintu Arman dan masuk.


Melihat Prita yang masuk ke kamarnya Arman kaget dan menarik nafas agar emosinya reda.


"Kenapa sayang" tanya Arman.


"Aku harusnya bertanya seperti itu, papa kenapa seperti orang kesal begitu. Ada masalah" tanya Prita.

__ADS_1


"Iya tadi papa kalah proyek, tapi tidak apa-apa papa akan berusaha lagi" bohong Arman.


__ADS_2