Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 64


__ADS_3

Arya yang saat itu pulang saat jam istirahat kantor dengan segera membawa satu kotak makanan ke rumahnya.


Dia pun masuk dan memberikan makanan itu kepada Putri yang hanya diam di dalam kamar.


"Kamu kenapa" tanyanya sambil membuka kotak nasi.


"Aku masih penasaran, siapa yang ingin membunuh kita. Perasaan ku tidak tenang" jawabnya.


"Sudah lah sekarang kita sehat-sehat walaupun babak belur sih, sampai sekarang tidak terjadi apa-apa dengan kita berarti orang itu tidak mengincar kita lagi" ucap Arya sambil mengambil nasi itu menggunakan sendok dan ingin menyuapinya ke mulut Putri.


Melihat Arya yang begitu Putri pun tersenyum "udah ngak usah di suapin biar aku makan sendiri" langsung mengambil sendok yang ada di depan mulutnya itu dan memakannya.


Arya pun jadi salah tingkah "kalau kamu sudah sehat secepatnya masuk kerja dan minta maaf dengan sungguh-sungguh pada Pak Bagus" ucap Arya.


"Iya aku akan meminta maaf sama Bagus dan Prita. Hanya karena ingin mengambil hatinya Bagus aku sampai harus menderita begini, lebih baik aku cari yang pasti-pasti saja deh" jawab Putri.


"Itu kamu tau, dulu aku juga bukan orang baik kok. Tapi semenjak kejadian Tiara aku ingin berubah, tapi maksud kamu yang pasti seperti apa. Hem, siapa tau aku bisa daftar" ucapnya langsung pergi dari kamar Putri.


Wajah Putri pun memerah dan berhenti melanjutkan makanannya "apaan sih itu orang ngak jelas, udah bilang langsung pergi" celotehnya.


Arya pun keluar dari rumah itu dengan wajah memerah dan masuk kedalam mobilnya "aduh kenapa aku bercanda kayak gitu ya, tapi memang benar sih aku mau daftar tapi gimana bilang terus terang nanti di tolak mentah-mentah" celotehnya sambil melanjutkan langkah mobilnya.


Putri pun berdiri mengintip dari balik jendela kamar itu melihat mobil Arya yang sudah pergi dari rumah itu.


Bagus, Kim dan Prita yang sampai di puskesmas itu langsung turun dari mobil, Kim mengambil kursi roda dan mencoba membantu Prita untuk duduk.


Di ruangan Dokter Rian Astri selesai melakukan terapi pada kakinya, "Pa kita langsung pulang" tanya Mia.


"Iya, jam papa juga sudah selesai" ucap Rian.

__ADS_1


Namun suara telpon dari ruangannya berbunyi dan dia berbicara kepada perawat bahwa ada satu pasien lagi yang baru datang dan menutup telponnya.


"Sayang kalian tunggu papa di luar aja ya, ada satu pasien lagi yang baru datang" ucap Rian.


"Iya mas ngak apa-apa, ayo Mia kita keluar" Mia pun mengangguk dan berjalan keluar mengikuti langkah Astri.


Saat Astri dan Mia keluar dari ruangan, "ma, ke kantin dulu yuk. Mia mau beli roti, nanti laper nunggu papa lama" pinta Mia.


"Iya, ayo" ucapnya. Mia dan Astri membalikkan tubuh mereka sedangkan Bagus pun sampai di di depan ruangan itu, Bagus menoleh ke arah Astri yang sudah berjalan jauh dari belakang.


Bagus pun masuk bersama Prita dan masuk menemui Dokter Rian, "Permisi dok ini pasien yang baru datang" ucap perawat itu.


Rian pun mengangguk, dan perawat itu membersihkan alat yang di perlukan.


"Perkenalkan dokter nama saya Bagus Sandi Dinoto, dan ini teman saya Prita Arman. Maaf kami telat karena di jalan tadi ada hambatan" sambil berjabat tangan kepada Rian.


"Iya tidak apa-apa pak, perkenalkan juga nama saya dokter Ariansyah. Saya sudah di telpon dari pihak Jakarta kemarin bahwa ada yang ingin berobat mengunjungi saya ke sini" membalas jabatan tangan Bagus.


"Gini dok tolong sembuhkan kaki saya, saya di diagnosa lumpuh tapi saya percaya kalau saya akan sembuh. Dokter bisa kan bantu saya" ucap Prita.


"Wah saya benar-benar suka dengan Bu Prita ini mempunyai keyakinan yang besar, tapi dari keyakinan itu lah keajaiban akan datang. Mari kita periksa dulu di sana, Pak dan suster tolong bantu Bu Prita ke bed dulu" ucap Rian.


Mereka pun mengangkat Prita dan Bagus pun mulai memeriksa kaki Prita.


Sedangkan Astri yang saat itu ada di kantin menemani Mia, "sayang, mama ke toilet dulu ya sebentar" ucapnya.


"Iya ma" Astri pun pergi meninggalkan Mia sendirian.


Dokter pun selesai memeriksa kakinya, "Pak kaki ibu Prita bisa sembuh, dia memerlukan terapi khusus untuk tulangnya yang retak" ucap Rian.

__ADS_1


"Benarkah dok, jadi gimana dok" jawab Bagus senang mendengarkan ucapan Rian.


"Hari ini bisa di periksa tapi memerlukan waktu cukup lama untuk hari ini" jawab Rian.


"Tidak apa-apa dok, saya akan menunggu. Oh iya dok saya keluar dulu mau ke toilet" ucap Bagus.


"Silahkan" jawabnya langsung melakukan terapi kepada Prita.


Bagus pun keluar dari ruang dokter Rian dan berjalan ke arah toilet tapi saat dia berjalan Bagus melamun dia melihat wanita yang selama ini dia rindukan ada di depan matanya sendiri.


Bagus pun berteriak "Mira" tapi wanita itu tidak mendengar dan berjalan terus, melihat wanita itu berjalan Bagus pun mengejarnya. Saat lagi mengejar Bagus tidak menoleh lagi hingga dia menabrak perawat yang sedang terburu-buru mengantar pasien.


"Aduh."


"Maaf sus" Bagus pun membereskan kertas yang berhamburan sambil melihat ke arah wanita itu yang berjalan lurus, saat dia selesai membantu perawat itu Bagus pun buru-buru lagi berlari mengejar namun wanita itu hilang dari pandangannya.


"Akhhhh, dimana" kesalnya. Sambil berlari mencari lagi di sekelilingnya.


"Apa perasaan aku saja, tapi tadi wajahnya benar-benar seperti Mira. Tapi kalau Mira tidak mungkin dia tidak menemui aku dan Cahaya, ahh kepala ku pusing mikirin ini. Sekarang aku telpon Kim dulu untuk menemani Prita. langsung mengambil hpnya di kantong dan menelpon Kim.


Dari luar Kim pun mengangkat telepon Bagus dan membalikkan tubuhnya, pada saat bersamaan Astri dan Mia keluar dari puskesmas itu.


"Ma telpon papa donk, lama banget" ucap Mia


"Iya, mama telpon" Astri mengambil hpnya ternyata saat dia membuka hpnya itu sudah ada pesan dari Dokter Rian" Astri pun membaca pesan itu.


"Sayang, papa bilang kita di suruh pulang duluan karena papa ada pasien yang mau terapi. Tapi waktu terapinya lama banget" Mia pun mengangguk setuju dan berjalan menuju ke tempat parkir mobil.


Selesai mengangkat telpon Kim pun membalikkan tubuhnya lagi dan berjalan masuk ke puskesmas, Kim pun berhenti sejenak "kenapa aku melihat sesuatu ya, tapi apa" ucapnya langsung masuk ke dalam puskesmas.

__ADS_1


Astri pun masuk ke mobil dan pergi dari puskesmas.


Bagus pun masih berkeliling mencari, sampai dia pun keluar puskesmas. "Sepertinya aku berkhayal" batin Bagus dan masuk lagi ke dalam untuk menemui Kim.


__ADS_2