Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 50


__ADS_3

"Kamu kenapa di sini dan kenapa stop taksi juga" tanya Putri. "Tapi ngak ada waktu ngobrol panjang karena aku terburu-buru."


"Aku juga kak terburu-buru mencari Cahaya, jadi kakak cari taksi lain aja" pinta Prita.


"Apa kamu mencari Cahaya" tanyanya Putri.


"Iya kak" jawab Prita.


"Ya udah kita cari sama-sama" Prita pun masuk bersama Putri ke dalam taksi tersebut.


5 menit sebelumnya selesai mengobrol dengan pengantin perempuan di ruangannya Prita ke ruang acara, saat ingin masuk keruang Prita mendengar pos keamanan bercerita bahwa Cahaya dan Kevin di culik sehingga mereka harus membantu mencari penculik itu. Mendengar perkataan itu Prita langsung keluar mencari taksi untuk membantu muridnya itu tapi di luar Prita bertemu dengan Putri yaitu kakak kandung Prita Arman yaitu Putri Arman.


"Hallo kamu kenapa diam" Putri sambil mengayunkan tangannya ke wajah Prita.


"Iya kak, tadi kakak tanya apa" tanya Prita.


"Kamu mikir apa sih, aku tanya kamu dari mana kenal dengan Cahaya sehingga mau membantu dia" kesal Putri melihat adiknya yang bengong seperti itu.


"Cahaya dan Kevin anak murid saya, saya ke sini di undang sama Pak Bagus dan Blue tantenya Cahaya. Kakak kenapa bisa kenal dengan Cahaya" tanya Prita.


Saat Putri ingin menjawab supir taksi memotong pembicaraan mereka berdua.


"Mau kemana mbg kok malah sibuk cerita sendiri" tanyanya.


"Oh iya kesini pak" jawab Putri.


"Kakak tau" tanya Prita yang membuat Putri sontak kaget "iya tau lah tadi kan aku melihat pesan yang di kirim penculik itu ke Bagus" jawab Putri yang penuh terbata-bata.


Mia anak kecil yang masih asik bermain boneka di kamar wanita terbaring koma itu selalu asik sendiri, pembantu yang mengasuhnya kebingungan karena sudah beberapa bulan semenjak ke datangan wanita yang di rawat itu Mia tidak pernah keluar dari kamar itu. Apa lagi Mia adalah seorang anak yang pendiam selalu mengurung diri tidak pernah keluar rumah sama sekali setelah saat tinggal di sini.


Jari jemari dari perempuan di samping Mia bergerak-gerak melihat itu Mia tersenyum dan mendekatinya.


"Mama, bentar lagi mama akan sembuh, aku kasih tau papa" langsung keluar dari kamar mencari papanya.

__ADS_1


"Non kenapa lari-lari nanti jatuh" langsung memegang pundak Mia agar berhenti berlarian.


"Aku mau cari papa bik, aku mau kasih tau papa kalau mama akan sembuh" senangnya.


"Papa masih kerja, sekarang non makan dulu aja. Bibik susah kalau non ngak makan" langsung mengajaknya ke meja makan.


"Bibik, ya udah telpon ayah dulu baru aku makan" kesalnya. Bibik itu langsung mengambil telpon rumah dan menelpon majikannya itu, saat tersambung dia langsung memberi telpon itu ke Mia.


"Papa, cepat pulang bentar lagi mama sadar" teriaknya di hp itu.


"Sayang papa pulang malam hari ini, jangan nakal yah" jawaban dari telpon itu. Mendengar itu Mia langsung mematikan telponnya dan berlari ke kamar itu lagi, saat dia melihat gerakan tangan itu sudah berhenti sehingga membuatnya menarik nafas sedih melihatnya.


Cahaya dan Kevin di masukkan ke dalam gudang dalam ke adaan pingsan akhirnya terbangun. Cahaya terbangun melihat keadaan di sekitar begitu kotor dan berantakan, dia pun menoleh ke arah Kevin yang masih pingsan dan menggoyangkan tubuh Kevin agar terbangun.


Sontak Kevin pun terbangun melihat ruangan yang kotor dan berantakan itu, "ini dimana, ruangannya jelek banget. Jijik" gerutu Kevin.


"Kita di gudang tapi ngak tau dimana, kita harus keluar dari sini" Cahaya langsung bangun melihat keadaan di sekitar.


"Betul, ayo kita cari lubang untuk keluar dari sini" Mereka mencari-cari sela untuk keluar namun mereka menemukan jendela yang tinggi.


"Gimana" tanya Kevin.


"Kita tumpuk kardus-kardus disini untuk naik ke atas" mereka pun mengangkat kardus-kardus tersebut tapi ada satu kardus yang terjatuh sehingga di dengar dari luar.


"Bos, di dalam ada bunyi sesuatu" ucap salah satu anak buah penculik tersebut.


"Coba kalian periksa" bergegas membuka pintu, mereka masih melihat Cahaya dan Kevin dalam kondisi pingsan. Mereka juga menoleh di sekitar masih bertumpuk kardus-kardus.


"Perasaan kardusnya ngak ada setinggi itu" ucap penculik tersebut.


"Udah itu hanya perasaan kamu saja, anak-anak ini masih pingsan. Bentar lagi mereka akan kita bawa keluar" langsung menutup pintu gudang itu lagi. Mendengar suara pintu tertutup Kevin dan Cahaya bangun dan memulai reaksinya untuk kabur.


"Tapi gimana kalau ayah mencari kita kesini, tapi kita tidak ada" tanya Cahaya.

__ADS_1


"Kita kasih petunjuk aja" Kevin mengeluarkan spidolnya dan ada di kantongnya saat dia mencoret kertas-kertas tadi pagi.


Melihat itu Cahaya ragu "aku ngak bisa."


"Kamu bisa, kita harus kasih petunjuk. Gambar aja seadanya walaupun susah" pinta Kevin.


"Bukan itu, tapi aku tidak mau melukis lagi" ucap Cahaya langsung duduk terdiam.


"Kamu tau kan, Tante Mira sangat suka melihat kamu melukis kenapa kamu mau melupakan lukisan yang harusnya membuat tante senang" memberikan spidol itu langsung ke tangan Cahaya.


Cahaya tersadar dari ucapan Kevin barusan membuat hatinya terbuka untuk bangun dari masa lalu. Dia pun berusaha mencoret kardus itu memberi petunjuk gambar bahwa dirinya dan Kevin ada di ruangan itu dan kabur dari jendela.


"Jelek" ledek Kevin.


"Kamu" menyentil kepala Kevin.


"Aduh, sakit" teriak Kevin, Cahaya pun menutup mulut Kevin agar tidak terdengar dari luar.


"Jangan berisik" bisik Cahaya.


Cahaya dan Kevin pun menaiki kardus tersebut sampai berhasil masuk ke dalam jendela itu untuk keluar satu persatu.


Bagus pun sudah menyiapkan uang yang di pinta penculik tersebut dan menuju tempat yang sudah di siapkan. Segera Bagus menelpon nomor tersebut sehingga salah satu dari mereka keluar. Putri dan Prita yang melihat mereka diam-diam bersembunyi di semak-semak, Putri pun melihat gudang di dekat sana dan pergi meninggalkan Prita yang lagi fokus melihat Bagus, Harisza dan Adi di sana.


Bagus berhadapan di depan penculik itu, "mana anakku" teriak Bagus.


"Ada, berikan uangnya dulu baru aku kasih tau dimana keberadaan mereka berdua" ancamnya.


"Ini" langsung menguntal tas yang berisi uang 1 miliar tersebut ke wajah penculik.


Putri masuk ke ruangan itu memukul salah satu dari mereka dengan kayu sampai pingsan, melihat penculik itu pingsan Putri mengambil kunci dan membuka gudang tersebut. Melihat gudang itu kosong dari belakang Putri di sekap oleh salah seorang penculik namun dia menggigit tangan penculik itu sambil berteriak.


Mendengar teriakan itu Bagus yang kaget langsung berkelahi dengan penculik tersebut, Harisza dan Adi terburu-buru masuk ke gudang itu dan di hadang oleh beberapa orang sehingga mereka berkelahi.

__ADS_1


__ADS_2