Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 144


__ADS_3

Harisza dan Lilian yang melihat Cahaya pergi keluar pun segera bertanya kepada Blue "kenapa itu" menunjuk Cahaya yang berlari keluar.


"Tante, Om Cahaya hanya khawatir keadaan Kak Mira."


Di kantor Arya yang lagi sibuk pun mengambil ahli kerja Bagus, Putri yang saat itu melihat Arya sedang sibuk menghadap komputernya segera mendekati "Arya kita malam nanti pergi nonton yuk."


"Ngak bisa, kerjaan ku numpuk."


"Kalau gitu makan aja."


"Enggak bisa."


"Ya udah kalau gitu makannya di rumah saja."


"Tetap ngak bisa, aku akan lembur di sini."


Putri yang kesal menerima penolakan pun segera menendang meja Arya sampai Arya kaget "dasar laki-laki begokkk" kesal Putri segera pergi meninggalkan Arya.

__ADS_1


Arya bengong melihat tingkah laku Putri namun saat ada seorang karyawan yang masuk ke ruangan Arya pun ikut kaget "Kenapa itu" tunjuknya.


"Entah marah-marah ngak jelas, dia mau ngajak nonton, makan, aku ngak bisa tapi dia malah kayak gitu" ucap Arya sehingga membuat membuat karyawan itu pun tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Arya itu.


"Kamu kenapa tertawa begitu?" arya menjadi bingung melihatnya.


"Arya umur kamu itu sudah berapa tahun sih, kamu juga sudah dua kali menikah masa kamu nggak tahu sih sifat perempuan seperti itu. Dia kan seperti itu karena kamu menolak keinginannya dan dia suka sama kamu."


Arya pun menjadi terdiam mendengar ucapan karyawan itu "udah udahlah nanti jadi gosip, mendingan kamu pergi dari sini dan ingat jangan bilang sama orang-orang di luar kejadian tadi. Sini" kertas yang dipegang karyawan itu tadi segera di ambil oleh Arya.


"Udah berisik, mendingan keluar nanti akan jadi gosip besar dan Pak Bagus akan sangat marah mendengar cerita seperti ini" sehingga karyawan itu pun pergi meninggalkan Arya.


Cahaya yang duduk di teras menunggu Mira dan Bagus pulang ke rumah pun bolak balik di depan pintu.


Pada saat bersamaan Mira, Bagus dan satu orang suster pun sampai di rumahnya mereka turun dan Mira secara spontan di gendong oleh Bagus "melihat mereka yang baik pun cahaya segera berteriak "bundaaa, Ayahhhh" memeluk mereka.


Bagus pun menurunkan Mira "Cahaya kenapa?"

__ADS_1


"Cahaya nungguin bunda sama ayah, Cahaya takut kenapa-kenapa sama bunda" ucapnya sedih.


"Bunda sehat kok nak, dokter hanya saranin bunda untuk banyak istirahat."


"Benarkah?" tanya Cahaya. Bagus dan Mira pun mengangguk "Alhamdulillah, Cahaya takut terjadi apa-apa sama bunda dan dedek bayi."


Lilian, Blue dan Harisza yang keluar dari rumah pun segera menghampiri mereka "gimana sudah sehat" tanya Lilian kepada Mira.


Mira pun hanya mengangguk tersenyum "ma, sebenarnya dokter menganjurkan Mira untuk istirahat total. Jadi untuk merawat Mira yang sedang sakit ini dokter memberikan satu suster agar bisa menjaga kesehatannya karena Mira lagi hamil muda dan sering sekali mual muntah mengakibatkan dirinya kekurangan cairan."


"Ya udah kak langsung istirahat aja di kamar" ucap Blue.


"Kamu tidak perlu khawatir mama yang akan memasak makanan untuk kamu apa pun itu yang penting sehat."


"Papa yang akan menjaga Cahaya di rumah dan di sekolah karena kamu sakit jadi urusan Cahaya tanggung jawab papa."


"Iya Blue, Makasih ya ma dan pa sudah peduli dengan aku" ucap Mira sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2