Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 105


__ADS_3

"Ayo" ajak Cahaya.


"Ya udah kalian duluan ke bawah, bunda dan ayah mau siap-siap dulu" ucap Mira.


Meraka pun menurut dan pergi menunggu di lobi, di sana mereka di datangi oleh Gaga dengan membawa satu kotak Snack.


"Hay Cahaya" sapa Gaga.


"Hai om, om dari mana" tanya Cahaya.


"Om tadi habis olahraga, terus di luar om mampir beli kue dan cemilan banyak serta enak banget. Cahaya mau" sambil membuka kotak Snack itu.


Berbagai makanan cemilan dan kue yang enak kesukaan anak kecil mereka melihat itu menelan air ludah, "Ambil, Cahaya pasti mau kan" ucap Gaga.


"Wah itu makanan enak banget" ucap Johan.


"Boleh om."


"Iya pasti boleh lah, kamu juga boleh ambil" ucap Gaga kepada mereka.


Cahaya dan Johan yang mau mengambil tangannya di pegang oleh Kevin, "kalian ngak boleh ambil makanan dari orang baru di kenal" ucap Kevin.


"Tapi kan om Gaga teman ayah, jadi bukan orang baru dikenal" jawab Cahaya.


"Iya, tapi kenal hanya rekan bisnis kebetulan bukan sebagai keluarga. Nanti saat kita keluar kita bisa beli di toko kue" ucap Kevin.


"Kevin, ngak apa-apa kok. Makanannya ngak om apa-apain dan om juga bukan orang kebetulan tapi om ini rekan bisnis serta teman bunda Cahaya" jawab Gaga keceplosan.


"Teman bunda, tapi bunda ngak cerita om" ucap Cahaya.

__ADS_1


"Aduh maaf Cahaya, om keceplosan deh. Tolong yah jangan di bilang sama ayah kamu kalau om ini teman bunda kamu karena om takut ayah kamu akan marah" sambil memegang tangan Cahaya.


"Udah om pergi aja, kita bertiga ngak akan bilang pada siapa pun ucapan om tadi" usir Kevin.


"Ya udah kalau gitu om pergi, tapi kalian yakin kue om yang enak ini ngak ada yang mau satu pun" ucap Gaga lagi.


"Iya kami ngak ada yang mau" teriak Kevin. Saat Bagus dan Mira keluar dari lift Gaga melihat mereka dan bergegas pergi dari lobi tapi bersembunyi di balik tembok sambil memperhatikan mereka yang keluar dari hotel.


"Sial anak itu instingnya sangat kuat, pada hal kue ini sudah aku kasih obat tidur agar mereka gagal makan di luar hari ini. Tidak apa-apa hari ini aku gagal tapi besok aku pasti akan berhasil" celoteh Gaga sambil membuang semua kue di kotak sampah di sampingnya berdiri.


Selesai makan Arya dan mang Agus segera ke gudang, mereka mencari-cari album foto dan buku register tahun 1990an.


"Maaf ya den, mamang lupa di simpan lemari yang mana jadi kita harus membuka semua lemari" ucap mang Agus.


"Ngak apa-apa mang, aku akan bantu sampai ketemu" jawab Arya.


"Oh itu lukisan tangan dari seorang anak penyalur dana ke panti asuhan ini den, setiap bulan keluarganya selalu memberikan dana ke panti. Anak yang agek aneh menurut mamang, tapi dia sudah lama tidak datang ke sini semenjak aden menikah sama Mira" jelas mang Agus.


"Siapa yah mang, aku kan selalu ke sini tapi tidak pernah melihat anak yang suka melukis" tanya Arya penasaran.


"Dia kalau datang selalu duduk di lantai 2 den dan tidak pernah menampakkan wajahnya ke anak-anak panti, mamang saja hanya beberapa kali melihat wajahnya" ucap mang Agus.


"Ya udah mang kita lanjut lagi cari berkasnya" ucap Arya sambil meletakkan kembali lukisan yang ada di tangannya itu.


Saat mencari "nah ini dia ketemu semua" mereka pun membuka satu persatu foto yang ada di album itu.


Mata Arya kaget melihat foto anak kembar sedang duduk tersenyum, "ini dia pak" segera mengambil foto itu dan melihat foto-foto yang lain ternyata hanya ada satu foto sehingga Arya memoto kembali foto itu serta mang Agus pun sibuk mencari biodata anak kembar itu saat masih bayi.


"Ini den, ayo sekarang kita temui ibu" ajak mang Agus.

__ADS_1


"Ayo" mereka berjalan keluar dari gedung dan menemui ibu panti yang sedang duduk di luar melihat anak-anaknya sedang bermain.


"Permisi Bu" ucap Mang Agus.


"Iya, gimana kalian sudah dapat apa yang di cari" tanyanya.


Arya pun mengeluarkan foto anak kembar itu menunjukkannya kepada ibu panti, serta Mang Agus membaca riwayat anak kembar itu.


"Anak itu di temukan saat hujan deras di depan pintu panti tanggal 20 Oktober tahun 1990, mereka bernama Tiara dan Tika" ucap Mang Agus.


"Iya ibu ingat, Tiara dan Tika anak kembar yang mempunyai tai lalat sama di perut mereka. Tiara di sebelah kanan dan Tika di sebelah kiri" ucap Bu panti.


"Bu kalau Tiara ada kembaran kenapa saya dan Mira tidak tahu, karena ibu tau sendiri kan kami bertiga selalu bermain bersama walapun saya bukan anak panti" ucap Arya.


"Tika waktu bayi di adopsi oleh seseorang yang menginginkan seorang anak, Tika hanya sekali datang kesini saat itu dia mengikuti ayahnya dan saat dia bertemu dengan Tiara di sini dia kaget sehingga ayahnya menjelaskan semuanya kalau dia bukan anak kandungnya. Agar Tika tidak sedih lagi maka kami menfotoi mereka agar mereka punya kenangan sendiri" jelas Bu panti.


"Kalau begitu, apa Tika pernah datang ke sini lagi Bu."


"Tidak, saya pernah bertanya kepada orang tua angkatnya saat dia bertemu dengan Tiara di hari itu dia langsung di sekolahkan di luar negeri."


"Siapa orang tua angkatnya Bu" ucap Arya penasaran.


"Nanti dulu, kenapa kamu bertanya banyak tentang kedua anak kembar ini nak Arya. Pasti sudah terjadi sesuatu, coba jelaskan pada ibu" ucap Bu panti.


Arya pun menjelaskan kejadian semuanya, dari dia berpisah dengan Mira, menikah dengan Tiara serta meninggalnya Tiara. Arya pun menceritakan kalau dia kaget saat bertemu dengan seseorang yang mirip dengan Tiara karena tidak mungkin kalau Tiara hidup lagi.


Mendengar cerita itu Ibu panti pun mengerti dan merasakan kesedihan, "baik lah ibu akan katakan semuanya sama kamu nak, Tika di adopsi oleh keluarga Wijaya ningrat. Pak Wijaya dan istrinya sangat bersyukur mengadopsi Tika karena hanya waktu 3 bulan istrinya hamil sehingga dia selalu memberikan dana ke panti asuhan ini setiap bulan."


"Apa ini keluarga Wijaya ningrat yang ibu ceritakan" Arya melihatkan foto keluarga yang ada di hpnya saat Putri berhasil menyelinap ke dalam rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2