
Anak kecil itu begitu asyik memainkan mobil-mobilannya. Tak hanya itu, ia juga mengacak-acakan puzzle yang sudah ia susun itu kemudian menyusunnya kembali. Semua mainan berserakan dimana-mana karena bocah itu akan membongkar permainan yang baru jika dia sudah bosan dengan mainannya yang lama. Bahkan, jika ada tamu, mereka harus berhati-hati agar tidak menginjak mainan tersebut.
Tin! Tin!
Suara klakson mobil itu membuat bocah kecil tersebut melompat kegirangan. Untung saja ada Bi Inem yang membantu Mommy nya.
"Assalamu'alaikum!" Sapa seorang laki-laki membuat bocah tersebut langsung berhamburan memeluk Daddy nya.
"Waalaikumussalam, Daddy." Bocah itu pun mencium ayahnya.
"Astaghfirullah. Ini rumah apa gudang, Nak?" Daddy nya begitu terkejut saat melihat keadaan rumah yang sudah seperti kapal pecah.
"Hehehe! seru tau, Dad. Nanti kita main, Ya?" Bocah tersebut menampakkan barisan gigi yang putih bersinar itu.
"Siap, tapi hafalan kamu bagaimana? Hm?" Daddy mengelus kepalanya.
"Alhamdulillah, Dad. Fakhi sudah hafal Juz 7 sampai ayat 100, nggak apa-apa kan?"
"Baiklah, nanti Daddy uji ya."
"Siap Dad."
Tap! Tap! Tap!
__ADS_1
Suara langkah kaki wanita turun dari kamarnya, wanita itu sedang mengandung anak kedua, tentu saja Fakhi sebentar lagi akan menjadi seorang Kakak.
"Mas!" Sapa wanita itu, lalu mencium tangan suaminya.
"Sayang, bagaimana keadaan kamu? Apa perutmu kram lagi?" Jawabnya.
"Aku baik-baik saja, Mas." Wanita itu melirik anaknya sekilas, "Fakhi, tadi janjinya sama Mommy apa?"
"Eh? hehehhe! Iya Mommy, ini mau Fakhi bereskan." Jawabnya sambil nyengir, lalu berlari mengambil keranjang dan membereskan mainannya.
Fakih Abbasy, merupakan anak pertama dari Sasa dan Gus Sakhi. Fakih sendiri terinspirasi dari nama kedua orang tuanya yaitu Fa diambil dari Shazfa, dan Khi diambil dari Sakhi.
Sudah lima tahun lamanya, kini The Guys sudah memiliki kehidupannya masing-masing. Patul dan Gus Sakhajuga sudah memiliki seorang anak perempuan lagi, bernama Fatimah Az-Zahra yang kini sudah berumur 2 Tahun. Sedangkan Adam dan Hawa kini sudah masuk ke bangku SD.
Malam harinya, Patul dan Gus Sakha datang kerumah Sasa. Karena memang, rumah mereka masih sama seperti dulu jadi jarak keduanya sangatlah dekat.
"Waalaikumussalam." Jawab Gus Sakhi yang kebetulan membuka pintunya.
"Daddy, dimana Fakhi?" Tanya Adam.
"Fakhi di kamarnya, kamu susul gih." Jawab Gus Sakhi.
"Abi, Adam boleh tempat Fakhi kan?" Tanya bocah itu pada Gus Sakha.
__ADS_1
"Tentu saja, Sayang." jawab Gus Sakha.
"Hawa, kamu mau ikut nggak?" tanya Adam yang melihat Hawa terlihat cuek sejak tadi.
"Nggak!" singkat Hawa jutek.
"Ya sudah!" Adam langsung meninggalkan Hawa yang sedang berdengus kesal.
Adam dan Hawa memang terlihat tidak begitu akrab, karena Adam yang sifatnya tidak mau diam sedangkan Hawa sangat irit berbicara alias pendiam.
"Sasa dimana ya kak?" Tanya Patul setelah meletakkan Zahra.
"Humaira tadi ada di dapur, coba aja kamu lihat." Sahut Gus Sakhi.
Patul langsung pergi ke dapur, ternyata benar kalau Sasa saat ini sedang menyiapkan makan malam.
"Micin!" panggil Patul.
Sasa menoleh, "Astagfirullah, ngagetin aja loe Tul. Untung gak lahiran sekarang gue!"
"Hehehhe!"
"Sa, Pipa besok jadi datang kan?" tanya Patul.
__ADS_1
"Katanya begitu, kita doakan saja ya. Gue kangen banget sama mereka, Sapi juga gak ada kabarnya belakangan ini." lirih Sasa.
Semenjak menikah, Sapi dan Pipa sudah tidak mengajar lagi di pesantren. Pipa tinggal di rumah Bima yang kebetulan sudah pindah ke luar negeri, karena Bima mendapatkan pekerjaan di sana. Sedangkan Sapi, sekarang berada di kampungnya. Karena mendapatkan jodoh di sana.