
"Azma, yang sopan kamu!" tegur Gus Sakhi.
Azma langsung menundukkan kepalanya, ia tidak tahu jika Daddy nya sedang berbicara dengan seseorang, karena yang ia lihat sejak tadi hanya punggung Gus Sakhi saja.
"Maaf, Daddy. Azma nggak lihat, Azma kira Daddy sendirian tadi." Lirih Azma. "Pak Dayyan, maafkan Azma ya, Azma nggak maksud tadi." Sambungnya sambil melirik Dayyan sekilas.
"Iya, nggak pa-pa kok." Sahut Dayyan, lalu Dayyan menatap Gus Sakhi untuk mencari jawaban di sana. "Ini ..."
"Ini putri saya, Azma Zulaikha, namanya." Potong Gus Sakhi.
"Oh iya, saya sudah kenal, Pak Sakhi. Dia mahasiswa saya, tapi maaf saya tidak tahu jika Azma ini putri Bapak." Lirih Pak Dayyan.
"Maksudnya?"
"Saya tadi menghukumnya, maafkan saya, Pak!"
"Oh, nggak pa-pa. sebagai Dosen kamu berhak menghukumnya. Kalau kamu mau, hukum aja terus," goda Gus Sakhi sementara Azma memutar mata nya dengan jengah.
"Ih apaan sih, Dad." keluh Azma.
'Oh jadi kamu itu anak dari Pak Sakhi ya, gadis kecil ...' batin Dayyan.
Azma mendadak gelisah sekarang, "Oh iya, kata si Azmi Kak Fakhi pulang ya, Dad?"
"Iya, Nak. Kamu pulang sekarang ya, bantuin mommy Masak."
"Siap, bye Dad. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumussalam."
"Maafkan anak saya, Ya. Tingkahnya memang begitu, mungkin karena terlalu di manja oleh Ibunya, maklumlah dia itu anak perempuan kami satu-satunya." Ujar Gus Sakhi tiba-tiba, ia merasa Pak Dayyan memikirkan sesuatu tentang putri kecilnya.
"I ... iya Pak, nggak pa-pa. Wajar anak gadis seperti itu." Sahut Dayyan dengan gelagapan.
__ADS_1
🌼🌼🌼
Di rumah Sasa, sudah ada The guys yang membantu nya. Persiapan kepulangan Fakhi memang cukup meriah, karena ternyata mereka juga akan mengadakan lamaran. Fakhi selama ini tinggal di Cairo menjadi dosen disana. Karena ia termasuk anak yang pintar dan mendapatkan beasiswa, setelah tamat ia juga di tawarkan untuk mengabdi di kampus itu.
"Alhamdulillah ya, Sa. Akhirnya Fakhi pulang juga."
Ucap Sapi.
"Kalau dia nggak mau, gue akan mogok ngomong sama tuh anak."
"Pengen banget ya punya menantu?" Kata Patul sambil memotong beberapa bahan yang mau mereka masak.
"Emangnya loe nggak?"
"Ya, mau. Tapi mau gimana lagi atuh, anak-anak aku belum ada yang mau nikah." keluh Patul.
Adam dan Hawa memang belum menikah, jika ditanya soal perasaan, keduanya enggan untuk membahasnya. Entah apa yang mereka berdua rahasiakan pada orang tuanya.
Ceklek,
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumussalam"'
"Sudah pulang, Nak? mandi dulu ..."
"Sebentar mi, aku lelah. Tadi ibu hamil ramai banget," keluh Hawa.
Hawa saat ini menjadi Dosen anak di salah satu rumah sakit terkenal, lain halnya dengan Adam yang suka sekali berbisnis hingga dia menjadi pebisnis yang cukup handal.
Tak lama kemudian, Adam juga datang. Sama halnya dengan Hawa, Adam pun terlihat lesu sekali.
"Adam, ada apa?" Tanya Bima.
__ADS_1
Bima, suaminya Pipa memang sangat dekat dengan Adam. Dia merasa satu frekuensi karena sama-sama di bidang pengusaha.
" Nggak pa-pa Yah, Aku hanya lelah saja." Sahut Adam.
"Benarkah?"
"Ayah, jangan menggangguku ..."
"Ayah tahu apa yang kamu rasakan, pasrahkan saja semua pada Allah. Kalau bukan jodoh kamu, berarti Allah sudah mempersiapkan jodoh yang lain untukmu."
"Iya Ayah, aku mengerti." Sahut Adam.
"Mandi dulu, sebentar lagi adikmu pulang."
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Adam dan Hawa kenapa yaaa????ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Skuyyy mampir juga di karya teman Othor, cekidot👇
BLURB:
Kejadian tragis yang dialami Brian beberapa tahun lalu yang menyebabkan ia kehilangan istri, membuat pria itu menjadi bersikap lebih dingin pada setiap wanita.
Bagi Brian tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisi mendiang istri dihatinya.
Hingga akhirnya Brian bertemu dengan Hana, gadis desa yang cantik dan mandiri.
Apakah Hana akhirnya dapat meluluhkan hati Brian?
Mari ikuti kisahnya..
__ADS_1