Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
End


__ADS_3

"Azma ..." panggil Gus Sakhi setengah teriak.


Azma langsung berlari dan ngumpet di balik badan Fakhi, "Kakak, lihat 'lah Daddy ... sangat menyeramkan, bukan?"


Bukannya di bela, Azma malah di gendong paksa oleh Fakhi. "Ini anak gadis Daddy, terserah 'lah mau di apain." Kata Fakhi membuat semuanya tergelak tawa.


'Ekhem.


Zaydan berdehem, semua menoleh. Fakhi menepuk jidatnya karena ia lupa mengenalkan temannya pada keluarga di rumah. "Afwan, ana lupa Bro ..." kata Fakhi.


"Kenalin semuanya, ini teman ana namanya Zaydan. Insya Allah dia mau bergabung untuk mengabdi di pesantren Kakek."


"Alhamdulillah," seru semuanya. Disana sudah berkumpul The guys beserta suaminya.


"Sudah pada makan belum? Ayo kita makan dulu." Kata Bunda.


Akhirnya mereka semua makan, Adam turun dari kamarnya. "Wah, sudah pulang ternyata ..." kata Adam pada Fakhi.


"Makin sukses saja Pak Pengusaha kita," sahut Fakhi.


"Alhamdulillah, Bro ..."


"Kak Hawa belum pulang ya Kak?" Fakhi baru menyadari jika Hawa tidak ada di sana.


"Di kamar mungkin, Kakak lapar, mau makan dulu ..."


"Bentar, Kak. Ini kenalin dulu teman Fakhi, namanya Zaydan. Siapa tahu bisa jadi calon Ipar."


"Oh begitu, ente mau sama adik-adik ana? mereka cerewet semua lho," canda Adam.


"Jangan di dengarin, Kak Adam. Fakhi memang suka becanda. Tapi kalau boleh, Alhamdulillah Kak." Sahut Zaydan serius.


Ternyata Adam menganggap itu hanya candaan. "Bisa juga teman ente bercanda, ya sudah Kakak ambil makan dulu ..."


Setelah kepergian Adam, Zaydan menunjuk hatinya di depan Fakhi. "Belum apa-apa sudah di tolak Kakak Ipar, sakitnya tuh di sini!"


'Pletak!


"Gak usah lebay!" kata Fakhi.


Fakhi meninggalkan Zaydan yang sedang kesal tersebut, lalu tiba-tiba ...


'Bruk!


"Astaghfirullah," gumam keduanya.

__ADS_1


"Maaf, Kak ..." kata Fakhi.


"Nggak pa-pa, Apa kabar Abbas?" ya, dia adalah Hawa.


"Alhamdulillah, baik. Ternyata Kakak masih memanggil Abbas ya?"


"Memangnya sekarang sudah nggak boleh?"


"Bukan begitu, Kak ... Oh iya, Kakak apa kabar?"


"Alhamdulillah baik, Bas. Sekarang aku sudah jadi dokter Kandungan, Bas."


"Alhamdulillah, Kakak sudah berhasil meraih mimpi Kakak ..."


"Iya, ya sudah, aku kesana dulu ya ... perutku keroncongan, hihihi." Hawa sengaja menghindari Fakhi.


'Ada satu mimpi yang takkan bisa ku raih, Bas. Yaitu Kamu.' batin Hawa.


***


Hari menjadi malam, tiba 'lah hari yang ditunggu-tunggu mereka. Salah satu dari mereka sudah balik ke rumah karena Fakhi Abbasy ingin melamar seorang gadis yang berasal dari salah satu anak dari The Guys.


Bima menghampiri putrinya yang kini sedang di dandan oleh Pipa, "Cantik sekali putri Ayah ..."


"Terima kasih, Yah ..."


"Insya Allah, siap. Ayah tahu sendiri kalau Nasya sudah istikhoroh sejak dulu, tetap saja jawabannya Kak Fakhi."


"Bagaimana pendidikanmu? apa masih kamu teruskan setelah nanti menikah?" kali ini yang bertanya adalah Pipa.


"Insya Allah, nanti Nasya lanjutin, Bunda ..."


Tak lama kemudian rombongan Fakhi pun datang, acara demi acara sudah terlaksana. Mereka juga sudah setuju dengan setiap kesepakatan yang di minta oleh keluarga perempuan.


Tiba 'lah waktunya, Annasya keluar dari kamar. Fakhi hampir saja tidak berkedip melihat pesonanya Annasya. Memori berputar kembali saat mereka pertama kali berjumpa. Annasya memang selalu berusaha mendekati Fakhi sejak kecil, hingga akhirnya Annasya sempat lelah untuk berjuang mendekati Fakhi. Tetapi ternyata malah Fakhi yang tidak bisa di jauhkan oleh Annasya. Akhirnya mereka sepakat untuk saling menunggu sampai Fakhi selesai dalam pendidikannya. Setelah itu rupanya Fakhi mendapat tawaran untuk mengabdi selama dua tahun, hal itu juga membuat Annasya lebih lama lagi menunggunya.


'Pletak!


"Zina mata!" kata Daddy


"I ... iya, Dad." Fakhi menggaruk tengkuknya saking malunya.


Mommy pun berdiri mendekati Annasya, lalu memakaikan cincin sebagai pengikat untuknya.


Acara resmi usai, tinggal 'lah mereka melakukan acara yang upnormal versi mereka.

__ADS_1


"Akhirnya ya Pa, kita bakal jadi besanan juga ..." kata Sasa pada sahabatnya.


"Iya, gua juga nggak nyangka... Next, siapa lagi nih?"


"Anak lajangku 'lah, cemana Tul? aman Zahra kita 'kan?" celetuk Sapi membuat semuanya terkekeh.


"Aku juga pengennya gitu, cepat atau lambat hati Zahra pasti luluh kok. Tapi jangan sampai dia ngelangkahi Kakak-kakaknya, biarkan Adam dan Hawa dulu yang nikah."


"Iya lah, banyak juga uang langkahnya tuh." kata Sapi.


"Somplak Lu!"


Sementara di tempat lain, Hawa sedang menatap Fakhi dari kejauhan. Begitu juga dengan Adam yang sedang menatap Annasya yang sejak dulu juga menjadi cinta pertamanya.


"Semoga kalian bahagia dan menjadi pasangan selamanya." batin saudara kembar tersebut.


Ya, Begitulah Takdir. Tidak ada yang tahu seperti apa takdir kita, karena takdir itu sendiri adalah ketetapan dari sang pencipta. Beda hal dengan nasib, yang masih bisa kita ubah jalannya.


Soal cinta dan jodoh, tidak ada yang tahu akhirnya kepada siapa hati berlabuh. Menaruh nama seseorang di atas sajadah adalah cara yang tepat untuk mengadu pada sang pencipta.


Tamat.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Alhamdulillah akhirnya Begitulah Takdir telah selesai. Author mohon maaf jika ada salah kata dalam penulisan, juga salah dalam penokohan.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mendukung Author selama ini, jujur dukungan kalian telah menjadi penyemangat bagi Author selama ini.


Sebenarnya author masih mau melanjutkannya, tetapi karena tuntutan dunia nyata yang belakangan ini sangat sibuk, jadi Author mohon maaf karena akan menamatkannya dengan cepat.


Oh iya, saran kalian semua author tampung 😘😘😘


untuk SEASON 2 author akan lanjutkan kesini☺️☺️☺️☺️


Semoga kalian betah ya dengan karya-karya author🙏


Jangan lupa nantikan SEASON 2 nya di Awal bulan🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Oh iya kata orang tak kenal maka tak sayang ...


Yuk, follow Ig Author: @yuthikaauthor_


Bagi yang mau lebih dekat dengan Author, pasti author semakin senang nihhhhh🤭😂


Salam Sayang,

__ADS_1


Author❣️


__ADS_2