Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Kedatangan Ustadz baru


__ADS_3

Setelah kepergian The guys, tak lama kemudian pintu kamar rawat inap nya Patul di ketuk seseorang.


Tok, Tok, Tok!


ceklek


"Assalamu'alaikum" suara bariton itu mengagetkan semuanya.


"Waalaikumussalam" sahut yang di dalam.


"Kamu datang Nduk?" tanya Abi


"Iya Bi , aku mau lihat ponakanku." sahutnya.


Lalu ia mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan juga Abah beserta Ummah yang kebetulan juga berada di dalam.


"Kaifa haluk Bro?" sapa nya dengan adik satu-satunya itu.


"Alhamdulillah, ana sudah jadi Bapak" sahut Gus Sakha.


"Alhamdulillah, selamat ya... Lila bagaimana keadaan kamu neng?"


"Sudah mendingan Kak, Alhamdulillah" jawab Patul.


"Kakak dari mana saja?" Tanya Gus Sakha.


"Afwan, ana ikut seminar kemarin dan belakangan ini ana juga sibuk karena ada pengangkatan Rektor baru. Mohon do'anya semua..." jawab Kakaknya.


Gus Sakhi memiliki kakak yang tak lain adalah saudara kembarnya. Beliau bernama Sakhi Alfarizqi, seorang Dosen di salah satu Universitas yang berada di kota dan memang hubungan kakak beradik ini tidak begitu akrab selama ini. Selain mereka jarang berjumpa, Gus Sakhi lebih di sayang oleh keluarga nya hal itu membuat Gus Sakha sedikit iri padanya.


"Aamiin." sahut semuanya.


"Sakhi, sini Nak" panggil Umi


Gus Sakhi mendekat ke arah Umi dan duduk di sebelah Umi. "Iya Umi, ada apa?"


"Bagaimana? Apa kamu sudah sholat istikharah?"


"Sudah Umi, Tiap malam dan jawabannya tetap sama."


"Masya Allah... Kalau begitu Shalatlah sekali lagi Nduk"


"Iya Umi, nanti Sakhi kabarin lagi."

__ADS_1


"Kakak menyukai seseorang?" tanya Gus Sakha yang mendengar ucapan mereka.


"Alhamdulillah, do'akan saja ya Kha.." jawab Sakhi


"Yah... Padahal mau Lila jodohin sama temen Lila" keluh Patul tiba-tiba.


Gus Sakhi menoleh "Teman kamu?"


"Iya Kak, namanya Shazfa."


Deg!


ekhemmm


Deheman Umi membuat Gus Sakhi menggaruk tengkuknya.


"Oh iya, ana ke Mushola dulu ya." elak Gus Sakhi.


Sementara di tempat lain, Bima sedang mengantarkan The Guys ke Baby Shop. Awalnya Bima menunggu mereka dari dalam mobil tetapi sudah hampir setengah jam mereka di dalam dan sepertinya sedang tidak ada tanda-tanda untuk keluar dari toko tersebut.


Gini amat ya nemanin cewek belanja?, gumam Bima.


Akhirnya Bima memutuskan untuk ikut masuk ke dalam untuk mengecek keadaan.


"Astaghfirullah." Ucap Bima saat melihat The Guys malah sibuk dengan ocehannya.


"Tunggu, ini kenapa pada rebutan warna begini?" sahut Bima.


"Bim, menurut loe bagusan yang mana?" tanya Sasa


"Warna kuning aja dua-duanya, iya kan Bim?" sahut Pipa.


"Ih terlalu silau Pipa!!!" sahut Sapi dan Sasa.


"Tapi lucu, gambar Spongebob."


"Tap------"


"Stop!" pekik Bima membuat mereka diam seketika.


"Sudah dulu ye debatnya ye... Malu dilihat orang!" tegas Bima


"Kalau menurut aku gak dua-duanya alias bukan ini kadonya." sambung Bima membuatnya mendapatkan pelototan sekarang.

__ADS_1


"Maap ye, seram amat delikan matanya." ucap Bima sambil mengelus dadanya. "Jangan pada salah paham dulu, maksud aku sebaiknya kita belikan kursi makan aja satu warna biru satu lagi warna pink, gimana? gak lucu dong, bertiga tapi hadiahnya cuma satu set baju yang warna nya masih diperbincangkan."


"Eh iya, benar juga"


"Iya ya? kok gak kepikiran?"


"Fix berarti ya Guys?


Dan akhirnya ke tiganya mengangguk tanda setuju, sedangkan Bima menahan tawanya.


🌸🌼🌸


Pagi ini Pesantren milik Abah di hebohkan dengan rasa penasaran para santri saat mendengar akan ada Ustadz baru yang akan mengajar mereka.


Apalagi Ustadz tersebut memiliki wajah yang tampan, bukan hanya santri melainkan beberapa Ustadzah juga pasti akan kepincut dengannya.


"Ada apa sih ramai-ramai?" tanya Sasa heran.


"Payah, pantang lihat yang bening dikit langsung mata gak bisa di jaga" sahut Sapi


"Maksud loe?"


"Itu, mereka katanya penasaran sama Ustadz yang baru masuk itu."


"Lah, kita saja belum tahu apalagi mereka. Hahaha ada-ada saja. Yuk kantin yuk!" ajak Sasa.


The Guys memang tidak begitu tertarik mendengar yang begituan dan makan lebih menarik, pikir mereka.


Saat ke kantin, tiba-tiba...


Bruk!


"Afwan, Afwan"


"Maaf, maaf"


Ucap mereka barengan.


"iya gak apa-apa", eh malah barengan lagi membuat Sapi dan Pipa terbahak-bahak.


Kemudian laki-laki itu pergi dan Sasa berdengus kesal.


"Sial banget kayanya gue ya, dulu ada yang baru juga nabrak gue, ini pun sama. Argh!" Kesal Sasa

__ADS_1


"Sabar neng, eh tapi emang ganteng kok hahahha" sahut Pipa


"Apaan? dih!" decak Sasa.


__ADS_2